Apa itu tektonisme? Tektonisme
adalah pergerakan horizontal dan vertikal yang menyebabkan perubahan
bentuk permukaan bumi. Gerakan pada
tektonisme disebut gerakan tektonik.Di sumber lain juga mengatakan bahwa ektonisme adalah tenaga dari dalam Bumi yang menyebabkan terjadinya
perubahan letak (dislokasi) atau bentuk (deformasi) kulit bumi.
Gerakan tektonik bisa mempengaruhi permukaan
bumi karena gerakan tersebut menimbulkan retakan, lipatan,
lekukan, dan patahan.
Jenis Gerakan Tektonisme
Ternyata gerakan tektonik ada 2 jenis, lho!
Kedua jenis gerakan tektonik itu disebut gerakan epirogenetik dan
gerakan orogenetik. Yuk kita bahas satu
per satu!
1. Gerak Epirogenetik
Gerak epirogenetik atau epirogenesa adalah gerak lapisan kerak
bumi yang relatif lambat dalam waktu yang lama, serta meliputi daerah yang
luas. Misalnya, tenggelamnya benua Gondwana menjadi Sesar
Hindia.
Gerak epriorgenetik dibedakan menjadi 2 yaitu:
·Gerakan epirogenesa positif
·Epriogenetik positif yaitu gerak turunnya daratan sehingga
kelihatannya permukaan air laut yang naik.
·Misalnya, turunnya pulau-pulau di Indonesia bagian timur
(Kepulauan Maluku Barat Daya sampai ke Pulau Banda).
Epirogenesa Positif (Sumber: Dok. Ruangguru)
·Gerakan epirogenesa negatif
Sedangkan gerakan epirogenesa negatif
membuat daratan naik karena
gerakan tersebut mengarah ke atas. Hal tersebut menyebabkan permukaan laut
seolah-olah turun.. Misalnya, naiknya Pulau Buton dan Pulau Timor.
Epirogenesa Negatif (Sumber: Dok. Ruangguru)
2. Gerak Orogenetik
Gerak orogenetik atau oroganesa adalah proses pembentukan
pegunungan. Proses orogenetik meliputi luas areal yang relatif sempit dan dalam
waktu relatif singkat.Misalnya, pembentukan pegunungan-pegunungan yang ada di
bumi, seperti Pegunungan Andes, Rocky Mountain, Sirkum Mediterania, dan
Pegunungan Alpen.Gerak orogenetik menyebabkan tekanan horizontal dan vertikal
di kulit bumi, yang menyebabkan terjadinya dislokasi atau
perpindahan letak lapisan kulit bumi.Peristiwa ini dapat menimbulkan lipatan
dan patahan.
·Lipatan (fold)
Lipatan adalah bentukan
yang terjadi akibat adanya tekanan pada lapisan batuan yang elastis. Lipatan ini punya puncak
(antiklin) yang memiliki pusat lipatan paling tua, dan lembah (sinklin)
yang memiliki pusat lipatan batuan paling muda. Antiklinal dan sinklinal ini
bisa terjadi karena adanya kompresi lempeng. Jika terbentuk beberapa puncak lipatan disebut
antiklinorium dan beberapa lembah lipatan disebut sinklinorium.Contoh
dari pegunungan lipatan adalah pegunungan tua, seperti Pegunungan Ural. Lipatan
ada pegunungan ini terjadi pada zaman primer.Adapun pegunungan muda, seperti
Pegunungan Mediteranian dan Sirkum Pasifik yang terjadi pada zaman tersier.
Lipatan (Sumber: Dok. Ruangguru)
Ilustrasi Antiklin dan Sinklin (Sumber: Dok.
Ruangguru)
Lipatan ini ada 6 jenis, guys. Ada:
1.Lipatan tegak
2.Lipatan miring
3.Lipatan menggantung
4.Lipatan isoklinal
5.Lipatan rebah
6.Lipatan rebah
berpindah menjadi sesar sungkup
Macam-Macam Lipatan (Sumber: Dok. Ruangguru)
·Patahan (fault)
Patahan terjadi ketika lempeng yang membentuk
kerak bumi bergerak dan saling berdesakan. Gerakan tersebut memberi tegangan
yang sangat besar sampai pada akhirnya meme cahkan batuan.
