Kamis, 07 Mei 2026

SIKLUS HIDROLOGI

 


HIDROLOGI DAN SIKLUS HIDROLOGI

 

Bumi merupakan planet di tata surya yang mana permukaannya terdiri dari dua bentuk, yakni daratan dan juga perairan. Bumi jika dilihat dari luar angkasa maka warnanya akan seperti kelereng, yakni ada biru, putih, dan juga coklat. Biru menandakan perairan, putih adalah ombak- ombaknya, dan coklat adalah daratan yang digunakan sebagai tempat tinggal manusia. Apabila kita melihat Bumi dari kejauhan tersebut, akan tampak bahwa perairan lebih besar daripada daratan. Hal itu berarti Bumi ini kaya akan sumber air. Sumber air di Bumi ini bermacam- macam, bukan hanya samudera atau macam- macam laut, namun juga macam- macam danau, sungai, rawa, mata air,dan lain sebagainya.

Hidrosfer adalah seluruh air yang terdapat di permukaan Bumi, baik dalam bentuk cair, padat, maupun gas. Termasuk di dalamnya air laut, air tawar di danau dan sungai, air tanah, es di kutub dan gletser, serta uap air di atmosfer. Jadi, hidrosfer ini adalah salah satu dari empat komponen utama sistem Bumi, selain atmosfer, litosfer, dan biosfer.

Hidrosfer berperan penting dalam berbagai proses alam dan kehidupan. Tanpa hidrosfer, nggak akan ada hujan yang menyirami tanaman, nggak ada sungai yang mengalirkan air segar, dan nggak ada laut tempat ikan-ikan hidup. Intinya, hidrosfer adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan di Bumi.

Apia Itu Siklus Hidrologi?

Siklus hidrologi adalah proses pergerakan air yang terus-menerus dari Bumi ke atmosfer dan kembali lagi, yang melibatkan berbagai tahapan penting bagi kehidupan di Bumi.

Tahapan- tahapan Siklus Hidrologi

Sebuah siklus pastilah mempunyai beberapa tahapan yang berangkai. Tahapan- tahapan tersebut apabila tergabung antara satu dengan yang lainnya maka akan terciptalah sebuah siklus. Dengan kata lain, siklus ini terjadi karena adanya tahapan- tahapan yang saling berkaitan satu sama lain dan bentuknya memutar. Siklus hidrologi ini setidaknya mencakup 9 tahap, yakni evaporasi, transpirasi, evapotranspirasi, sublimasi, kondensasi, adveksi, presipitasi, run off, dan infiltrasi. Siklus air secara umum dapat digambarkan dalam gambar disamping. Gambar disamping menunjukkan langkah- langkah atau tahapan siklus hidrologi yang membentuk gerakan memutar. Adra lebih jelas, masing- masing tahapan tersebut akan kita bahas sebagai berikut.

1.      Evaporasi

Tahapan pertama dalam siklus hidrologi ini adalah evaporasi. Evaporasi merupakan istilah lain dari penguapan. Siklus hidrologi akan dimulai dari adanya penguapan. Penguapan yang mengawali terjadinya siklus hidrologi adalah penguapan dari air yang ada di Bumi, seperti samudera, laut, danau, rawa, sungai , bendungan, bahkan di areal persawahan. Semua air tersebut akan berubah menjadi uap air karena adanya pemanasan dari sinar matahari. Hal inilah yang disebut dengan evaporasi atau penguapan.

Evaporasi ini akan mengubah bentuk air yang semula cair menjadi uap air yang berwujud gas. Karena menjadi wujud gas, hal ini memungkinkan bahwa gas tersebut dapat naik ke atas (ke atmosfer) karena terbawa oleh angin. Semakin panas sinar matahari yang diterima, maka akan semakin banyak air yang berubah menjadi uap air, dan semakin banyak pula yang terbawa ke lapisan atmosfer Bumi.

