HIDROLOGI DAN SIKLUS HIDROLOGI
Bumi
merupakan planet di tata surya yang mana
permukaannya terdiri dari dua bentuk, yakni daratan dan juga perairan. Bumi
jika dilihat dari luar angkasa maka warnanya akan seperti kelereng, yakni ada
biru, putih, dan juga coklat. Biru menandakan perairan, putih adalah ombak-
ombaknya, dan coklat adalah daratan yang digunakan sebagai tempat tinggal
manusia. Apabila kita melihat Bumi dari kejauhan tersebut, akan tampak bahwa
perairan lebih besar daripada daratan. Hal itu berarti Bumi ini kaya akan
sumber air. Sumber air di Bumi ini bermacam- macam, bukan hanya samudera
atau macam- macam laut, namun
juga macam- macam danau, sungai, rawa,
mata air,dan lain sebagainya.
Hidrosfer
adalah seluruh air yang terdapat di permukaan Bumi, baik dalam bentuk cair,
padat, maupun gas. Termasuk di dalamnya air laut, air tawar di danau dan
sungai, air tanah, es di kutub dan gletser, serta uap air di atmosfer. Jadi, hidrosfer
ini adalah salah satu dari empat komponen utama sistem Bumi, selain atmosfer,
litosfer, dan biosfer.
Hidrosfer
berperan penting dalam berbagai proses alam dan kehidupan. Tanpa hidrosfer,
nggak akan ada hujan yang menyirami tanaman, nggak ada sungai yang mengalirkan
air segar, dan nggak ada laut tempat ikan-ikan hidup. Intinya, hidrosfer adalah
bagian tak terpisahkan dari kehidupan di Bumi.
Apia Itu Siklus Hidrologi?
Siklus hidrologi adalah proses pergerakan air yang terus-menerus dari Bumi ke atmosfer dan kembali lagi, yang melibatkan berbagai tahapan penting bagi kehidupan di Bumi.
Tahapan- tahapan Siklus
Hidrologi
Sebuah siklus
pastilah mempunyai beberapa tahapan yang berangkai. Tahapan- tahapan tersebut
apabila tergabung antara satu dengan yang lainnya maka akan terciptalah sebuah
siklus. Dengan kata lain, siklus ini terjadi karena adanya tahapan- tahapan
yang saling berkaitan satu sama lain dan bentuknya memutar. Siklus hidrologi
ini setidaknya mencakup 9 tahap, yakni evaporasi, transpirasi,
evapotranspirasi, sublimasi, kondensasi, adveksi, presipitasi, run off, dan
infiltrasi. Siklus air secara umum dapat digambarkan dalam gambar disamping.
Gambar disamping menunjukkan langkah- langkah atau tahapan siklus hidrologi
yang membentuk gerakan memutar. Adra lebih jelas, masing- masing tahapan
tersebut akan kita bahas sebagai berikut.
1. Evaporasi
Tahapan pertama
dalam siklus hidrologi ini adalah evaporasi. Evaporasi merupakan istilah lain
dari penguapan. Siklus hidrologi akan dimulai dari adanya penguapan. Penguapan
yang mengawali terjadinya siklus hidrologi adalah penguapan dari air yang ada
di Bumi, seperti samudera, laut, danau, rawa, sungai , bendungan, bahkan di
areal persawahan. Semua air tersebut akan berubah menjadi uap air karena adanya
pemanasan dari sinar matahari. Hal inilah yang disebut dengan evaporasi atau
penguapan.
Evaporasi ini akan
mengubah bentuk air yang semula cair menjadi uap air yang berwujud gas. Karena
menjadi wujud gas, hal ini memungkinkan bahwa gas tersebut dapat naik ke atas
(ke atmosfer) karena terbawa oleh angin. Semakin panas sinar matahari yang
diterima, maka akan semakin banyak air yang berubah menjadi uap air, dan
semakin banyak pula yang terbawa ke lapisan atmosfer Bumi.