Tempat batuan itu
pecah disebut patahan (fault), dan alur akibat pecahnya batuan itu
disebut alur patahan.Alur patahan yang besar dapat sampai ke batuan di bawah
tanah yang dalam dan merentang sepanjang benua.Selain gempa bumi, patahan dapat
terjadi karena adanya tenaga endogen yang arahnya mendatar dan saling menjauh
satu sama lain sehingga pada bongkah batuan terjadi retakan-retakan dan pada
akhirnya patah membentuk bagian yang merosot (graben atau slenk) dan
bagian yang menonjol (horst).Salah satu relief geologis terkenal di
dunia adalah Patahan San Andreas yang membelah Pantai Pasifik di California,
Amerika Serikat. Panjang patahan horizontal ini sejauh 1.200 km.
1.Fault scrap/escarpment
yaitu bagian lereng patahan.
Bagian Patahan (Sumber: Dok. Ruangguru)
Selain itu, ada dua bentuk blok patahan atau
sesar, yaitu footwall dan hanging wall.
Footwall dan Hangingwall (Sumber: Dok.
Ruangguru)
Eits, masih ada lagi nih. Tadi kamu udah tau
ya bentuk dan blok patahan. Sekarang kita bahas jenis-jenis patahan. Patahan
ada 3 jenis, yaitu:
1. Sesar vertikal, yaitu bentuk patahan yang bergeser secara vertikal. Sesar ini ditunjukkan dengan
naiknya hanging wall. Kalau sesar turun, ditandai dengan
turunnya hanging wall terhadap foot wall.
Sesar vertikal (Sumber: Dok. Ruangguru)
2. Sesar Mendatar/Horizontal, yaitu bentuk patahan yang bergerak secara horizontal. Sesar mendatar ada 2
jenis, dekstral dan sinistral.
Dekstral dan Sinistral (Sumber: Dok.
Ruangguru)
3. Sesar Vertikal Horizontal atau
Sesar Oblique, yaitu patahan
yang pergerakannya tidak hanya vertikal, tapi juga dikombinasikan
dengan gerakan horizontal.
Oblique (Sumber: Dok. Ruangguru)
Bentuk Lempeng Tektonik
Guys, gerakan lempeng juga membentuk bagian
yang disebut batas lempeng. Batas lempeng atau bentuk gerakan lempeng tersebut
dibagi menjadi 3, yaitu batas Lempeng Divergen, batas
Lempeng Konvergen, dan batas Lempeng Sesar.
1. Batas Lempeng Divergen
Batas lempeng divergen terbentuk akibat pergerakan
lempeng kulit bumi yang saling berlawanan atau saling menjauh. Hal tersebut menyebabkan magma naik ke
permukaan dan mendesak permukaan bumi, sehingga menyebabkan terbentuknya
lapisan permukaan bumi yang baru.
Ilustrasi Divergen (Sumber: Dok. Ruangguru)
2. Batas Lempeng Konvergen
Batas lempeng konvergen terjadi akibat pergerakan
lempeng kulit bumi yang saling bertumbukan. Oleh karena itu, salah satu lempeng akan tertekuk dan
masuk ke bawah bagian lempeng lainnya. Gerakan ini dapat menimbulkan getaran
yang kuat.
Contoh bencana alam akibat pergerakan lempeng
konvergen adalah gempa bumi yang mengakibatkan tsunami di Nanggroe Aceh
Darussalam pada 26 Desember 2004 lalu.
Ilustrasi Konvergen (Sumber: Dok. Ruangguru)
Batas lempeng konvergen ini ada 3 jenis:
·Subduksi
Subduksi adalah penunjaman, di mana salah satu lempeng menunjam ke
bawah membentuk slab. Biasanya, subduksi
terbentuk saat pertemuan lempeng benua di atas lempeng samudra atau penunjaman
lempeng samudra dengan lempeng samudra.
Nah, zona subduksi lempeng benya dan samudra
ini menghasilkan jalur gunung api aktif. Sementara, subduksi lempeng
samudra dengan lempeng samudra akan membentuk busur kepulauan (island
arches) dan palung laut.
·Kolisi
Kolisi adalah tumbukan antara lempeng
benua dan lempeng benua.
Misalnya seperti Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Ural.
·Obduksi
Obduksi merupakan penunjaman antara lempeng benua
dengan lempeng samudera,
dengan lempeng benua menunjam di bawah lempeng samudra.