2.      Transpirasi

Selain evaporasi, ada bentuk penguapan lainnya yakni penguapan yang berasal dari jaringan makhluk hidup. Penguapan yang terjadi di jaringan makhluk hidup ini disebut sebagai transpirasi. Transpirasi ini terjadi di jaringan hewan maupun tumbuhan.

Sama halnya dengan evaporasi, transpirasi ini juga mengubah air yang berwujud cair dari jaringan makhluk hidup tersebut menjadi uap air. Uap air ini juga akan terbawa ke atas, yakni ke atmosfer. Namun, biasanya penguapan yang terjadi karena transpirasi ini jumlahnya lebih sedikit atau lebih kecil daripada penguapan yang terjadi karena evaporasi.

3.      Evapotranspirasi

Evapotranspirasi ini merupakan gabungan dari evapotasi dan juga transpirasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa evapotranspirasi ini merupakan total penguapan air atau penguapan air secara keseluruhan, baik yang ada di permukaan Bumi atau tanah maupun di jaringan makhluk hidup. Dalam siklus hidrologi, evapotranspirasi ini sangatlah mempengaruhi jumlah uap air yang ternagkut ke atas atau ke atmosfer Bumi.

4.      Sublimasi

Tahapan yang lainya adalah sublimasi. Jadi selain melalui proses penguapan, naiknya uap air ke atmosfer ini juga terjadi melalui proses sublimasi. Apa sebenarnya sublimasi itu? Sumblimasi merupakan proses perubahan es di kutub atau di puncak gunung menjadi uap air, tanpa harus melalui proses cair terlebih dahulu.

Sublimasi ini juga tidak sebanyak penguapan (evaporasi maupun transpirasi), namun meski sedikit tetap saja sublimasi ini berkontribusi erat terhadap jumlah uap air yang terangkat ke atmosfer. Dibandingkan dengan evaporasi maupun transpirasi, proses sublimasi ini berjalan lebih lambat dari pada keduanya. Sublimasi ini terjadi pada tahap sikulus hidrologi panjang.

5.      Kondensasi

 Kondensasi merupakan proses berubahnya uap air menjadi partikel- partikel es. Ketika uap air dari proses evaporasi, transpirasi, evapotranspirasi, dan sublimasi sudah mencapai ketinggian tertentu, uap air tersebut akan berubah menjadi partikel-partikel es yang berukuran sangat kecil melalui proses konsendasi. Perubahan wujud ini terjadi karena pengaruh suhu udara yang sangat rendah saat berada di ketinggian tersebut. Partikel- partikel es yang terbentuk tersebut akan saling mendekati satu sama lain dan bersatu hingga membentuk sebuah awan. Semakin banyak partikel es yang bersatu, maka akan semakin tebal dan juga hitam awan yang terbentuk. Inilah hasil dari proses kondensasi.

6.      Adveksi

Adveksi ini terjadi setelah partikel- partikel es membentuk sebuah awan. Adveksi merupakan perpidahan awan dari satu titik ke titik lainnya namun masih dalam satu horisontal. Jadi setelah partikel- partikel es membentuk sebuah awan yang hitam dan gelap, awan tersebut dapt berpindah dari satu titik ke titik yang lain dalam satu horizontal.

Proses adveksi ini terjadi karena adanya angin maupun perbedaan tekanan udara sehingga mengakibatkan awan tersebut berpindah. Proses adveksi ini memungkinkan awan akan menyebar dan berpindah dari atmosfer yang berada di lautan menuju atmosfer yang ada di daratan. Namun perlu diketahui bahwa tahapan adveksi ini tidak selalu terjadi dalam proses hidrologi, tahapan ini tidak terjadi dalam siklus hidrologi pendek.

7.      Presipitasi

Awan yang telah mengalami proses adveksi tersebut selanjutnya akan mengalami presipitasi. Presipitasi merupakan proses mencairnya awan hitam akibat adanya pengaruh suhu udara yang tinggi. Pada tahapan inilah terjadinya hujan. Sehingga awan hitam yang tebentuk dari partikel es tersebut mencair dan air tersebut jatuh ke Bumi manjadi sebuah hujan. Namun, tidak semua presipitasi menghasilkan air.

Apabila presipitasi terjadi di daerah yang mempunyai suhu terlalu rendah, yakni sekitar kurang dari 0 Celcius, maka prepitisasi akan menghasilkan hujan salju. Awan yang banyak mengandung air tersebut akan turun ke litosfer dalam bentuk butiran- butiran salju tipis. Hal ini dapat kita temui di daerah yang mempunyai iklim sub tropis, dimana suhu yang dimiliki tidak terlalu panas seperti di daerah yang mempunyai iklim tropis.

8.      Run Off

Tahapan run off ini terjadi ketika sudah di permukaan Bumi. Ketika awan sudah mengalami proses presipitasi dan menjadi air yang jatuh ke Bumi, maka air tersebut akan mengalami proses run off. Run off atau limpasan ini merupakan proses pergerakan air dari tempat yang tinggi menjuju ke tempat yang lebih rendah yang terjadi di permukaan Bumi. Pergerakan air tersebut dapat terjadi melalui saluran- saluran, seperti saluran got, sungai, danau, muara sungai, hingga samudera. Proses ini menyebabkan air yang telah melalui siklus hidrologi akan kembali menuju ke lapisan hidrosfer Bumi.

9.      Infiltrasi

Proses selanjutnya adalah proses infiltrasi. Air yang sudah berada di Bumi akibat proses presipitasi, tidak semuanya mengalir di permukaan Bumi dan mengalami run off. Sebagian dari air tersebut akan bergerak menuju ke pori- pori tanah, merembes, dan terakumulasi menjadi air tanah. Sebagian air yang merembes ini hanyalah sebagian kecil saja. Proses pergerakan air ke dalam pori- pori tanah ini disebut sebagai proses infiltrasi. Proses infiltrasi akan secara lambat membawa  air tanah untuk menuju kembali ke laut.

Setalah melalui proses run off dan infiltrasi, kemudian air yang telah mengalami siklus hidrologi akan kembali berkumpul ke lautan. Dalam waktu yang berangsunr- angsur, air tersebut akan kembali mengalami siklus hidrologi yang baru, dimana diawali dengan evaporasi. Dan itulah kesembilan dari tahapan siklus hidrologi.

Macam-macam Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi yang tahapan- tahapannya telah dijelaskan di atas ternyata tidak hanya terdiri atas satu macam saja. Siklus hidrologi ini terdiri atas beberapa macam. Macam- macam siklus hidrologi ini dilihat dari panjang atau pendeknya proses siklus hidrologi tersebut. Berdasarkan proses panjang dan pendeknya, siklus hidrologi ini dibagi menjadi 3 macam, yakni siklus hidrologi pendek, siklus hidrologi sedang dan siklus hidrologi panjang.

1.      Siklus hidrologi pendek




Siklus hidrologi pendek merupakan siklus hidrologi yang tidak mengalami proses adveksi. Uap air yang terbentuk melalui siklus hidrologi akan diturunkan mealui hujan yang terjadi di daerah sekitar laut tersebut. Penjelasan mengenai siklus hidrologi pendek ini adalah sebagai berikut:

·         Air laut yang terkena pemanasan sinar matahari akan mengalami penguapan dan menjadi uap air

·         Uap air tersebut akan mengalami kondensasi dan membentuk awan

·         Awan yang terbentuk tersebut akan menjadi hujan di sekitar permukaan laut tersebut.

2.      Siklus hidrologi sedang

                


Siklus yang selanjutnya adalah siklus hidrologi sedang. Siklus hidrologi sedang merupakan siklus hidrologi yang umum terjadi di Indonesia. Hasil dari siklus hidrologi sedang ini adalah turunnya hujan di atas daratan. Hal ini karena proses adveksi akan membawa awan yang terbentuk ke atas daratan. penjelasan mengenai siklus hidrologi sedang ini adalah sebagai berikut:

·         Air laut yang terkena pemanasan sinar matahari akan mengalami penguapan dan menjadi uap air

·         Uap air yang sudah terbentuk mengalami proses adveksi karena adanya angin dan tekanan udara, sehingga bergerak menuju ke daratan

·         Di atmosfer daratan, uap air tersebut akan membentuk awan dan kemudian akan berubah menjadi hujan

·         Air hujan yang jatuh di permukaan Bumi atau daratan akan mengalami run off, menuju ke sungai dan kembali ke laut.