2. Transpirasi
Selain evaporasi,
ada bentuk penguapan lainnya yakni penguapan yang berasal dari jaringan makhluk
hidup. Penguapan yang terjadi di jaringan makhluk hidup ini disebut sebagai
transpirasi. Transpirasi ini terjadi di jaringan hewan maupun tumbuhan.
Sama halnya
dengan evaporasi, transpirasi ini juga mengubah air yang berwujud cair dari
jaringan makhluk hidup tersebut menjadi uap air. Uap air ini juga akan terbawa
ke atas, yakni ke atmosfer. Namun, biasanya penguapan yang terjadi karena
transpirasi ini jumlahnya lebih sedikit atau lebih kecil daripada penguapan yang
terjadi karena evaporasi.
3. Evapotranspirasi
Evapotranspirasi
ini merupakan gabungan dari evapotasi dan juga transpirasi. Sehingga dapat
dikatakan bahwa evapotranspirasi ini merupakan total penguapan air atau
penguapan air secara keseluruhan, baik yang ada di permukaan Bumi atau tanah
maupun di jaringan makhluk hidup. Dalam siklus hidrologi, evapotranspirasi ini
sangatlah mempengaruhi jumlah uap air yang ternagkut ke atas atau ke atmosfer
Bumi.
4. Sublimasi
Tahapan yang
lainya adalah sublimasi. Jadi selain melalui proses penguapan, naiknya uap air
ke atmosfer ini juga terjadi melalui proses sublimasi. Apa sebenarnya sublimasi
itu? Sumblimasi merupakan proses perubahan es di kutub atau di puncak gunung
menjadi uap air, tanpa harus melalui proses cair terlebih dahulu.
Sublimasi ini
juga tidak sebanyak penguapan (evaporasi maupun transpirasi), namun meski
sedikit tetap saja sublimasi ini berkontribusi erat terhadap jumlah uap air
yang terangkat ke atmosfer. Dibandingkan dengan evaporasi maupun transpirasi,
proses sublimasi ini berjalan lebih lambat dari pada keduanya. Sublimasi ini
terjadi pada tahap sikulus hidrologi panjang.
5. Kondensasi
Kondensasi
merupakan proses berubahnya uap air menjadi partikel- partikel es. Ketika uap
air dari proses evaporasi, transpirasi, evapotranspirasi, dan sublimasi sudah
mencapai ketinggian tertentu, uap air tersebut akan berubah menjadi
partikel-partikel es yang berukuran sangat kecil melalui proses konsendasi.
Perubahan wujud ini terjadi karena pengaruh suhu udara yang sangat rendah saat
berada di ketinggian tersebut. Partikel- partikel es yang terbentuk tersebut
akan saling mendekati satu sama lain dan bersatu hingga membentuk sebuah awan.
Semakin banyak partikel es yang bersatu, maka akan semakin tebal dan juga hitam
awan yang terbentuk. Inilah hasil dari proses kondensasi.
6. Adveksi
Adveksi ini
terjadi setelah partikel- partikel es membentuk sebuah awan. Adveksi merupakan
perpidahan awan dari satu titik ke titik lainnya namun masih dalam satu
horisontal. Jadi setelah partikel- partikel es membentuk sebuah awan yang hitam
dan gelap, awan tersebut dapt berpindah dari satu titik ke titik yang lain
dalam satu horizontal.
Proses adveksi
ini terjadi karena adanya angin maupun perbedaan tekanan udara sehingga
mengakibatkan awan tersebut berpindah. Proses adveksi ini memungkinkan awan
akan menyebar dan berpindah dari atmosfer yang berada di lautan menuju atmosfer
yang ada di daratan. Namun perlu diketahui bahwa tahapan adveksi ini tidak
selalu terjadi dalam proses hidrologi, tahapan ini tidak terjadi dalam siklus
hidrologi pendek.