3. Batas Lempeng Sesar atau Transform
Batas lempeng sesar atau transform
adalah batas lempeng yang menyebabkan terjadinya gerakan lempeng kulit
bumi yang sejajar. Hal ini terjadi
apabila lempengan bumi bergesek dalam posisi yang sama datar, sejajar, dan
selalu bergerak.
Tektonisme dapat
menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kehidupan manusia, baik positif maupun
negatif. Berikut adalah beberapa dampak tektonisme bagi lingkungan:
Dampak Positif
·Tektonisme dapat
membentuk berbagai bentang alam yang indah dan menarik, seperti pegunungan,
lembah, danau, pulau, dan lain-lain. Bentang alam ini dapat dimanfaatkan untuk
kegiatan pariwisata, pertanian, perikanan, dan lain-lain.
·Tektonisme dapat
menyediakan sumber daya alam yang bermanfaat, seperti mineral, batubara, minyak
bumi, gas alam, dan lain-lain. Sumber daya alam ini dapat dimanfaatkan untuk
kebutuhan industri, energi, dan lain-lain.
·Tektonisme dapat
mempengaruhi iklim dan cuaca di suatu daerah. Misalnya, pegunungan yang
terbentuk akibat tektonisme dapat menghalangi angin laut sehingga menyebabkan
hujan di sebelah barat pegunungan (daerah hulu) dan kering di sebelah timur
pegunungan (daerah hilir).
Dampak Negatif
·Tektonisme dapat
menyebabkan bencana alam yang merugikan, seperti gempa bumi, tsunami, gunung
meletus, tanah longsor, dan lain-lain. Bencana alam ini dapat menimbulkan kerusakan
lingkungan, kerugian materiil, korban jiwa, dan trauma psikologis bagi manusia.
·Tektonisme dapat
menyebabkan perubahan ekosistem yang tidak sesuai dengan kondisi aslinya.
Misalnya, tenggelamnya pulau-pulau akibat epirogenesa positif dapat mengancam
keberadaan flora dan fauna yang hidup di pulau tersebut. Munculnya pulau-pulau
baru akibat epirogenesa negatif juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem
laut di sekitarnya.
·Tektonisme dapat
menyebabkan konflik sosial antara manusia yang tinggal di daerah yang terkena
dampak tektonisme. Misalnya, pengungsi dari daerah yang terkena bencana alam
akibat tektonisme dapat menimbulkan masalah sosial di daerah tujuan
pengungsian. Konflik juga dapat terjadi antara negara-negara yang memiliki
klaim atas wilayah yang terbentuk akibat tektonisme.
Pengertian dan Manfaat Penginderaan Jauh di Berbagai
Bidang
Pengertian Penginderaan Jauh
Penginderaan jauh adalah
sebuah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi suatu objek, daerah atau
fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan alat bantu tertentu tanpa
interaksi langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang dikaji.
Contoh manfaat
penginderaan jauh antara lain seperti:
·Penggunaan satelit untuk
memantau perkembangan dan kerusakan hutan,
·Evaluasi lahan pertanian
dan perkebunan berdasarkan analisa satelit,
·Pemantauan daerah aliran
sungai (DAS) dan kawasan konservasi air,
·Teknologi penginderaan
jauh (inderaja) membantu kartografer untuk menyusun peta,
·Pemakaian satelit khusus
guna mengamati cuaca serta iklim di bumi dan mencakup pengamatan iklim, curah
hujan, kecepatan dan arah angin, dan sebagainya.
Selain itu, beberapa
ahli dan pakar inderaja juga mengemukakan pengertian lain dari penginderaan
jauh, diantaranya yaitu:
1. American Society of Photogrammetry
Penginderaan jauh adalah
pengukuran atau perolehan informasi dari beberapa sifat objek atau fenomena
dengan memakai alat perekam tanpa kontak fisik secara langsung dengan objek
atau fenomena yang dikaji.
2. Avery
Pengertian penginderaan
jauh menurut Avery adalah upaya untuk memperoleh, menunjukkan
(mengidentifikasi), dan menganalisis objek dengan sensor pada posisi pengamatan
daerah kajian.
3. Campbell
Inderaja adalah ilmu
untuk memperoleh informasi mengenai permukaan bumi, seperti lahan, penampakan
alam dan air, berdasarkan citra yang diperoleh dari jarak jauh.