3.      Siklus hidrologi panjang


Siklus yang selanjutnya adalah siklus hidrologi panjang. Siklus hidrologi panjang merupakan siklus hidrologi yang umum terjadi di daerah beriklim sub tropis atau di daerah pegunungan. Melalui siklus hidrologi panjang ini hujan tidak langsung berbentuk air, namun turun dalam bentuk salju ataupun gletser terlebih dahulu. Penjelasan mengenai siklus hidrologi sedang ini adalah sebagai berikut:

·         Air laut yang terkena pemanasan sinar matahari akan mengalami penguapan dan menjadi uap air

·         Uap air yang telah terbetuk tersebut mengalami proses sublimasi

·         Kemudian terbentukla awan yang mengandung kristal- kristal es

·         Awan mengalami proses adveksi dan kemudian bergerak ke daratan

·         Awan akan mengalami presipitasi dan turun sebagai salju

·         Salju akan terakumulasi menjadi gletser

·         Gletser tersebut akan mencair karena adanya pengaruh suhu udara dan membentuk aliran sungai

·         Air dari gletser dan mengalir di sungai tersebut kemudian akan kembali ke laut.

Itulah macam- macam siklus hidrologi yang dilihat dari panjang dan pendeknya proses yang terjadi. Contoh dari masing- masing proses adalah hujan lokal di area lautan (siklus hidrologi pendek), hujan di daerah tropis (siklus hidrologi sedang), dan hujan salju (siklus hidrologi panjang).

latihan soal

1. Proses penguapan air yang ada di permukaan bumi secara langsung melalui proses pemanasan muka bumi disebut..
a. Transpirasi
b. Transformasi
c. Evaporasi *
d. Evapotranspirasi
e. Transportasi

2. Peresapan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah dinamakan proses..
a. Infiltrasi *
b. Kondensasi
c. Evapotranspirasi
d. Presipitasi
e. Sublimasi

3. Sungai yang banyak terbentuk di daerah patahan umumnya memiliki pola..
a. Radial
b. Trelis
c. Dendritik
d. Rektangular *
e. Annular

4. Pola aliran radial sentrifugal adalah pola aliran..
a. Menjari meninggalkan pusat *
b. Menyirip daun
c. Membentuk sudut siku-siku
d. Menjari menuju pusat
e. Tidak teratur

5. Karakteristik sungai di bagian hilir adalah..
a. Lembah sungai berbentuk huruf v
b. Erosi vertikal lebih kuat daripada erosi horizontal
c. Aliran airnya sangat deras
d. Banyak dijumpai meander *
e. Masih dijumpai jeram

6. Sungai konsekuen adalah sungai yang arah alirannya..
a. Berlawanan dengan kemiringan lereng
b. Sejajar dan searah dengan kemiringan lereng *
c. Tidak sesuai dengan kemiringan batuan daerah yang dilaluinya
d. Tegak lurus dengan kemiringan batuan yang dilaluinya
e. Tidak teratur

7. Zona laut yang memiliki kedalaman maksimal 200 meter dan masih tembus matahari dinamakan..
a. Batial
b. Abisal
c. Neritik *
d. Paparan
e. Hadal

8. Pola aliran sentripetal menggambarkan wilayah..
a. Dataran
b. Cekungan *
c. Puncak gunung
d. Patahan
e. Lipatan

9. Pada daerah pertemuan antara arus panas dan arus dingin banyak terdapat ikan, sebab..
a. Ikan lebih senang tinggal di daerah panas
b. Ikan yang terbawa oleh arus dingin terhenti di daerah tersebut
c. Di daerah tersebut baik untuk fotosintesis plankton *
d. Di daerah tersebut merupakan paparan
e. Di daerah tersebut memiliki kadar garam tinggi

10. Yang merupakan danau tektonovulkanik adalah..
a. Danau Kelimuntu
b. Danau Tawuti
c. Danau Tondano
d. Danau Toba *
e. Danau Singkarak

11. Secara hidrologis, keberadaan hutan sangat mendukung upaya konservasi sumber daya air karena..
a. Memperbaiki kualitas air tanah
b. Mengendalikan potensi air tanah
c. Menjamin kelestarian air
d. Menjaga kualitas air
e. Meningkatkan resapan air *

12. Istilah di bawah ini yang tidak termasuk kedalam proses siklus hidrologi adalah..
a. Evapotranspirasi
b. Intersepsi *
c. Presipitasi
d. Infiltrasi
e. Transpirasi

13. Berikut ini merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi potensi timbulnya bencana alam banjir yaitu..
a. Melakukan tebang pilih
b. Melakukan pembukaan lahan pertanian baru
c. Melakukan penebangan liar
d. Melakukan reboisasi *
e. Membuka Kawasan permukiman baru

14. Berikut ini merupakan beberpa fungsi waduk, kecuali..
a. Sebagai sumber pengairan bagi lahan pertanian
b. Sebagai sarana rekreasi
c. Sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air
d. Sebagai tempat penampungan air saat terjadi hujan deras
e. Sebagai sumber penyebab timbulnya banjir *

15. Massa yang dapat dilihat dari tetesan air atau kristal beku yang menggantung di atmosfer yang berada di atas permukaan bumi disebut..
a. Angin
b. Hujan
c. Awan *
d. Embun
e. Sungai

16. Kondisi tanah yang mencapai titik jenuh sehingga tidak mampu menyerap air hujan dan menghasilkan genangan disebut..
a. Presipitasi
b. Infiltrasi
c. Run Off *
d. Kondensasi
e. Evapotranspirasi

Temukan lebih banyak

Sumber Daya Pendidikan

Studi Komunikasi & Media

17. Berdasarkan proses terbentuknya, Waduk Serbaguna Wonogiri (waduk gajahmungkur) termasuk kedalam jenis danau..
a. Tektonik
b. Vulkanik
c. Tektovulkanik
d. Dolina
e. Buatan *

18. Bencana banjir yang sering terjadi di wilayah Indonesia umumnya terjadi karena adanya gangguan dalam siklus hidrologi berupa..
a. Penurunan tingkat presipitasi
b. Peningkatan proses infiltrasi
c. Peningkatan perkolasi
d. Peningkatan aliran permukaan (run off) *
e. Penurunan tingkat evaporasi

19. Pernyataan yang tidak termasuk ke dalam faktor penyebab terbentuknya danau adalah..
a. Pelarutan batu kapur oleh air yang membentuk corong
b. Tingginya angka presipitasi dan intersepsi air pada musim hujan *
c. Gerakan tektonisme yang membentuk sebuah cekungan
d. Kepundan gunungapi yang tersumbat dan terisi air hujan
e. Terbentuknya kelurusan pada air sungai dan pemotongan aliran air sungai pada meander

20. Dalam siklus hidrologi, proses evapotranspirasi dipengaruhi oleh faktor..
a. Jumlah vegetasi di permukaan bumi
b. Jenis tanah dan tingkat kemiringan lereng
c. Intensitas penyinaran matahari *
d. Arah dan kekuatan angin yang berhembus
e. Luas perairan di permukaan bumi

21. Beberapa masyarakatt di wilayah pesisir pantai seperti Cirebon terkendala dalam mendapatkan air bersih untuk kegiatan sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan air sumur yang mereka miliki berasa payau. Hal apakah yang menyebabkan timbulnya fenomena tersebut..
a. Intrusi air laut yang masuk kedalam lapisan air tanah *
b. Partikel yang terkandung di dalam air tanah tersebut
c. Evaporasi yang terjadi pada lapisan air tanah tersebut
d. Pencemaran yang terjadi oleh industri di wilayah tersebut
e. Wilayah penduduk yang berada lebih rendah dari posisi air laut

22. Bagian sungai yang memiliki peluang untuk berkembangnya meander adalah..
a. Hilir sungai *
b. Tengah sungai
c. Hulu sungai
d. Tebing sungai
e. Bantaran sungai

23. Bagian sungai yang memiliki erosi dasar yang lebih besar dari pada erosi tebing sungai adalah..
a. Hilir sungai
b. Tengah sungai
c. Hulu sungai *
d. Tebing sungai
e. Bantaran sungai

24. Dari hasil citra penginderaan jauh, dapat diketahui bahwa sungai yang berada di daerah gunung yang berbentuk kerucut berpola..
a. Radial sentrifugal *
b. Pinnate
c. Dendritik
d. Annular
e. Radial sentripetal

25. Siklus hidrologi merupakan suatu sistem yang dinamis dan tertutup, di mana terdapat proses berikut, kecuali..
a. Evapotranspirasi
b. Konveksi *
c. Presipitasi
d. Perkolasi
e. Perkolasi

26. Banyaknya penduduk di kota membutuhkan ketersediaan air dalam skala banyak. Air tanah bersih dan sehat di wilayah perkotaan cenderung sulit di dapat. Di bawah ini faktor fisik yang mempengaruhi sulitnya air di wilayah perkotaan adalah..
a. Padatnya transportasi
b. Banyaknya slum area
c. Banyaknya sampah
d. Ruang terbuka hijau tidak terbatas
e. Banyaknya bangunan *

27. Penguapan yang berasal dari badan air dipermukaan dan dari pohon/batuan atau benda lainnya disebut..
a. Evapotranspirasi
b. Intersepsi
c. Presipitasi
d. Infiltrasi
e. Transpirasi *

28. Berikut adalah contoh arus laut panas, yaitu arus..
a. Oyashio
b. Kuroshio *
c. Labrador
d. Bengeula
e. Meksiko

29. Zona abissal merupakan zona laut dengan kedalaman..
a. 0 – 200 m
b. 200 – 2000 m
c. 2000 – 5000 m *
d. 5000 m
e. Semua salah

30. Berikut ini yang tidak termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi kadar garam air laut yaitu..
a. Banyak sedikitnya curah hujan
b. Besar kecilnya penguapan
c. Banyak sedikitnya endapan yang dibawa oleh sungai *
d. Arus laut
e. Banyak sedikitnya cairan es yang masuk kedalam laut

 

 

https://ilmugeografi.com/

https://www.mediaedukatif.com/

https://www.bing.com/

 


Senin, 27 April 2026

IKLIM DAN CUACA

 

CUACA DAN IKLIM

 

Perbedaan Cuaca dan Iklim

Cuaca dan iklim, meskipun tampak serupa, sebenarnya memiliki perbedaan yang signifikan. Cuaca menggambarkan kondisi atmosfer di suatu tempat dan waktu tertentu, bersifat jangka pendek dan mudah berubah-ubah. Sementara itu, iklim menggambarkan kondisi rata-rata cuaca di suatu wilayah dalam jangka waktu yang panjang, biasanya 30 tahun atau lebih. Bayangkan cuaca sebagai mood harian Anda, sementara iklim adalah kepribadian Anda secara keseluruhan.

Perbedaan ini penting untuk dipahami, karena menentukan bagaimana kita beradaptasi dengan lingkungan.

Unsur-Unsur Pembentuk Cuaca

Suatu fenomena cuaca merupakan hasil interaksi kompleks dari berbagai unsur. Unsur-unsur ini saling mempengaruhi dan menciptakan kondisi cuaca yang beragam. Berikut uraiannya:

o    Suhu Udara: Ukuran panas atau dinginnya udara. Suhu dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari, ketinggian tempat, dan tutupan lahan. Perbedaan suhu inilah yang menjadi pendorong utama terjadinya angin.

o    Kelembaban Udara: Jumlah uap air yang terkandung di udara. Kelembaban tinggi dapat menyebabkan cuaca lembap dan berpotensi hujan. Kelembaban rendah mengakibatkan cuaca kering.

o    Tekanan Udara: Berat udara pada suatu tempat. Perbedaan tekanan udara menyebabkan terjadinya angin, dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Sistem tekanan udara sangat berpengaruh terhadap pembentukan awan dan curah hujan.

o    Angin: Pergerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Kecepatan dan arah angin dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dan gaya Coriolis (rotasi bumi). Angin berperan besar dalam distribusi panas dan kelembaban di atmosfer.

o    Awan: Tetesan air atau kristal es yang terkumpul di atmosfer. Jenis awan bervariasi, dan setiap jenis menunjukkan potensi cuaca yang berbeda. Awan cumulonimbus misalnya, seringkali dikaitkan dengan badai petir.

o    Curah Hujan: Jumlah air yang jatuh ke permukaan bumi dalam bentuk hujan, salju, atau es. Curah hujan dipengaruhi oleh kelembaban udara, suhu udara, dan aktivitas konvektif di atmosfer.

 

Beberapa jenis iklim di dunia adalah sebagai berikut:

1.      Iklim Matahari

Iklim matahari merupakan salah satu dari jenis iklim dasar. Dasar perhitungan dalam melakukan pembagian daerah iklim matahari adalah kedudukan dan pergeseran semu matahari yang mempengaruhi banyaknya sinar matahari yang diterima oleh permukaan Bumi. Karena matahari selalu bergeser di antara lintang, maka terjadilah perbedaan penyinaran di permukaan Bumi. Berikut ini merupakan pembagian daerah iklim berdasarkan letak garis lintangnya:

·         Iklim tropis, merupakan iklim yang paling panas, dimana iklim tropis mendapatkan sinar matahari terbanyak daripada jenis iklim yang lainnya. Iklim tropis merupakan iklim yang menyinari di daerah yang berada di wilayah 23,5° LU hingga 23,5° LS. Indonesia secara astronomis mempunyai letak astronomis yang berada di wilayah ini, sehingga Indonesia mengalami iklim tropis (baca: iklim di Indonesia). Ciri iklim tropis yang paling kental hanya mempunyai dua musim, yaitu musim penghujan dan juga musim kemarau. Keduanya berlangsung masing- masing selama 6 bulan bergantian.

·         Iklim sub tropis, merupakan iklim yang berada di wilyaha yang mempunyai letak lintang antara 23,5° LU hingga 40° LU dan antara 23,5° LS hingga 40° LS. Tidak seperti iklim tropis, iklim sub tropis lebih sedikit mendapatkan panas matahari. Iklim sub tropis juga tidak hanya mempunyai dua musim saja seperti iklim tropis, namun mempunyai empat musim, yakni musim panas, musim gugur, musim dingin dan juga musim semi.

·         Iklim sedang, merupakan iklim yang dimiliki oleh wilayah yang berada di garis lintang antara 40° LU hingga 66,5° LU dan 40° LS hingga 66,5° LS. Iklim sedang menerima sinar matahari yang lebih sedikit daripada iklim tropis maupun sub tropis.

·         Iklim kutub, merupakan iklim yang dimiliki oleh daerah kutub dengan letak garis lintang antara 66,5° LU hingga 90° LU dan 66,5° LS hingga 90° LS. Iklim kutub ini hanya dimiliki oleh daerah kutub utara dan juga kutub selatan. Iklim kutub ini merupakan iklim es yang mana di sekitar daerahnya hanya terdapat es dan juga salju dimana- mana. Tidak banyak makhluk hidup yang dapat bertahan di iklim ini, hanya binatang dan tumbuhan tertentu saja.

Itulah beberapa jenis dari iklim matahari. Dari keempat jenis iklim di atas masing- masing mempunyai ciri khasnya sendiri.

2.      Iklim Fisis

Jenis kedua dari iklim selain iklim matahari adalah iklim fisis. Iklim fisis merupakan iklim yang pembagiannya di dasarkan pada kenyataan atau kondisi sebenarnya pada suatu daerah yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan alamnya. Iklim fisis dibagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

·         Iklim laut atau maritim, merupakan iklim yang dimiliki daerah- daerah yang berada di daerah sekitar laut atau memiliki banyak wilayah laut. Iklim laut sangat dipengruhi oleh keberadaan angin laut, sehingga suhu udara yang ada di daerah yang mempunyai iklim ini tergantung pada kondisi laut.

·         Iklim darat atau kontinental, kebalikan dari iklim laut adalah iklim darat atau iklim kontinental. Iklim ini dipunyai oleh daerah- daerah yang berada di wilayah jauh dari laut. Iklim ini juga dipengaruhi oleh keadaan yang ada di darat.

·         Iklim dataran tinggi

Selanjutnya ada iklim dataran tinggi. sesuai dengan namanya, iklim ini hanya dimiliki oleh daerah- daerah yang ada di daerah dataran tinggi. Daerah dataran tinggi mempunyai suhu udara yang lebih dingin dan juga tekanan udara yang lebih rendah. Iklim dataran tinggi mempunyai udara yang dingin, akibatnya tidak semua jenis tanaman dapat hidup di daerah ini. hanya tanaman yang habitatnya di daerah dingin saja yang dapat hidup, seperti tembakau, apel, strawberry dan lain sebagainya.

·         Iklim gunung atau pegunungan

Iklim gunung atau iklim pegunungan merupakan iklim yang dipunyai oleh daerah pegunungan. Sama seperti iklim dataran tinggi, iklim pegunungan juga mempunyai suhu yang dingin serta tekanan udara yang ebih rendah. Hanya saja iklim pegunungan ini berada di ketinggian yang lebih tinggi daripada dataran tinggi.

·         Iklim musim atau muson, iklim yang selanjutnya adalah iklim musim atau iklim muson. Iklim ini merupakan iklim yang sesuai dengan musim. Dan ini merupakan salah satu jenis iklim fisis.

·      Iklim Menurut Junghuhn

Junghuhn (bangsa Jerman) membuat klasifikasi iklim yang berdasarkan atas ketinggian tempat dan jenis tumbuhan yang cocok di suatu daerah. Yang penelitiannya dilakukan di Indonesia yaitu di pulau Jawa.

 

.  Iklim Koppen

Koppen mengadakan pembagian pada daerah iklim yang berdasarkan atas temperaturn dan hujan. Menurut sebuah keadaan temperatur dan curah hujannya, permukaan dibagi menjadi beberapa daerah iklim.

Dampak Perubahan Iklim

·         Akan mengakibatkan mencairnya sebuah bongkahan es yang ada didaerah kutub yang sehingga mengakibatkan permukaan air laut naik.

·         Terjadinya air laut naik akan menenggelamkan pulau dan menghalangi mengalirnya sebuah air sungai ke laut dan pada akhirnya akan menimbulkan banjir di dataran rendah.

·         Suhu bumi yang panas akan menyebabkan mengeringnya permukaan air yang sehingga air menjadi langka.

·         Akan mengakibatkan meningkatnya resiko terjadinya kebakaran hutan.

·         Akan mengakibatkan El Nino dan La Nina. El Nino ialah suatu peristiwa memanasnya suhu permukaan air laut yang berada di pantai barat peru, Ekuador(Amerika selatan) yang akan mengakibatkan gangguan iklim yang secara global. La Nina ialah suatu kondisi cuaca yang normal kembali setelah terjadinya El Nino.

SIKLUS HIDROLOGI

  HIDROLOGI DAN SIKLUS HIDROLOGI   Bumi merupakan  planet di tata surya  yang mana permukaannya terdiri dari dua bentuk, yakni daratan d...