7. Presipitasi
Awan yang telah
mengalami proses adveksi tersebut selanjutnya akan mengalami presipitasi.
Presipitasi merupakan proses mencairnya awan hitam akibat adanya pengaruh suhu
udara yang tinggi. Pada tahapan inilah terjadinya hujan. Sehingga awan hitam
yang tebentuk dari partikel es tersebut mencair dan air tersebut jatuh ke Bumi
manjadi sebuah hujan. Namun, tidak semua presipitasi menghasilkan air.
Apabila
presipitasi terjadi di daerah yang mempunyai suhu terlalu rendah, yakni sekitar
kurang dari 0ᵒ Celcius, maka
prepitisasi akan menghasilkan hujan salju. Awan yang banyak mengandung air
tersebut akan turun ke litosfer dalam bentuk butiran- butiran salju tipis. Hal
ini dapat kita temui di daerah yang mempunyai iklim sub tropis, dimana suhu
yang dimiliki tidak terlalu panas seperti di daerah yang mempunyai iklim
tropis.
8. Run Off
Tahapan run off
ini terjadi ketika sudah di permukaan Bumi. Ketika awan sudah mengalami proses
presipitasi dan menjadi air yang jatuh ke Bumi, maka air tersebut akan
mengalami proses run off. Run off atau limpasan ini merupakan proses pergerakan
air dari tempat yang tinggi menjuju ke tempat yang lebih rendah yang terjadi di
permukaan Bumi. Pergerakan air tersebut dapat terjadi melalui saluran- saluran,
seperti saluran got, sungai, danau, muara sungai, hingga samudera. Proses ini
menyebabkan air yang telah melalui siklus hidrologi akan kembali menuju ke
lapisan hidrosfer Bumi.
9. Infiltrasi
Proses
selanjutnya adalah proses infiltrasi. Air yang sudah berada di Bumi akibat
proses presipitasi, tidak semuanya mengalir di permukaan Bumi dan mengalami run
off. Sebagian dari air tersebut akan bergerak menuju ke pori- pori tanah,
merembes, dan terakumulasi menjadi air tanah. Sebagian air yang merembes ini
hanyalah sebagian kecil saja. Proses pergerakan air ke dalam pori- pori tanah
ini disebut sebagai proses infiltrasi. Proses infiltrasi akan secara lambat
membawa air tanah untuk menuju kembali ke laut.
Setalah melalui
proses run off dan infiltrasi, kemudian air yang telah mengalami siklus
hidrologi akan kembali berkumpul ke lautan. Dalam waktu yang berangsunr-
angsur, air tersebut akan kembali mengalami siklus hidrologi yang baru, dimana
diawali dengan evaporasi. Dan itulah kesembilan dari tahapan siklus hidrologi.
Macam-macam Siklus
Hidrologi
Siklus hidrologi
yang tahapan- tahapannya telah dijelaskan di atas ternyata tidak hanya terdiri
atas satu macam saja. Siklus hidrologi ini terdiri atas beberapa macam. Macam-
macam siklus hidrologi ini dilihat dari panjang atau pendeknya proses siklus
hidrologi tersebut. Berdasarkan proses panjang dan pendeknya, siklus hidrologi
ini dibagi menjadi 3 macam, yakni siklus hidrologi pendek, siklus hidrologi
sedang dan siklus hidrologi panjang.
1. Siklus hidrologi
pendek
Siklus hidrologi
pendek merupakan siklus hidrologi yang tidak mengalami proses adveksi. Uap air
yang terbentuk melalui siklus hidrologi akan diturunkan mealui hujan yang
terjadi di daerah sekitar laut tersebut. Penjelasan mengenai siklus hidrologi
pendek ini adalah sebagai berikut:
·
Air laut yang terkena pemanasan sinar matahari akan mengalami
penguapan dan menjadi uap air
·
Uap air tersebut akan mengalami kondensasi dan membentuk awan
·
Awan yang terbentuk tersebut akan menjadi hujan di sekitar
permukaan laut tersebut.
