Senin, 13 April 2026

TENAGA EKSOGEN

 



 b. Tenaga Eksogen - Tenaga Pembentuk Muka Bumi

Eksogen berasal dari kata eksos yang berarti luar dan genos yang berarti asal. Eksogen berarti tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari luar. Tenaga eksogen memiliki sifat merusak karena dapat mengubah bentuk muka bumi yang telah ada. Tenaga eksogen dapat dibedakan berdasarkan tenaga pem bentukannya, yaitu sebagai berikut:

 

1). Radiasi sinar matahari
Suhu udara pada siang hari yang terasa panas, dan pada malam hari yang dingin mengakibatkan terjadinya pengembangan dan pengerutan batuan yang menyebabkan batuan menjadi pecah. Peristiwa ini disebut pelapukan.




2) Angin 

Tenaga eksogen yang berasal dari tenaga angin dapat dengan mudah diamati di daerah arid dan semi arid. Tenaga angin dapat menimbulkan dua tenaga, yaitu deflasi dan korosi.


 


3) Air

Tenaga eksogen lain yang dominan dalam mengubah bentuk muka bumi adalah air. Air memiliki daya perusak yang tinggi. Air yang mengalir terutama pada daerah-daerah berlereng curam atau terjal akan bergerak dengan kecepatan tinggi sehingga mengikis dan mengangkut lapisan-lapisan tanah yang dilaluinya.




4) Gletser 

Perubahan bentuk permukaan bumi akibat gletser (salju atau es yang mencair) disebut eksarasi atau erosi glasial. Jenis perubahan bentuk muka bumi ini dapat ditemui pada daerah-daerah pegunungan tinggi yang permukaannya tertutup salju. Lambat laun salju yang menumpuk akan mengalami peluruhan karena massa yang dimiliki salju lebih berat.

 

Akibat massa yang berat ini, bongkahan es tersebut akan ambruk terpengaruh oleh gravitasi bumi dan meluncur melalui salurannya ke daerah yang lebih rendah. Kecepatan longsoran bongkahan es sangat bergantung pada kemiringan lereng asal bongkahan tersebut. Semakin miring lerengnya maka akan semakin cepat pula kecepatan luncurannya. Ketika meluncur gletser tersebut akan mengikis batuan yang dilaluinya sehingga terbentuklah endapan hasil pengikisan oleh gletser yang disebut moreina.

 

Jenis-Jenis Tenaga Eksogen 

Tenaga eksogen memiliki empat jenis yaitu pelapukan, erosi, sedimentasi, dan pergerakan massa tanah. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

1. Pelapukan

Pelapukan adalah proses penghancuran batuan dan mineral di permukaan bumi, yang biasanya menghasilkan tanah. Pelapukan terjadi karena faktor fisika, biologi, dan kimia. Berikut penjelasannya:

·         Pelapukan Fisik: proses penghancuran batuan menjadi bentuk yang lebih kecil tanpa mengubah susunan kimianya. Biasanya pelapukan ini terjadi akibat perubahan musim atau suhu yang ekstrem antara pagi dan malam hari seperti di gurun.

 Makanya, kalau kamu main-main ke gurun, tidak jarang bebatuan di sana banyak yang pecah. Beda kayak di kota tempat kamu tinggal. Batunya banyak yang padat dan keras. Hal ini disebabkan karena perubahan suhu siang dan malam di gurun cukup tinggi.

 

·         Pelapukan Kimia: proses pelapukan batuan akibat reaksi kimia, sehingga mengubah susunan kimianya. Proses pelapukan ini terjadi saat batu berinteraksi dengan zat kimia lain, misalnya air hujan yang mengandung asam.

 

Dari namanya aja udah jelas banget ya. Pelapukan kimia adalah jenis pelapukan yang terjadi karena faktor… astrologi kimia dong! Salah satu faktor penting dalam pelapukan kimia adalah air. Iya, coba aja perhatiin. Gembok rumah kamu pasti akan lebih cepat karatan kalau sering terkena hujan, kan? Karat yang timbul itu lah yang dinamakan pelapukan kimia.

Emang gimana caranya air hujan bisa membuat gembok besi jadi karat?

Sewaktu terkena air hujan, akan terjadi yang namanya hidrolisis air. Hal ini membuat tingkat keasaman gembok besi meningkat. Ion H+ yang muncul dari air hujan, perlahan-lahan akan membuat korosi deh.

