Selasa, 14 Oktober 2025

SOAL LATIHAN TATA RUANG KOTA

 

TATA RUANG DESA

 

1.       Teori Konsentris (The Consentric Theory)

 



Gambar. Teori Konsentris Sumber: http://www.bbc.co.uk

Teori Ini dikembangkan oleh Ernest W. Burgess yang menyatakan bahwa perkembangan suatu kota akan mengikuti pola lingkaran-lingkaran konsentrik. Masing-masing zone tumbuh sedikit demi sedikit kea rah luar pada semua bagian sehingga pada akihirnya akan terbentuk pola keruangan yang berlapis-lapis dengan daerah Central Bussinis District (CBD) sebagai pusat. (Rostam, dalam Bakaruddin,2012: 173)

Berdasarkan nilai tanah atau kriteria status sosial kawasan tempat kediaman, dalam keadaan biasa, kota membentuk lima zone sepusat sebagai berikut :

a)      Daerah Pusat Bisnis (Central Bussiness Distric) Lapisan ini merupakan pusat bagi segala kegiatan perniagaan dan perdagangan, pengangkutan serta kegiatan pusat lainnya. Zone pusat niaga ini terbagi dua :

(1) Inti kota dimana terdapat gedung-gedung, kedai-kedai besar hotel, bank, restoran, bioskop atau hiburan lainnya, kantor.

 (2) Kawasan perniagaan barang yang diselang selingi oleh gedung-gedung penyimpanan barang yang terletak mengelilingi pusat inti

b) Daerah Transisi (Zone of Transition) Zone pada lapisan ini banyak dihuni oleh golongan penduduk berpenghasilan rendah, para migran yang datang dari desa, sehingga kawasan ini berkembang sebagai kawasan sesak atau slum area.

c) Daerah tempat tinggal para pekerja (zones of Working men’s home) Perumahan pada zone ini pada umumnya lebih baik serta sudah mulai teratur. Kebanyakan penghuninya adalah bekas penghuni zone kedua sebagai pekerja pabrik, buruh dan lain sebagainya.

d) Daerah tempat tinggal kelas menengah (zone of middle class dwellers) Kawasan ini dihuni oleh kelas menengah yang terdiri dari orang-orang profesional, pemilik sendiri, pengusaha, para pegawai dsb. Perumahan penduduknya terdiri dari rumah-rumah pribadi, rumah bangsa rendah dan terdapat pusat perniagaan kecil untuk memenuhi kebutuhan warga setempat.

e) Daerah tempat tinggal para penglaju (commuters of zone) Merupakan bagian terluar dari suatu kota dan merupakan kawasan perumahan mewah. Pada lapisan ini hanya ditempati oleh mereka yang mempunyai kendaraan pribadi yang mampu berulang alik ke tempat kerja di pusat kota, zone ini berkembang sebagai kawasan subur da nada yang berkembang sebagai kota-kota satelit, tergantung waktu dan luas dan aktivitas penduduknya. Contoh-contoh negara dengan teori kosentris.

 



2) Teori Sektor

 


 


Keterangan gambar :

 a) Biru : Pusat niaga sekaligus pusar kota (CBD)

 

b) Ungu : Kawasan industri ringan dan perdagangan

 c) Orange : Sektor murbawisma, yaitu tempat tinggal kaum murba atau kaum buruh

d) Hijau : Kawasan pemukiman kelas menengah

e) Kuning : Kawasan tempat tinggal golongan atas

Diperkenalkan oleh Homer Hoyt (1930) yang menyatakan bahwa perkembangan unit-unit kegiatan di daerah kota tidak mengiukuti zone-zone yang teratur secara konsentris, tetapi dengan membentuk sektor-sektor tertentu. Sector-sektor tersebut bisa terjadi di sepanjang jalur transportasi darat maupun air, sehingga perkembangan kota lebih menyerupai gurita.

a) Daerah Industri Kecil dan Perdagangan Terdiri dari kegiatan pabrik ringan, terletak diujung kota dan jauh dari kota menjari ke arah luar. Persebaran zona ini dipengaruhi oleh peranan jalur transportasi dan komunikasi yang berfungsi menghubungkan zona ini dengan pusat bisnis.

 b) Daerah pemukiman kelas rendah Dihuni oleh penduduk yang mempunyai kemampuan ekonomi lemah. Sebagian zona ini membentuk persebaran yang memanjang di mana biasanya sangat dipengaruhi oleh adanya rute transportasi dan komunikasi. Walaupun begitu faktor penentu langsung terhadap persebaran pada zona ini bukanlah jalur transportasi dan komunikasi melainkan keberadaan pabrik-pabrik dan industri-industri yang memberikan harapan banyaknya lapangan pekerjaan.