2. Siklus hidrologi
sedang
Siklus yang
selanjutnya adalah siklus hidrologi sedang. Siklus hidrologi sedang merupakan
siklus hidrologi yang umum terjadi di Indonesia. Hasil dari siklus hidrologi
sedang ini adalah turunnya hujan di atas daratan. Hal ini karena proses adveksi
akan membawa awan yang terbentuk ke atas daratan. penjelasan mengenai siklus
hidrologi sedang ini adalah sebagai berikut:
·
Air laut yang terkena pemanasan sinar matahari akan mengalami
penguapan dan menjadi uap air
·
Uap air yang sudah terbentuk mengalami proses adveksi karena
adanya angin dan tekanan udara, sehingga bergerak menuju ke daratan
·
Di atmosfer daratan, uap air tersebut akan membentuk awan dan
kemudian akan berubah menjadi hujan
·
Air hujan yang jatuh di permukaan Bumi atau daratan akan mengalami
run off, menuju ke sungai dan kembali ke laut.
3. Siklus hidrologi panjang
Siklus yang
selanjutnya adalah siklus hidrologi panjang. Siklus hidrologi panjang merupakan
siklus hidrologi yang umum terjadi di daerah beriklim sub tropis atau di daerah
pegunungan. Melalui siklus hidrologi panjang ini hujan tidak langsung berbentuk
air, namun turun dalam bentuk salju ataupun gletser terlebih dahulu. Penjelasan
mengenai siklus hidrologi sedang ini adalah sebagai berikut:
·
Air laut yang terkena pemanasan sinar matahari akan mengalami
penguapan dan menjadi uap air
·
Uap air yang telah terbetuk tersebut mengalami proses sublimasi
·
Kemudian terbentukla awan yang mengandung kristal- kristal es
·
Awan mengalami proses adveksi dan kemudian bergerak ke daratan
·
Awan akan mengalami presipitasi dan turun sebagai salju
·
Salju akan terakumulasi menjadi gletser
·
Gletser tersebut akan mencair karena adanya pengaruh suhu udara
dan membentuk aliran sungai
·
Air dari gletser dan mengalir di sungai tersebut kemudian akan
kembali ke laut.
Itulah macam-
macam siklus hidrologi yang dilihat dari panjang dan pendeknya proses yang
terjadi. Contoh dari masing- masing proses adalah hujan lokal di area lautan
(siklus hidrologi pendek), hujan di daerah tropis (siklus hidrologi sedang),
dan hujan salju (siklus hidrologi panjang).
latihan soal
1. Proses penguapan air yang ada di permukaan
bumi secara langsung melalui proses pemanasan muka bumi disebut..
a. Transpirasi
b. Transformasi
c. Evaporasi *
d. Evapotranspirasi
e. Transportasi
2. Peresapan air ke dalam tanah melalui
pori-pori tanah dinamakan proses..
a. Infiltrasi *
b. Kondensasi
c. Evapotranspirasi
d. Presipitasi
e. Sublimasi
3. Sungai yang banyak terbentuk di daerah
patahan umumnya memiliki pola..
a. Radial
b. Trelis
c. Dendritik
d. Rektangular *
e. Annular
4. Pola aliran radial sentrifugal adalah pola
aliran..
a. Menjari meninggalkan pusat *
b. Menyirip daun
c. Membentuk sudut siku-siku
d. Menjari menuju pusat
e. Tidak teratur
5. Karakteristik sungai di bagian hilir
adalah..
a. Lembah sungai berbentuk huruf v
b. Erosi vertikal lebih kuat daripada erosi horizontal
c. Aliran airnya sangat deras
d. Banyak dijumpai meander *
e. Masih dijumpai jeram
6. Sungai konsekuen adalah sungai yang arah
alirannya..