 

 

·         Pelapukan Biologis: proses pelapukan batuan karena aktivitas makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, atau mikroorganisme. Contoh: akar tumbuhan tumbuhan di celah batu yang bisa membuat batu retak.

 

oba, deh, kamu ketok kusen pintu rumah kamu. Kalau bunyinya ‘Dok! Dok! Dok!’ berarti kusen kamu dimakan rayap dan lapuk. Bunyi itu menandakan kayu kamu telang kopong/berongga di bagian dalamnya. Kalau kamu nggak ngetok tapi tetap muncul bunyi ‘Dok! Dok! Dok!’ berarti kamu lagi di RSUD. Kalau sewaktu kamu ketok bunyinya ‘Sst! Sst! BERISIK!’ itu mungkin saudara kamu keganggu karena kamu kekencengan ngetoknya.

Contoh lain dari pelapukan biologis adalah lumut yang ada di atas bebatuan. Atau akar tumbuhan yang terselip di antara bebatuan. Lama-kelamaan, ketika si akar membesar, dia akan menembus batu itu. Alhasil, batunya pecah dan mengalami pelapukan deh.

 

2. Erosi (Pengikisan)

Erosi adalah proses pengikisan tanah dan batuan oleh air, angin, es, gelombang laut, atau gletser yang membawa material dari satu tempat ke tempat lain. Proses ini dapat membentuk berbagai bentuk permukaan bumi seperti lembah, sungai, dan delta. Erosi dibagi menjadi empat jenis berdasarkan penyebabnya:

a. Ablasi (Erosi Permukaan Air)

Ablasi adalah erosi yang terjadi akibat aliran air, seperti sungai atau hujan, yang membawa material kecil dan mengikis permukaan tanah. Proses ini terbagi menjadi beberapa tahap:

·         Erosi percik (splash erosion): Air hujan jatuh dan mulai mengikis tanah.

·         Erosi lembar (sheet erosion): Pengikisan lapisan tanah bagian atas, yang mengurangi kesuburan.

·         Erosi alur (rill erosion): Terbentuknya alur kecil akibat pengikisan tanah.

·         Erosi parit (gully erosion): Pengikisan yang membentuk parit atau lembah karena aliran air yang terus menerus.

 

 


b. Abrasi (Erosi Air Laut)

Abrasi adalah erosi yang terjadi di daerah pantai akibat gelombang laut yang terus menghantam tebing atau garis pantai. Gelombang membawa pasir dan batu kecil yang mengikis batuan di tepi pantai, membentuk tebing curam atau gua laut.



 

c. Korasi & Deflasi (Erosi Angin)

Korasi dan deflasi adalah erosi yang disebabkan oleh angin, terutama di daerah gurun. Korasi terjadi ketika angin membawa pasir yang mengikis batuan, sedangkan deflasi hanya disebabkan angin yang menggerus tanah.

 


d. Eksarasi (Erosi Es)

Eksarasi adalah erosi yang disebabkan oleh pergerakan es yang mencair (gerakan lapisan es). Saat es di puncak sudah terlalu berat maka es akan bergerak perlahan di atas permukaan bumi, menyeret batuan dan material lainnya, mengikis permukaan di bawahnya.

 


3. Sedimentasi

Sedimentasi adalah proses pengendapan material batuan hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh air, angin, atau faktor lainnya. Proses ini biasanya terjadi di daerah dataran rendah atau cekungan. Material yang terendap bisa berupa pasir, kerikil, atau tanah liat. Sedimentasi dibagi menjadi tiga jenis:

·         Sedimen Akuatis: pengendapan yang disebabkan oleh tenaga air. 

  

 


·         Sedimen Marine: pengendapan yang disebabkan oleh gelombang laut. 

 


 

·         Sedimen Geolis: pengendapan yang disebabkan oleh tenaga angin.

 


4. Pergerakan Massa Tanah (Mass Wasting)

Pergerakan massa tanah (mass wasting) adalah proses di mana tanah, batu, atau material lainnya bergerak turun dari lereng karena pengaruh gravitasi. Biasanya, mass wasting terjadi di lereng yang curam atau di tempat yang tanahnya tidak stabil, terutama setelah hujan deras, gempa, atau kegiatan penggalian. Contoh mass wasting yang sering kita lihat adalah longsor.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TENAGA EKSOGEN

    b. Tenaga Eksogen - Tenaga Pembentuk Muka Bumi Eksogen berasal dari kata eksos yang berarti luar dan genos yang berarti asal. Eksogen ...