C) Daerah pemukiman kelas menengah Kemapanan Ekonomi penghuni yang berasal dari zona 3 memungkinkanya tidak perlu lagi bertempat tinggal dekat dengan tempat kerja. Golongan ini dalam taraf kondisi kemampuan ekonomi yang menanjak dan semakin baik.

d) Daerah pemukiman kelas tinggi Daerah ini dihuni penduduk dengan penghasilan yang tinggi. Kelompok ini disebut sebagai “status seekers”, yaitu orang-orang yang sangat kuat status ekonominya dan berusaha mencari pengakuan orang lain dalam hal ketinggian status sosialnya.

Pertumbuhan atau sector-sektor yang terjadi dari perkembangan kota dapat berupa:

a) Pertumbuhan Vertikal, yaitu daerah ini dihuni oleh struktur keluarga tunggal dan semakin lama akan didiami oleh struktur keluarga ganda. Hal ini karena ada factor pembatas, yaitu : fisik, social, ekonomi dan politik.

b) Pertumbuhan Memampat, yaitu apabila wilayah suatu kota masih cukup tersedia ruang-ruang kosong untuk bangunan tempat tinggal dan bangunan lainnya.

c) Pertumbuhan Mendatar ke Arah Luar (Centrifugal), yaitu biasanya terjadi karena adanya kekurangan ruang bagi tempat tinggal dan kegiatan lainnya. Pertumbuhannya bersifat datar centrifugal, karena perembetan pertumbuhannya akan kelihatan nyata pada sepanjang rute transportasi. Pertumbuhan datar centrifugal ini dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

(1) Pertumbuhan Datas Aksial, pertumbuhan kota yang memanjang ini terutama dipengaruhi oleh adanya jalur transportasi yang menghubungkan KPB dengan daerah-daerah yang berada diluarnya.

(2) Pertumbuhan Datar Tematis, pertumbuhan lateral suatu kota tipe ini tidak mengikuti arah jalur transportasi yang ada, tetapi lebih banyak dilatarbelakangi oleh keadaan khusus, sebagai cintih yaitu dengan didirikannya beberapa pusat pendidikan, sehingga akan menarik penduduk untuk bertempat tinggal di daerah sekitarnya.

(3) Pertumbuhan Datar Kolesen, perkembangan lateral ketiga ini terjadi karena adanya gabungan dari perkembangan tipe satu dan dua. Sehubungan dengan adanya perkembangan yang terus-menerus dan bersifat datar pada kota (pusat kegiatan), maka mengakibatkan terjadinya penggabungan pusat-pusat tersebut satu kesatuan kegiatan.

Contoh negara yang memakai teori sectoral


Teori Inti Ganda (Multiple Nucleus Theory)

Dikemukakan oleh Harris dan Ullman pada tahun 1945. Pertumbuhan kota berawal dari pusat pertumbuhan kemudian menjadi bentuk kompleks karena muncul nukleus-nukleus baru sebagai kutub pertumbuhan, seperti perguruan tinggi, kompleks industri, dan terminal bus. Dalam teori ini tidak ada urutan urutan yang teratur dari zona-zona kota seperti halnya pada teori konsentris dan sektoral.

 




 

Gambar. Struktur kota teori ganda

a) CBD (Cenral Bussines District) : Merupakan Pusat Daerah Kegiatan yang merupakan inti kota.

b) Industry : Industri mengikuti aliran sungai, jalur kereta api, jalan raya. Pekerja kelas bawah bekerja di daerah ini memproduksi barang kebutuhan kota.

 

 c) Low Class Residential : Merupakan pemukiman pekerja kelas bawah, dekat dengan lokasi pabrik untuk mengurangi biaya transport. Tingkat polusi di daerah ini sangat tinggi dan lingkungan yang buruk karena pengaruh pabrik.

d) Middle Class Residental : Merupakan zona pemukiman terluas, dihuni pekerja dengan taraf ekonomi menengah. Kondisi lingkukngan lebih baik karena agak jauh dari daerah pabrik.

e) High Class Residental : Merupakan zona pemukiman kelas atas, kondisi lingkungan sangat baik dan sarana transportasi sangat nyaman tanpa kemacetan. Akses menuju pusat kota sangat lancar.