a. Berlawanan dengan kemiringan lereng
b. Sejajar dan searah dengan kemiringan lereng *
c. Tidak sesuai dengan kemiringan batuan daerah yang dilaluinya
d. Tegak lurus dengan kemiringan batuan yang dilaluinya
e. Tidak teratur
7. Zona laut yang memiliki kedalaman maksimal
200 meter dan masih tembus matahari dinamakan..
a. Batial
b. Abisal
c. Neritik *
d. Paparan
e. Hadal
8. Pola aliran sentripetal menggambarkan
wilayah..
a. Dataran
b. Cekungan *
c. Puncak gunung
d. Patahan
e. Lipatan
9. Pada daerah pertemuan antara arus panas dan
arus dingin banyak terdapat ikan, sebab..
a. Ikan lebih senang tinggal di daerah panas
b. Ikan yang terbawa oleh arus dingin terhenti di daerah tersebut
c. Di daerah tersebut baik untuk fotosintesis plankton *
d. Di daerah tersebut merupakan paparan
e. Di daerah tersebut memiliki kadar garam tinggi
10. Yang merupakan danau tektonovulkanik
adalah..
a. Danau Kelimuntu
b. Danau Tawuti
c. Danau Tondano
d. Danau Toba *
e. Danau Singkarak
11. Secara hidrologis, keberadaan hutan sangat
mendukung upaya konservasi sumber daya air karena..
a. Memperbaiki kualitas air tanah
b. Mengendalikan potensi air tanah
c. Menjamin kelestarian air
d. Menjaga kualitas air
e. Meningkatkan resapan air *
12. Istilah di bawah ini yang tidak termasuk
kedalam proses siklus hidrologi adalah..
a. Evapotranspirasi
b. Intersepsi *
c. Presipitasi
d. Infiltrasi
e. Transpirasi
13. Berikut ini merupakan salah satu cara yang
dapat dilakukan untuk mengurangi potensi timbulnya bencana alam banjir yaitu..
a. Melakukan tebang pilih
b. Melakukan pembukaan lahan pertanian baru
c. Melakukan penebangan liar
d. Melakukan reboisasi *
e. Membuka Kawasan permukiman baru
14. Berikut ini merupakan beberpa fungsi
waduk, kecuali..
a. Sebagai sumber pengairan bagi lahan pertanian
b. Sebagai sarana rekreasi
c. Sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air
d. Sebagai tempat penampungan air saat terjadi hujan deras
e. Sebagai sumber penyebab timbulnya banjir *
15. Massa yang dapat dilihat dari tetesan air
atau kristal beku yang menggantung di atmosfer yang berada di atas permukaan
bumi disebut..
a. Angin
b. Hujan
c. Awan *
d. Embun
e. Sungai
16. Kondisi tanah yang mencapai titik jenuh
sehingga tidak mampu menyerap air hujan dan menghasilkan genangan disebut..
a. Presipitasi
b. Infiltrasi
c. Run Off *
d. Kondensasi
e. Evapotranspirasi
Temukan lebih banyak
Sumber Daya Pendidikan
Studi Komunikasi &
Media
17. Berdasarkan proses terbentuknya, Waduk
Serbaguna Wonogiri (waduk gajahmungkur) termasuk kedalam jenis danau..
a. Tektonik
b. Vulkanik
c. Tektovulkanik
d. Dolina
e. Buatan *
18. Bencana banjir yang sering terjadi di
wilayah Indonesia umumnya terjadi karena adanya gangguan dalam siklus hidrologi
berupa..
a. Penurunan tingkat presipitasi
b. Peningkatan proses infiltrasi
c. Peningkatan perkolasi
d. Peningkatan aliran permukaan (run off) *
e. Penurunan tingkat evaporasi
19. Pernyataan yang tidak termasuk ke dalam
faktor penyebab terbentuknya danau adalah..