4. Colwell
Collwel mendefinisikan
penginderaan jauh sebagai suatu metode pengukuran dan perolehan data pada objek
di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain dari atas atau jarak jauh
dari objek yang diindera.
5. Curran
Kegiatan penginderaan
jauh (inderaja) adalah penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam
gambar penampakan alam dan lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan
sehingga menghasilkan informasi yang berguna.
6. Lindgren
Penginderaan jauh merupakan
berbagai teknik yang dikembangkan untuk pengambilan, perolehan dan analisis
informasi tentang bumi.
7. Welson dan Bufon
Welson dan Bufon
berpendapat jika penginderaan jauh adalah sebagai suatu ilmu, seni, dan teknik
untuk memperoleh objek, area, dan gejala dengan menggunakan alat tanpa
interaksi langsung dengan objek, area, dan gejala tersebut.
Manfaat Penginderaan Jauh
Penginderaan jauh
semakin banyak digunakan karena mempunyai beragam manfaat dan keunggulan antara
lain yaitu:
·Kita dapat memetakan suatu
objek atau fenomena secara cepat meskipun pada daerah yang sulit ditempuh
melalui survei lapangan yang konvensional seperti hutan, rawa, pegunungan
kawasan terpelosok,
·Inderaja mampu
menggambarkan obyek, fenomena atau gejala di permukaan bumi dengan wujud dan
letak yang mirip serta sesuai dengan fakta aktualnya, mencakup kawasan yang
luas, gambaran yang relatif lengkap dan sifat gambar yang permanen,
·Manfaat penginderaan
jauh bisa memberikan gambar tiga dimensi (3D) apabila dilihat menggunakan
stereoskop. Gambar 3D sangat menguntungkan bagi penelitian sebab menyajikan
model objek yang jelas, pengukuran lereng dan pengukuran volume, memungkinkan
pengukuran beda tinggi dan relief lebih jelas pula.
·Penginderaan jauh dapat
memvisualisasikan benda atau fenomena yang tidak tampak sehingga dimungkinkan
pengenalan objeknya.
Dari 4 uraian manfaat
penginderaan jauh (Inderaja) di atas telah menggambarkan fungsi yang sangat
besar dalam sistem informasi data dan pengelolaannya. Terutama untuk mendeteksi
perubahan data dan pengembangan model pada berbagai kepentingan.
ontoh pemanfaatan penginderaan jauh
(inderaja) di bidang Geologi.
Di bawah ini disajikan
beberapa manfaat penginderaan jauh di berbagai bidang pengetahuan.
A.Manfaat Penginderaan Jauh di
Bidang Meteorologi dan Klimatologi
Pemanfaatan aplikasi
penginderaan jauh untuk bidang meteorologi dan klimatologi memiliki acuan yang
sangat luas.
Keluaran (output) data
dari inderaja sangat krusial diaplikasikan untuk mengetahui keadaan lingkungan
atmosfer. Guna memperoleh data lingkungan tentang atmosfer melalui inderaja,
alat yang diperlukan adalah satelit.
Di antara satelit-satelit yang digunakan untuk informasi
lingkungan atmosfer misalnya Synchronous Meteorological
Satellite (SMS).
Generasi ketiga dari satelit tersebut diganti namanya
menjadi Geosyncronous Operational Environment Satellite (GOES).
Aplikasi penginderaan
jauh untuk bidang meteorologi dan klimatologi antara lain yaitu:
B. Kegunaan Penginderaan Jauh
untuk Pemetaan
Pemanfaatan foto
udara/citra hasil penginderaan untuk kegiatan pemetaan merupakan kegiatan yang
umum dilakukan di zaman modern ini.
Informasi spasial yang
disajikan dalam peta citra merupakan data raster yang bersumber dari hasil
perekaman citra satelit secara berkelanjutan.
Tahapan dalam pemetaan
menggunakan hasil inderaja ini dengan membuat pola menggunakan data
penginderaan jauh yang diawali dengan penggabungan foto udara dalam bentuk
mozaik guna membatasi wilayah yang akan dipetakan.
Salah satu contoh
pemanfaatan teknologi inderaja untuk kegiatan di bidang pemetaan misalnya untuk
pemetaan daerah rawan banjir.
Peta
prakiraan daerah potensi banjir di Indonesia sebagai salah satu penerapan dan
manfaat penginderaan jauh pada bidang pemetaan (BMKG)
Beberapa keunggulan
pemetaan menggunakan teknologi inderaja antara lain:
1.Hasil inderaja dapat digunakan untuk memetakan
daerah yang sangat luas dengan cepat, pemetaan manual biasanya hanya digunakan
untuk memetakan daerah yang sangat sempit,
2.Biaya lebih murah dibanding survei lapangan
langsung,
4.Proses pembuatan peta dengan penginderaan jauh
lebih cepat selesai.
C. Fungsi Inderaja di Bidang
Kependudukan dan Perencanaan Wilayah
Penginderaan jauh
menghasilkan data yang ringkas tentang lingkungan yang berkenaan dengan bumi.
Salah satu aplikasi yang nyata dari pemanfaatan hasil penginderaan jauh dalam
bidang kependudukan adalah untuk memetakan distribusi spasial penduduk.
Selain pemetaan
distribusi spasial kependudukan, data inderaja juga dapat dimanfaatkan untuk
meneliti dampak keberadaan manusia dalam lingkungan hidup.
Karena ukuran penduduk
terlalu kecil, pola distribusinya hanya dapat diinterpretasi secara tidak
langsung, yaitu berdasarkan pola permukiman penduduk atau bukti lain yang
tampak.
Pola permukiman penduduk
itu sendiri dapat diketahui dengan menginterpretasikan bentuk lahan dan
penggunaanya.
D. Manfaat Penginderaan Jauh di
Bidang Kehutanan
Pemanfaatan inderaja pada bidang kehutanan
berkaitan dengan pengelolaan hutan untuk kayu termasuk perencanaan pengambilan
hasil kayu, pemantauan penebangan dan penghutanan kembali, pengelolaan dan
pencacahan margasatwa, inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan,
rekreasi, dan pengawasan kebakaran.
Kondisi fisik hutan
sangat rentan terhadap bahaya kebakaran, maka penggunaan citra inframerah akan
membantu dalam penyediaan data dan informasi dalam rangka monitoring perubahan temperatur secara
berkesinambungan dengan aspek geografis yang cukup memadai sehingga
implementasi di lapangan dapat dilakukan dengan sangat mudah dan cepat.
E. Kegunaan Penginderaan Jauh
di Bidang Kelautan
Manfaat penginderaan jauh di bidang oseanografi (kelautan) antara
lain yaitu:
1.Mengamati sifat fisis laut, seperti suhu
permukaan, arus permukaan, dan salinitas sinar tampak (0-200 m),
2.Mengamati pasang surut dan gelombang laut
(tinggi, arah, dan frekuensi),
3.Mencari lokasi upwelling, singking
dan distribusi suhu permukaan,
4.Melakukan studi perubahan pantai, erosi, dan
sedimentasi (LANDSAT dan SPOT).
F. Aplikasi Inderaja di Bidang
Ilmu Bumi dan Lingkungan
Pengaplikasiaan inderaja pada bidang ilmu bumi
(geofisika, geologi, dan geodesi) diantaranya adalah sebagai berikut:
1.Melakukan pemetaan permukaan, di samping
pemotretan dengan pesawat terbang dan menggunakan aplikasi GIS,
2.Menentukan struktur geologi dan macam batuan,
3.Melakukan pemantauan daerah bencana (kebakaran),
pemantauan aktivitas gunung berapi, dan pemantauan persebaran debu vulkanik,
4.Melakukan pemantauan distribusi sumber daya
alam, seperti hutan (lokasi, macam, kepadatan, dan perusakan), bahan tambang
(uranium, emas, minyak bumi, dan batubara,
5.Melakukan pemantauan pencemaran laut dan lapisan
minyak di laut,
6.Melakukan pemantauan pencemaran udara dan
pencemaran laut.
G. Biang Luar Angkasa
Tidak hanya bagi kehidupan di Bumi saja,
penginderaan jauh juga bermanfaat untuk informasi luar angkasa. Hal ini
dilakukan untuk penelitian terkait keberadaan planet, benda luar angkasa, dan
partikel-partikel lain di luar angkasa.
H. Bidang Perairan dan Hidrologi
Penginderaan jauh dapat dimanfaatkan untuk
memetakan sungai atau endapan yang terjadi di sungai. Hal ini bertujuan untuk
mengetahui daerah rawan banjir, daerah aliran sungai (DAS), hingga wilayah pemeliharaan
sungai
I. . Bidang
Geofisika, Geologi, dan Geodesi
Manfaat penginderaan jauh dalam bidang ini dapat
ditujukan untuk menentukan struktur jenis batuan, wilayah rawan bencana, persebaran
sumber daya alam seperti hutan atau tambang, pemantauan pencemaran udara dan
laut, hingga penggunaan wilayah pemukiman.
J. Bidang
Pertanian
Manfaat penginderaan jauh dalam bidang pertanian
untuk mengetahui letak tanah yang subur dan tandus. Selain itu, inderaja
berperan mengetahui kemiringan lereng, kontur Bumi, penataan kawasan pertanian,
penentuan jenis tanaman, dan pengelolaan lahan.
K. Bidang Pariwisata
Dalam bidang pariwisata, penginderaan jauh dimanfaatkan untuk
analisis potensi wisata dalam suatu wilayah tertentu. Dengan penyajian
informasi spasial dari penginderaan jauh, potensi wisata dapat dipetakan mulai
dari yang mudah diakses hingga yang sulit diakses.
L. Manfaat Penginderaan Jauh di Bidang
Penggunaan Lahan
Inventarisasi penggunaan
lahan penting dilakukan untuk mengetahui apakah pemetaan lahan yang dilakukan
oleh aktivitas manusia sesuai dengan potensi ataupun daya dukungnya.
Penggunaan lahan yang
sesuai memperoleh hasil yang baik, tetapi lambat laun hasil yang diperoleh akan
menurun sejalan dengan menurunnya potensi dan daya dukung lahan tersebut.
Integrasi teknologi
penginderaan jauh merupakan salah satu bentuk yang potensial dalam penyusunan
arahan fungsi penggunaan lahan.
Dasar penggunaan lahan
dapat dikembangkan untuk berbagai kepentingan penelitian, perencanaan, dan
pengembangan wilayah.
Contohnya penggunaan
lahan untuk usaha pertanian atau budidaya dan permukiman.
Beberapa bidang disiplin
ilmu tersebut menggunakan citra satelit sumber daya.
Data satelit sangat
beragam tergantung pada jenis satelitnya. Misal, satelit sumber daya ditujukan
untuk memperoleh data sumber daya alam.
Contoh satelit SDA yang
lain adalah :
1.Landsat (Land Resources Satellite) diluncurkan
dan dimiliki oleh Amerika Serikat.
2.SPOT (System Probotaire de Observation de la
Terra) diluncurkan dan dimiliki oleh Perancis.
3.MOS (Marine Observation Satellite) diluncurkan
dan dimiliki oleh Jepang.
4.Seasat (Sea Satellite) diluncurkan oleh Amerika
Serikat.
5.ERS (Earth Resources Satellite) diluncurkan dan
dimiliki oleh Eropa.
6.Luna diluncurkan dan dimiliki oleh Rusia.
Data hasil penginderaan jauh ini disebut dengan
citra. Melalui tahap interpretasi citra, data penginderaan jauh dapat
dimanfaatkan untuk berbagai bidang kehidupan.
Berikut DetikEdu rangkum dari buku Dasar-Dasar
Penginderaan Jauh karya Insyani R.S., manfaat penginderaan jauh terhadap
berbagai bidang kehidupan kita.
Manfaat Penginderaan Jauh di Berbagai Bidang
Kehidupan
Berikut adalah Kumpulan Soal Pilihan Ganda Berserta Kunci
Jawaban Geografi Kelas 12 Tentang Pemanfaatan Peta Pengindraan Jauh dan SIG yang
terdiri dari 30 soal pilihan ganda. Dengan adanya soal latihan ini semoga bisa
sebagai bahan pembelajaran dan latihan sebelum menghadapi ujian.
Berikut
adalah Kumpulan Soal Pilihan Ganda Geografi Kelas 12 Tentang Pemanfaatan Peta
Pengindraan Jauh dan SIG yang terdiri dari 30 soal pilihan ganda. Dengan adanya
soal latihan ini semoga bisa sebagai bahan pembelajaran dan latihan sebelum
menghadapi ujian.
1. Berikut ini merupakan pemanfaatan peta dalam bidang
transportasi..
a. Mengetahui tingkat kerawanan bencana di jalan raya b. Mengetahui rute perjalanan dari awal sampai
dengan lokasi tujuan c. Mengetahui kesesuaian lahan jalan
d. Mengetahui tingkat estimasi biaya angkutan umum
e. Mengetahui akurasi persimpangan jalan
2. Dalam penggunaan peta jaringan transportasi, informasi apakah
yang dapat diperoleh dalam peta tersebut..
a. Informasi tiket pesawat
b. Informasi luas jalan
c. Informasi pemberangkatan
d. Informasi jenis kendaraan e. Informasi kemacetan
3. Dari pernyataan berikut, manakah yang merupakan pemanfaatan
penginderaan jauh di bidang tata guna lahan yang paling benar.. a. Monitoring perubahan lahan
b. Mengetahui tingkat kepadatan
c. Monitoring jumlah air dan
d. Mengetahui perencanaan pembangunan
e. Monitoring persebaran lahan
4. Untuk mengetahui perubahan pengguanaan lahan di wilayah kota
maka citra yang dibutuhkan adalah citra..
a. Citra spasial b. Citra temporal
c. Citra spektral
d. Citra multidimensional
e. Citra foto
5. Mengetahui tingkat kepadatan permukiman penduduk merupakan
manfaat penginderaan jauh di bidang..
a. Perwilayahan
b. Tata kota c. Tata guna lahan
d. Perencanaan pembanguan
e. Kependudukan
6. Segala informasi baik data kualitatif dan kuantitatif yang
ada di dalam peta dapat diketahui di dalam komponen peta yaitu..
a. Insert
b. Judul
c. Skala d. Legenda
e. Simbol
7. Komponen penginderaan jauh yang berfungsi sebagai alat
perekam dalam monitoring perubahan lahan adalah..
a. Sumber energi b. Sensor
c. Citra
d. Wahana
e. Detektor
8. Satelit yang digunakan untuk memonitoring perubahan lahan
dari tahun ke tahun agar hasil yang di dapat lebih akurat sebaiknya menggunakan
satelit..
a. NOAA
b. SEASET
c. ICONOS
d. PALAPA e. LANDSAT
9. Pengertian pengindraan jauh adalah.. a. Ilmu atau seni untuk mendapatkan informasi
tentang objek melaluianalisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa
kontak langsung dengan objek
b. Ilmu yang mempelajari objek dengan menggunakan alat tertentu
c. Aktivitas untuk mendapatkan, mengidentifkasi, dan menganalisis objek dengan
jalan menggunakan sensor pada posisi pengamatan arah kajian
d. Teknik untuk mendapatkan dan analisis tentang bumi
e. Perolehan informasi tentang bumi dengan menggunakan sensor tanpa menyentuh
objeknya
10. Pengindraan jauh memiliki banyak manfaat. Contoh pemanfaatan
pengindraan jauh dalam bidang oseanografi adalah..
a. Pengamatan iklim di suatu daerah
b. Pengamatan fisik DAS
c. Pengamatan daerah aliran sungai d. Pemantauan pencemaran laut dan lapisan minyak
laut
e. Pemetaan permukaan bumi
11. Berikut ini merupakan komponen-komponen dari SIG, yaitu..
a. Perangkat lunak, perangkat keras, dan tenaga operasional b. Perangkat keras, perangkat lunak, data, sumber
daya manusia, dan metode
c. Cukup dengan komputer beserta perangkatnya dan sumber daya manusia
d. Perangkat keras, basis data, dan sumber daya manusia
e. Perangkat lunak, basis data, sumber daya manusia, dan metode
12. Salah satu peranan SIG dalam kajian geografi khususnya dalam
pengelolaan lahan pantai adalah..
a. Mengetahui sumber daya yang ada di dasar laut
b. Memantau pencemaran air laut
c. Memantau pasang surut air laut
d. Pemantauan
daerah hutan mangrove
e. Mengetahui ph air laut
13. Manfaat lain adalah..
a. Mengetahui banyaknya sumber daya alam
b. Mengetahui kandungan apa yang ada di tanah
c. Sumber daya alam yang tercemar cepat terdeteksi
d. Sumber daya alam yang yang habis dapat diperbarui e. Mendeteksi daerah sumber daya alam
14. Alat perekam dalam penginderaan jauh akan dibawa oleh sebua
kendaraan berupa.. a. Sensor
b. Wahana
c. Sumber energi
d. Objek
e. Citra
15. Manakah yang merupakan manfaat penginderaan jauh dalam
bidang tata ruang kota.. a. Menentukan lokasi taman kota
b. Menentukan persebaran penyakit
c. Menentukan lokasi pertanian
d. Menentukan kawasan resapan air
e. Mengawasi perekonomian rakyat
16. Aplikasi Sistem Informasi Geografi untuk kajian kesehatan
lingkungan dilakukan dengan cara..
a. Menghitung luas tutupan vegetasi
b. Memperkirakan kedalaman air tanah
c. Menilai keadaan atmosfer
d. Mengidentifikasi area lahan terbangun e. Mengkaji parameter lingkungan fisik
17. Salah satu manfaat penginderaan jauh di bidang geologi
adalah..
a. Mendeteksi penggunaan lahan
b. Memetakan lahan kritis c. Mengidentifikasi struktur batuan suatu wilayah
d. Mengamati cuaca dan tekanan udara
e. Memantau sebaran curah hujan
18. Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari persamaan
dan perbedaan geosfer dengan menggunakan pendekatan kelingkungan dan
kewilayahan dalam konteks keruangan. Definisi tersebut dikemukakan oleh.. a. Ikatan Geografi Indonesia
b. I Made Sandy
c. Richard Hartshorne
d. Gilelea Galileo
e. Claudius Ptolomeus
19. Bentuk simbol yang umum digunakan untuk menyajiakan data
geografis, seperti sungai, batas wilayah, dan jalan adalah..
a. Polygon
b. Titik
c. Area d. Garis
e. Batang
20. Manfaat SIG dalam kegiatan pembangunan jalan adalah..
a. Menentukan perluasan badan jalan
b. Menentukan lokasi kemacetan lalu lintas
c. Menentukan pusat pertumbuhan
d. Menganalisis wilayah kesesuaian lokasi terminal e. Menentukan jalur alternatif
21. Dalam analisa networking, untuk menganalisa waktu tempuh
menuju ke suatu tempat disebut dengan.. a. Drive time b. Closet facility
c. Analisa jalur
d. Routing
e. Petunjuk arah
22. Dalam analisa SIG overlay terdapat metode yang digunakan
untuk melihat semua lapis data disebut dengan.. a. Union
b. Intersect
c. Drive time
d. Routing
e. Pewilayahan
23. Seorang ahli dapat menginterpretasi catatan populasi spesies
dan menelusuri peristiwa keracunan dan perkembangan populasi, maka hal itu
diperoleh dengan menempatkan Sistem Informasi Geografis dalam kehidupan
sehari-hari di bidang..
a. Perekonimoian b. Lingkungan
c. Transmigrasi
d. Perkotaan
e. Pegunungan
24. Apakah fungsi dari buffering pada SIG? a. Pemetaan zonasi
b. Menunjukkan sebagian kenampakan bumi
c. Melihat objek tanpa kontak langsung
d. Mengetahui fasilitas terdekat
e. Mencari rute ke banyak lokasi
25. Apakah manfaat peta pada zaman modern sekarang ini? a. Berbagi informasi
b. Memindahkan data gelombang
c. Time based
d. Meningkatkan kualitas citra
e. Reduksi
26. Sumber tenaga alami yang digunakan untuk pengindraan jauh
adalah.. a. Matahari
b. Lampu sorot
c. Senter
d. Kamera
e. Drone
27. Berikut ini yang bukan termasuk wahana dalam pengindraan
jauh adalah..
a. Kamera
b. Drone c. Matahari d. Balon udara
e. Helikopter
28. Berikut ini yang termasuk fungsi pengolaan pengindraan
jauh..
a. Analisis kualitas peta
b. Analisis kualitas citra
c. Analisis perubahan tingkah laku manusia d. Analisis biofisik e. Data atribut
29. Dalam pengolaan PJ terdapat proses peningkatan kualitas
citra yang disebut dengan..
a. Image transformation b. Image enchacement c. Image clasification
d. Preprocessing
e. Routing
30. Berikut yang termasuk objek dalam pengindraan jauh,
kecuali.. a. Drone
b. persebaran barang tambang
c. daerah bencana alam
d. persebaran area kebakaran hutan
e. analisis tata guna lahan