 

Soal

1. Semakin meninggalkan pusat kota Jakarta kegiatan ekonomi semakin berkurang, sebaliknya semakin memasuki Bekasi kegiatan ekonomi semakin ramai. Pernyataan tersebut sesuai teori....
a. Konsentrik
b. Sektoral
c. Pusat pelayanan
d. Inti berganda
e. Pemekaran kota

Pembahasan

d. Inti berganda


2. Perhatikan ilustrasi teori perencanaan perkotaan berikut!


Zonasi permukiman dala teori yang digambarkan tersebut berdasarkan pada...
a. Peran sarana transportasi
b. Keberadaan rute transportasi
c. Jenis industri yang dikembangkan
d. Perkembangan penggunaan lahan
e. Perubahan tempat tinggal penduduk

Pembahasan

d. Perkembangan penggunaan lahan


3. Teori Konsentris yang dikemukakan oleh Burgess menunjukkan bahwa pada angka 2 dan 4 merupakan zona...



a. Transisi dan permukiman pekerja
b. Transisi dan golongan menengah
c. Daerah pusat bisnis dan penglaju
d. Golongan menengah dan penglaju
e. Daerah pusat bisnis dan permukiman pekerja

Pembahasan

b. Transisi dan golongan menengah


4. Perhatikan ilustrasi teori sektoral berikut!



Menurut teori Sektoral, zona bertanda X pada gambar adalah daerah...
a. Peralihan industri dengan permukiman
b. Sentra kegiatan industri ringan
c. Permukiman kelas rendah/buruh
d. Permukiman kelas menengah
e. Permukiman kelas tinggi

Pembahasan

c. Permukiman kelas rendah/buruh


5. Perhatikan ilustrasi teori inti Ganda berikut!



 Angka 9 pada gambar teori inti Ganda menunjukkan daerah...
a. Pusat kegiatan

b. Industri suburban
c. Grosir dan manufaktur
d. Permukiman suburban
e. Permukiman kelas tinggi

Pembahasan

b. Industri suburban


6. Perhatikan ilustrasi struktur ruang berikut!



Menurut teori sektoral pada gambar, daerah manufaktur dan permukiman kelas tinggi ditunjukkan oleh angka...
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 2 dan 5
e. 3 dan 5

Pembahasan

d. 2 dan 5


7. Perhatikan ilustrasi teori sektoral berikut!



 Angka 2 dan 4 pada ilustrasi tersebut menunjukkan zona...

a. Pusat kegiatan dan peralihan
b. Peralihan dan permukiman kelas rendah
c. Permukiman kelas rendah dan kelas atas
d. Pusat kegiatan dan permukiman kelas rendah
e. Peralihan dan permukiman kelas menengah

Pembahasan

e. Peralihan dan permukiman kelas menengah


8. Perhatikan gambar berikut!



Menurut teori Inti Berganda pada perkembangan kota tersebut, daerah yang ditunjukkan oleh angka 3 adalah...
a. Permukiman suburban
b. Daerah pusat kegiatan
c. Daerah grosir dan manufaktur
d. Daerah permukiman kelas atas
e. Daerah permukiman kelas rendah

Pembahasan

e. Daerah permukiman kelas rendah


9. Suatu daerah yang mempunyai daerah sifat kekotaan yang memberi daya dukung bagi kehidupan kota dan memiliki fungsi sebagai kota produksi disebut...
a. Inti kota
b. Kota satelit
c. Suburban

d. Suburban fringe
e. Selaput inti kota

Pembahasan

e. Selaput inti kota


10. Perhatikan ciri-ciri kota berikut!
1) penduduknya mengalami kemrosotan moral
2) terjadi pemusatan penduduk
3) sebagian besar penduduk bekerja pada sektor agraris
4) perkembangan kota bertumpu pada sektor industri
5) sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor industri
Berdasarkan pernyataan tersebut, ciri-ciri kota metropolis ditunjukan oleh nomor…
a. 1, 2 dan 3
b. 1, 3 dan 4
c. 1, 4 dan 5
d. 2, 3 dan 5
e. 2, 4 dan 5

Pembahasan

e. 2, 4 dan 5


11. Perhatikan pola keruangan kota berikut.



Zona permukiman kelas menengah dan permukiman high class seperti pada gambar ditunjukkan nomor...
a. 1 dan 3
b. 1 dan 4
c. 2 dan 3
d. 2 dan 5
e. 4 dan 5

Pembahasan

e. 4 dan 5


12. Perhatikan gambar keruangan kota berikut.



 Daerah pada angka 3 merupakan permukiman kelas bawah karena...
a. biasanya kumuh dan dekat lokasi industri
b. daerah paling pelosok di perkotaan
c. akses menuju fasilitas umum sulit
d. jauh dari pusat kegiatan industri
e. jumlah penduduk paling sedikit

Pembahasan

a. biasanya kumuh dan dekat lokasi industri

 

Senin, 13 Oktober 2025

MACAM-MACAM PETA DAN PEMANFAATANNYA

 


A. KOMPOTENSI DASAR

KD 3: KD 3.2 Memahami dasar-dasar pemetaan, Pengindraan Jauh, dan Sistem Informasi Geografis (SIG)

KD 4: 4.2 Membuat peta tematik wilayah provinsi dan/atau salah satu pulau di Indonesia berdasarkan peta rupa Bumi

 

A.      TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Menjelaskan Macam-macam Peta

2. Menguraikan Manfaat Peta

 

MATERI PEMBELAJARAN

1.       Jenis-Jenis Peta

 Peta yang dapat kita temukan sangat banyak jenisnya, tergantung pada tujuan pembuatan peta, jenis simbol dan skala yang digunakan, atau kecenderungan bentuk fenomena yang akan digambarkan. Dari sekian banyak jenis peta, pada dasarnya dapat dibagi kedalam dua kelompok besar yaitu berdasarkan skala, isi, dan bentuk. Berikut ini penjelasannya:

a.       Jenis Peta Berdasarkan Skala

Berdasarkan skalanya, peta dapat diklasifikasikan dalam peta kadaster, skala besar, skala sedang, skala kecil, dan skala geografi. Berikut ini penjelasannya:

1)      Peta Kadaster

Peta Kadaster adalah peta yang memiliki skala sangat besar antara 1:100 hingga 1:5.000. Peta ini sangat detail dan banyak digunakan untuk keperluan teknis, misalnya penentuan jaringan jalan, pembangunan permukiman, dan sebagainya. Gambar 26. Peta Guna Lahan dengan Skala 1: 3000 Peta pada

Gambar 1. Di atas merupakan salah satu contoh peta kadaster karena memiliki skala antara 1: 100 sampai dengan 1: 5.000.

2) Peta Skala Besar

Peta skala besar adalah peta yang memiliki skala 1:5.000 hingga 1:250.000. Peta ini biasanya digunakan untuk keperluan

Peta skala sedang adalah peta yang memiliki skala 1: 250.000 hingga 1: 500.000. Peta ini digunakan untuk perencanaan wilayah taktis dan pemetaan administrasi seperti desa atau kecamatan. Badan Informasi Geospasial telah banyak memetakan wilayah indonesia dengan skala 1:25.000.

Gambar 27. Peta Administrasi Kecamatan Pengasih dengan Skala 1: 100.000

3). Peta Skala Sedang

Peta skala sedang adalah peta yang memiliki skala 1: 250.000 hingga 1: 500.000. Peta ini digunakan untukmenampilkan informasi yang lebih luas dalam suatu daerah misalnya kabupaten dan provinsi.

 Gambar 28. Peta Wilayah Administrasi DIY dengan Skala 1: 500.000

4) Peta Skala Kecil

Peta skala kecil adalah peta yang memiliki skala 1: 500.000 hingga 1: 1.000.000. Peta skala kecil digunakan untuk perencanaan umum dan studi strategis.

5) Peta Geografis

Peta Geografi adalah peta yang memiliki skala lebih kecil dari 1: 1.000.000. Contoh: Peta Indonesia dan Peta Dunia.

Gambar 29. Peta Indonesia dengan Skala 1: 20.000.000

b.      Jenis Peta Berdasarkan

 Isi Berdasarkan skalanya, peta dapat diklasifikasikan dalam peta kadaster, skala besar, skala sedang, skala kecil, dan skala geografi. Berikut ini penjelasannya:

1) Peta Umum Peta umum adalah peta yang menggambarkan seluruh penampakan yang ada di permukaan bumi. Penampakan tersebut dapat bersifat alamiah misalnya sungai, maupun yang bersifat budaya atau buatan manusia, misalnya jalan raya. Termasuk ke dalam jenis peta umum diantaranya:

a) Peta Dunia Peta Dunia, menyajikan informasi dan letak wilayah setiap negara di dunia.

 

Gambar 30. Peta Dunia

b) Peta Topografi

Peta Topografi, menyajikan informasi tentang permukaan bumi dan reliefnya, ditambah penampakan lain seperti pengairan, fisik dan budaya untuk melengkapinya. Relief muka bumi digambarkan pada peta dalam bentuk garis-garis yang menghubungkan ketinggian tempat yang sama (garis kontur).

Gambar 31. Peta Topografi di KP Fabrik Komponen Industri Energi

Adapun ciri garis kontur :

· Semakin rapat jarak antar garis menunjukkan relief yang semakin curam. Begitu sebaliknya, jarak antargaris yang semakin jarang menunjukkan relief yang landai.

· Jika ditemukan garis kontur yang bergerigi, menandakan di daerah tersebut terdapat lembah atau depresi.

· Jika ditemukan garis kontur yang sangat rapat menandakan terdapat patahan di daerah tersebut.

 c) Peta Korografi

Peta Korografi, menggambarkan sebagian atau seluruh permukaan bumi yang bercorak umum dan berskala kecil, seperti atlas. Berikut ini contoh peta korografi:

 

 

 

Gambar 32. Peta Provinsi DIY dengan Skala 1: 1.300.000

2)      Peta Khusus

 Peta khusus atau peta tematik yaitu peta yang menggambarkan atau menyajikan iformasi penampakan tertentu (spesifik) di permukaan bumi. Pada peta ini, penggunaan simbol merupakan ciri yang ditonjolkan sesuai tema yang bergantung pada tujuan pemetaan. Berikut ini beberapa jenis peta tematik, antara lain:

a)      Peta Iklim, menyajikan tema iklim seperti halnya cuaca dengan menggunakan simbol warna. Berikut ini contohnya:

 

Gambar 32. Peta Tematik Prakiraan Curah Hujan Juni 2014 di Indonesia

b) Peta Sumberdaya Alam di Indonesia, menyajikan tema potensi sumber daya alam yang ada di Indonesia dengan menggunakan simbol-simbol yang menggambarkan jenis-jenis sumber daya alam.

c) Peta Tata Guna Lahan, menyajikan tema pola penggunaan lahan suatu wilayah dengan menggunakan sumbol-simbol yang menggambarkan lahan pertanian, kawasan industri, permukinan, dan lain-lain.

c. Jenis Peta Berdasarkan Bentuknya

 Selain jenisnya, kita juga dapat mengenal peta berdasarkan bentuknya. Bentuk peta adalah tampilan yang disajikan oleh peta. Secara umum, kita dapat membedakan peta menjadi:

1)      Peta Datar (2D)

Peta ini disebut juga peta datar, yaitu peta yang dibuat pada suatu bidang datar, misalnya pada kertas. Unsur ruang yang apat dilihat pada peta datar adalah panjang dan lebar. Untuk ruang yang dapat dilihat pada peta datar adalah panjang dan lebar. Untuk menunjukan bentuk permukaan bumi umumnya digambarkan dengan perbedaan simbol misal untuk menunjukan ketinggian.

2)      Peta Timbul (3D)

Peta ini disebut peta relief,atau peta timbul yaitu peta yang dibuat berdasrkan bentuk permukaan bumi sebenarnya. Pada peta relief, selain unsur ruang berupa panjang dan lebar disajikan pula unsur ketinggian. Dengan kata lain, pada peta relief kita dapat melihat relief permukaan bumi dengan jelas. Contohnya: Maket

 

Gambar 33. Peta Bali 2D ( kiri) dan 3D (kanan)

3)      Peta Digital

Peta digital adalah representasi fenomena geografik yang disimpan untuk ditampilkan dan dianalisis oleh komputer. Setiap objek pada peta digital disimpan sebagai sebuah atau sekumpulan koordinat. Sebagai contoh, 10 objek berupa lokasi sebuah titik akan disimpan sebagai sebuah koordinat, sedangkan objek berupa wilayah akan disimpan sebagai sekumpulan koordinat. Beberapa kelebihan penggunaan peta digital dibandingkan dengan peta analog (yang disimpan dalam bentuk kertas atau media cetakan lain), antara lain dalam hal :

a) Peta digital kualitasnya tetap. Tidak seperti kertas yang dapat terlipat, memuai atau sobek ketika disimpan, peta digital dapat dikembalikan ke bentuk asalnya kapanpun tanpa ada penurunan kualitas.

b) Peta digital mudah disimpan dan dipindahkan dari satu media penyimpanan yang satu ke media penyimpanan yang lain. Peta analog yang disimpan dalam bentuk gulungan-gulungan kertas misalnya, memerlukan ruangan yang lebih besar dibanding dengan jika peta tersebut disimpan sebagai peta digital dalam sebuah CD-ROM atau DVD ROM.

Peta digital lebih mudah diperbaharui. Penyuntingan untuk keperluan perubahan data atau perubahan sistem koordinat misalnya, dapat lebih mudah dilakukan menggunakan perangkat lunak tertentu

d. Jenis Peta Berdasarkan Sifat Datanya

Jenis peta ini dapat dibedakan atas dua jenis yaitu:

1)      Peta Stationer

Peta stasioner merupakan peta dengan sifat data yang menggambarkan permukaan bumi yang memiliki sifat data tetap atau relatif stabil. Contoh peta stasioner misalnya peta batimetri (kedalaman laut),peta topografi, dan peta jalur pegunungan atau jalur gempa.

 

Gambar 34. Gunung Berapi di Indonesia

 

2)      Peta Dinamis

Peta dinamis merupakan peta yang menggambarkan keadaan permukaan bumi yang selalu berubah-ubah atau tidak stabil. Contoh peta dinamis antara lain peta petsebaran kepadatan penduduk atau peta jaringan jalan.

 

Gambar 35. Gunung Berapi di Indonesia

e. Jenis Peta Berdasarkan Sumber

Data Berdasarkan sumber datanya peta dapat dibagi menjadi:

1)      Peta Dasar (Basic Map)

Peta ini merupakan peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan dan dilakukan secara sistematis. Untuk melakukan pemetaan secara sistematis perlu adanya pembakuan dalam metode pemetaan,sistem datum,sistem proyeksi peta, ukuran lembar peta, skala peta, tata letak informasi tepi, derajat ketelitian dan kelengkapan isi, serta pembakuandalam kerangka geometris peta (grid and graticule). Berhubung peta ini induk ini dapat digunakan sebagai peta dasar untuk pemetaan topografi, maka peta ini dapat digolongkan sebagai peta dasar. Karena peta dasar adalah peta yang dijadikan acuan dalam pembuatan peta lainnya, khususnya acuan untuk kerangka geometris.

2) Peta Turunan (Devided Map) Peta ini merupakan peta yang dibuat (diturunkan) berdasarkan acuan peta yang sudah ada,sehingga survei langsung ke lapangan tidak diperlukan lagi. Peta turunan ini tidak dapat digunakan sebagai peta dasar untuk pemetaan topografi.

2. Penggunaan Berbagai Jenis Peta

Peta selain disajikan dalam bentuk lembaran terpisah dapat juga dikumpulkan dalam satu buku, sehingga peta yang yang dibukukan disebut atlas. Misalnya kumpulan peta-peta provinsi di Indonesia dapat dibukukan menjadi atlas nasional Indonesia. Berdasarkan isinya, atlas dapat dibedakan menjadi dua yakni atlas umum dan atlas khusus. Atlas umum adalah atlas yang memuat infotmssi yang bersifat umum tentang wilayah tertentu. Berdasarkan cakupan wilayahnya, atlas umum terdiri dari atlas nasional, atlas regional,dan atlas dunia. Sedangkan atlas khusus adalah atlas yang memuat peta berisi informasi atau tema secara khusus. Misalnya,atlas jalan Jakarta.

Beberapa informasi yang dapat diperoleh dalam penggunaan atau membaca peta yaitu:

a) Mengetahui posisi atau lokasi relatif

b) Letak suatu tempat dapat dilihat dengan menghubungkan objek yang berdekatan di sebelahnya atau letak secara administrasi

c) Letak astronomis suatu tempat ditemukan dengan arah mata angin atau orientasi pada peta. Secara kartografi,arah utara selalu menghadap ke atas pada media peta. Untuk menunjukkan letak suatu tempat dapat menggunakan orientasi peta tersebut. Contoh, desa Sukamanah menempati wilayah pada bagian selatan Kecamatan Cianjur dan di sebelah timur Kelurahan Sayang.

d) Suatu lokasi ditemukan berdasarkan garis lintang dan garis bujur secara astronomis.

e) Mengetahui ukuran kenampakan muka bumi. Melalui skala yang ada pada peta, kita dapat mengukur jarak 2 tempat, panjang dan lebar, jalan atau sungai, dan luas suatu wilayah.

f) Mengetahui bentuk-bentuk kenampakan bumi. Fenomena permukaan bumi pada peta mempunyai bentuk yang bermacam-macam,misalnya kota, gunung, pelabuhan, jalan, sungai, danau, rawa, pulau dan sebagainya. Semua perwujudan tersebut digambarkan dalam bentuk simbol pada peta. Misalnya simbol titik warna hitam menggambarkan bangunan-bangunan,simbol garis diperuntukkan pada sungai dan jalan serta simbol area menggambarkan area pemukiman dan vegetasi (sawah,hutan, dan lain-lain).

g) Mengetahui ketinggian tempat dan kemiringan lereng. Ketinggian tempat atau lokasi dalam suatu wilayah dapat diketahui dengan membaca titik ketinggian maupun garis kontur. Setiap garis kontur selalu menunjukkan atau disertai angka ketinggian. Selain itu garis kontur juga dapat menunjukkan kenampakan fisik dari suatu wilayah atau relief dan kemiringan relief.

 h) Mengetahui pola dan persebaran objek geografi baik bentang alam (pola aliran sungai,persebaran hutan di Indonesia,dan sebagainya) maupun bentang budaya (pola persebaran pemukiman,pola jaringan jalan dan kecenderungan uatu daerah.

j) Membantu suatu pekerjaan atau proyek, misalnya untuk konstruksi jalan,navigasi, atau perencanaan

k) Membantu dalam perencanaan dan pembuatan suatu desain,misalnya desain jalan Cara menggunakan peta dengan baik:

a) Pembaca peta harus memiliki pengetahuan dasar peta

b) Pembaca peta mengetahui cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan masalah peta

 c) Pembaca peta memiliki sikap dan pandangan yang kritis

d) Pembaca peta mampu memiliki daya imajinasi yang kuat dan benar

e) Pembaca peta terus berlatih secara teratur dalam menafsirkan dan memahami peta.

Kamis, 02 Oktober 2025

Soal persiapan TKA ujian materi Interaksi desa kota



 PERSIAPAN TES KEMAMPUAN AKADEMIK


Pada Pertemuam kali ini kita memantapkan persiapan kemampuan Tes Kemampuan Akademik dengan soal berikut. Karena soal ini siudah di lengkapi dengan jawaban tugas siswa adalah membahas pendalaman materi terkait soal tersebut, lihat contoh pada akhir soal ini!

A. Pilihlah jawaban yang tepat!
1.    Menurut UU No. 5 tahun 1999 tentang Pemerintahan Desa, dijelaskan bahwa desa ….
a.    Mempunyai hak otonomi
b.    Desa sama dengan kelurahan
c.    Organisasi pemerintahan terendah dibawah kabupaten
d.    Kepala desa dipilih secara langsung oleh rakyat
e.    Sekumpulan orang yang tinggal jauh dari kota

Jawaban A

2.    Desa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, kecuali ….
a.    Man land ratio kecil
b.    Kontak sosial frekuensi kecil
c.    Hubungan kekerabatan kuat
d.    Homogen agraris
e.    Terikat pada tradisi

Jawaban A

3.    Berikut ini adalah salah satu ciri masyarakat kota, yaitu….
a.    Ruang kerja ditempat terbuka
b.    Mobilitas sosial rendah
c.    Solidaritas mekanis
d.    Frekuensi kontak sosial besar
e.    Gemeinschaft

Jawaban D

4.    Desa sebagai tata ruang merupakan perpaduan antara tiga unsur utama yaitu ….
a.    Topografi, tata kehidupan, letak
b.    Daerah, penduduk, tata kehidupan
c.    Letak, penduduk, tata kehidupan
d.    Tata kehidupan, tata geografi, letak
e.    Daerah, topografi, letak

Jawaban B

5.    Salah satu komponen potensi non fisik desa adalah ….
a.    Tanah
b.    Iklim
c.    Sumber daya
d.    Tata air
e.    Lembaga social

Jawaban E

6.    Desa sebagai hinterland mempunyai fungsi terhadap daerah sekitarnya sebagai berikut, kecuali ….
a.    Pasar produk industri
b.    Sumber tenaga kerja produktif
c.    Sumber bahan pangan
d.    Sentra industri kecil
e.    Potensi pariwisata

Jawaban A

7.    Pola permukiman penduduk di daerah dengan topografi kasar, biasanya berbentuk ….
a.    Mengelompok
b.    Memanjang
c.    Terpencar
d.    Memusat
e.    Tidak teratur

Jawaban C

8.    Di Propinsi Kalimantan Tengah banyak dijumpai permukiman di sepanjang sungai, hal ini disebabkan ….
a.    Sungai merupakan prasarana transportasi utama
b.    Tanah di sekitar sungai subur
c.    Sebagaian besar penduduk sebagai nelayan
d.    Sungai merupakan pasar
e.    Kemudahan memperoleh sumber air

Jawaban A


9.    Sistem pertanian ladang berpindah (shifting cultivation) dapat dilakukan dalam kondisi ….
a.    Kepadatan penduduk tinggi
b.    Hutan semakin habis
c.    Kepadatan penduduk rendah
d.    Curah hujan rendah
e.    Lahan yang subur habis

Jawaban C

10.    Kota yang ditandai oleh adanya kerawanan sosial yang tinggi, kriminalitas yang tidak terkendali merupakan kota pada tahap perkembangan ….
a.    Neolis
b.    Polis
c.    Metropolis
d.    Megalopolis
e.    Tyranopolis

Jawaban E

11.    Menurut Teori Konsentris daerah kumuh (slums area) terdapat pada zone ….
a.    DPK
b.    Transisi
c.    Pekerja bebas
d.    Permukiman proletar
e.    Penglaju

Jawaban B

12.    Hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara dua wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan gejala, kenampakan atau masalah baru disebut ….
a.    Interdependensi
b.    Relasi
c.    Interelasi
d.    Interaksi
e.    Konektivitas

Jawaban D

13.    Suatu daerah yang   terletak antara desa dengan kota, yang ditandai oleh penggunaan lahan campuran pertanian dan non pertanian adalah ….
a.    Kota
b.    Sub urban
c.    Sub urban fringe
d.    Rural urban fringe
e.    Rural

Jawaban D

14.    Spatial transferbility adalah ….
a.    Hubungan antara dua wilayah
b.    Hubungan antara manusia dengan lingkungan
c.    Kemudahan pergerakan dalam ruang
d.    Wilayah yang saling melengkapi
e.    Kesempatan intervensi

Jawaban C

15.    Jumlah penduduk kota A 30.000 orang; jumlah penduduk kota B 10.000 orang. Jarak antara kota A dan kota B 100 km. Berapa jarak lokasi titik henti antara kota A dengan kota B?
a.    20 km
b.    30 km
c.    25 km
d.    36,63 km
e.    27,5 km

Jawaban  D


 

 

16. no 5 menunjukan ….



A. zona cbd

B. pemukiman kelas rendah

C. grosir dan manufaktur

D. pemukiman kels menegah

E. pemukiman kelas atas

Jawaban  E

17. Perhatikan pernyataan berikut ini:

(1) Adanya kesempatan saling mengintervensi

(2) Kemudahan berpindah ruang

(3) Kemudahan berinvestasi

(4) Kelengkapan wilayah

(5) Kemampuan menhasilkan komoditas unggul

Yang termasuk dalam faktor-faktor penyebab munculnya interaksi desa dan kota adalah …

A. ( 1 ), ( 2 ). Dan ( 3 )

B. ( 1 ), ( 2 ). Dan ( 4 )

C. ( 1 ), ( 3 ). Dan ( 5 )

D. ( 2 ), ( 4 ). Dan ( 5 )

E. ( 3 ), ( 4 ). Dan ( 5 )

Jawaban  E

18. Berikut ini yang termasuk potensi desa fisik kecuali…

A. ternak

B. tanah

C. iklim

D. batuan

E. SDM

Jawaban E

 

19. pola pemukiman penduduk seperti gambar ini umumnya berada di daerah…



A. pegunungan

B. dataran rendah

C. pegunungan kapur

D. pantai

E. rawan bencana

Jawaban B

20. 1. Pendidikan masyarakat sudah mulai baik

2. Organisasi di desa sudah berjalan dengan baik

3. Masyarakat desa sudah memenuhi kebutuhan makan sendiri dan mulai menjual ke wilayah lain

berdasarkan ciri di atas merupakan ciri desa…

A. tradisional

B. swadaya

C. swakarya

D. terisolir

E. swasembada


Jawaban: C




21. Desa sebagai hinterland artinya…

A. memenuhi kebutuhan bagi kota

B. bekerja sama dengan kota

C. mitra dengan kota

D. penyebab konflik

E. pelaksana pembangunan


Jawaban: A

 

22. Berikut ini ciri fisik perkotaan kecuali…

A. ada open space hijau

B. ada lahan pertanian

C. terdapat pusat perdagangan

D. terdapat perkantoran

E. terdapat alun alun


Jawaban: B

 

23. Berdasarkan perkembangannya desa yang sudah maju disebut…

A. desa tradisional

B. desa swadaya

C. desa swasembada

D. desa swakarya

E. desa tterisolir


Jawaban: C

25. Berdasarkan tahap perkembanganya tahap dimana sebuah kota memiliki banyak masalah disebut

A. polis

B. eopolis

C. metropolis

D. megapolis

E. tyranopolis


Jawaban: E


Contoh Pembahasan

  Desa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, kecuali ….
a.    Man land ratio kecil
b.    Kontak sosial frekuensi kecil
c.    Hubungan kekerabatan kuat
d.    Homogen agraris
e.    Terikat pada tradisi

Jawaban A

Pembahasannya

  1. Jumlah Penduduk yang Relatif Sedikit
    Populasi di desa umumnya lebih kecil dibandingkan dengan kota. Hal ini menciptakan suasana yang lebih intim di mana masyarakat saling mengenal dan memiliki hubungan sosial yang kuat.
  2. Kehidupan yang Sederhana
    Masyarakat desa cenderung menjalani kehidupan yang sederhana, di mana sebagian besar aktivitas ekonomi bergantung pada sektor agraris, seperti pertanian, perkebunan, atau peternakan. Kesederhanaan ini tercermin dalam gaya hidup sehari-hari yang lebih mendasar dibandingkan dengan masyarakat kota.
  3. Keterbatasan Fasilitas Umum
    Infrastruktur di desa sering kali masih terbatas, seperti akses jalan yang belum memadai, pasokan listrik yang tidak merata, dan layanan kesehatan serta pendidikan yang kurang optimal. Meskipun begitu, banyak desa yang mulai menunjukkan kemajuan dalam hal ini.
  4. Kebergantungan pada Alam
    Desa sering kali berada dekat dengan sumber daya alam, sehingga aktivitas ekonomi masyarakatnya sangat bergantung pada kondisi alam. Musim tanam dan panen, misalnya, sangat memengaruhi kehidupan masyarakat desa.
  5. Kebersamaan dan Gotong Royong
    Nilai sosial seperti gotong royong dan kebersamaan masih sangat kental dalam kehidupan masyarakat desa. Hal ini terlihat dari kegiatan seperti membangun fasilitas umum secara bersama-sama atau saling membantu dalam acara-acara adat.

SIKLUS HIDROLOGI

  HIDROLOGI DAN SIKLUS HIDROLOGI   Bumi merupakan  planet di tata surya  yang mana permukaannya terdiri dari dua bentuk, yakni daratan d...