a. Pelarutan batu kapur oleh air yang membentuk corong
b. Tingginya angka presipitasi dan intersepsi air pada musim hujan *
c. Gerakan tektonisme yang membentuk sebuah cekungan
d. Kepundan gunungapi yang tersumbat dan terisi air hujan
e. Terbentuknya kelurusan pada air sungai dan pemotongan aliran air sungai pada
meander
20. Dalam siklus hidrologi, proses
evapotranspirasi dipengaruhi oleh faktor..
a. Jumlah vegetasi di permukaan bumi
b. Jenis tanah dan tingkat kemiringan lereng
c. Intensitas penyinaran matahari *
d. Arah dan kekuatan angin yang berhembus
e. Luas perairan di permukaan bumi
21. Beberapa masyarakatt di wilayah pesisir
pantai seperti Cirebon terkendala dalam mendapatkan air bersih untuk kegiatan
sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan air sumur yang mereka miliki berasa
payau. Hal apakah yang menyebabkan timbulnya fenomena tersebut..
a. Intrusi air laut yang masuk kedalam lapisan air tanah *
b. Partikel yang terkandung di dalam air tanah tersebut
c. Evaporasi yang terjadi pada lapisan air tanah tersebut
d. Pencemaran yang terjadi oleh industri di wilayah tersebut
e. Wilayah penduduk yang berada lebih rendah dari posisi air laut
22. Bagian sungai yang memiliki peluang untuk
berkembangnya meander adalah..
a. Hilir sungai *
b. Tengah sungai
c. Hulu sungai
d. Tebing sungai
e. Bantaran sungai
23. Bagian sungai yang memiliki erosi dasar
yang lebih besar dari pada erosi tebing sungai adalah..
a. Hilir sungai
b. Tengah sungai
c. Hulu sungai *
d. Tebing sungai
e. Bantaran sungai
24. Dari hasil citra penginderaan jauh, dapat
diketahui bahwa sungai yang berada di daerah gunung yang berbentuk kerucut
berpola..
a. Radial sentrifugal *
b. Pinnate
c. Dendritik
d. Annular
e. Radial sentripetal
25. Siklus hidrologi merupakan suatu sistem
yang dinamis dan tertutup, di mana terdapat proses berikut, kecuali..
a. Evapotranspirasi
b. Konveksi *
c. Presipitasi
d. Perkolasi
e. Perkolasi
26. Banyaknya penduduk di kota membutuhkan ketersediaan
air dalam skala banyak. Air tanah bersih dan sehat di wilayah perkotaan
cenderung sulit di dapat. Di bawah ini faktor fisik yang mempengaruhi sulitnya
air di wilayah perkotaan adalah..
a. Padatnya transportasi
b. Banyaknya slum area
c. Banyaknya sampah
d. Ruang terbuka hijau tidak terbatas
e. Banyaknya bangunan *
27. Penguapan yang berasal dari badan air
dipermukaan dan dari pohon/batuan atau benda lainnya disebut..
a. Evapotranspirasi
b. Intersepsi
c. Presipitasi
d. Infiltrasi
e. Transpirasi *
28. Berikut adalah contoh arus laut panas,
yaitu arus..
a. Oyashio
b. Kuroshio *
c. Labrador
d. Bengeula
e. Meksiko
29. Zona abissal merupakan zona laut dengan
kedalaman..
a. 0 – 200 m
b. 200 – 2000 m
c. 2000 – 5000 m *
d. 5000 m
e. Semua salah
30. Berikut ini yang tidak termasuk
faktor-faktor yang mempengaruhi kadar garam air laut yaitu..
a. Banyak sedikitnya curah hujan
b. Besar kecilnya penguapan
c. Banyak sedikitnya endapan yang dibawa oleh sungai *
d. Arus laut
e. Banyak sedikitnya cairan es yang masuk kedalam laut
https://www.mediaedukatif.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar