Senin, 15 September 2025

Kumpulan Soal Pilihan Ganda Materi Wilayah dan Perwilayahan

 

Kumpulan Soal Pilihan Ganda Materi Wilayah dan Perwilayahan

1. Pembagian wilayah iklim di dunia tersebut termasuk ke dalam klasifikasi wilayah ….

A. Formal karena dicirikan berdasarkan keseragaman atau homogenitas tertentu

B. Fungsional karena dicirikan adanya wilayah yang saling terkait

C. Formal karena dicirikan oleh fenomena tertentu

D. Fungsional karena berdasarkan keberagaman atau herogenitas tertentu

E. Nodal karena terdapat pusat kegiatan

 

Jawaban:

A. Formal karena dicirikan berdasarkan keseragaman atau homogenitas tertentu

 

 

2.

1. wilayah yang statis

2. wilayah yang tidak aktif

3. wilayah yang aktif

4. wilayah yang seragam

5. wilayah yang dinamis

Yang termasuk ciri - ciri wilayah formal adalah….

A. 1, 2 dan 3

B. 1, 2 dan 4

C. 2, 3 dan 4

D. 2, 3 dan 4

E. 3, 4 dan 5

 

Jawaban:

B. 1, 2 dan 4

 

 

3. Pada dasarnya wilayah di permukaan bumi terbentuk karena adanya.....

A. perbedaan struktur ekonomi

B. perbedaan karakteristik tertentu

C. perbedaan struktur sosial

D. persamaan karakteristik

E. persamaan struktur sosial

 

Jawaban:

B. perbedaan karakteristik tertentu

 

 

4. Permukaan bumi yang dibatasi oleh kenampakan tertentu yang bersifat khas dan membedakan wilayah tersebut dengan wilayah lainnya disebut....

A. wilayah

B. perwilayahan

C. tata ruang

D. ruang

E. daerah

 

Jawaban:

A. wilayah

 

 

5. Pusat pertumbuhann wilayah Indonesia berpusat dikota- kota berikut , kecuali....

A. Medan

B. Jakarta

C. Surabaya

D. Makasar

E. Manado

 

Jawaban:

E. Manado

 

 

6. Wilayah yang dicirikan oleh adanya kegiatan saling berhubungan antara beberapa pusat kegiatan ....

A. wilayah

B. perwilayahan

C. tata ruang

D. wilayah formal

E. wilayah fungsional

Jawaban:

E. wilayah fungsional

 



Berdasarkan peta diatas yang termasuk ke dalam kewilayahan adalah peta nomor ….

A. 1, 2 dan 3

B. 1, 2 dan 5

C. 1, 3 dan 5

D. 1, 2 dan 4

E. 3, 4 dan 5

 

Jawaban:

C. 1, 3 dan 5

 

 

8. Terbentuknya pusat pertumbuhan memberikan pengaruh pada perkembangan daerah sekitarnya terutama dipengaruhi oleh faktor…

A. Lokasi daerah yang strategis

B. Kegiatan ekonomi yang menonjol

C. Potensi sumber daya alam

D. Dukungan masyarakat dalam pembangunan

E. Kebijakan pemerintah daerah

 

Jawaban:

A. Lokasi daerah yang strategis

 

 

9. Wilayah didasarkan pada kesamaan topografi, jenis batuan, iklim, dan vegetasi. Misalnya wilayah pegunungan kapur (karst), wilayah beriklim dingin, dan wilayah vegetasi mangrove, adalah contoh dari

A. Wilayah formal berdasarkan kriteria sosial

B. Wilayah formal berdasarkan kriteria fisik

C. Wilayah formal berdasarkan kriteria ekonomi

D. Wilayah formal berdasarkan kriteria budaya

E. Wilayah formal berdasarkan kriteria agama

 

Jawaban:

B. Wilayah formal berdasarkan kriteria fisik

 

 

10. Misalnya wilayah suku Banjar, wilayah industri tekstil, dan wilayah pertanian sawah basah.

A. Wilayah formal berdasarkan kriteria ekonomi

B. Wilayah formal berdasarkan kriteria sosial budaya

C. Wilayah formal berdasarkan kriteria fisik

D. Wilayah formal berdasarkan kriteria topografi

E. Wilayah formal berdasarkan kriteria politik

 

Jawaban:

B. Wilayah formal berdasarkan kriteria sosial budaya

 

 

11. Wilayah pertanian dan kehutanan, merupakan contoh dari ....

A. Natural Region (Wilayah Alamiah atau Fisik)

B. Single Feature Region (Wilayah Ketampakan Tunggal)

C. Generic Region (Wilayah Berdasarkan Jenisnya)

D. Specific Region (Wilayah Spesifik atau Khusus)

E. Factor Analysis Region (Wilayah Analisis Faktor)

 

Jawaban:

A. Natural Region (Wilayah Alamiah atau Fisik)

 

 

12. Berdasarkan metoda statistik-deskriptif atau dengan metoda statistik-analitik. Penentuan wilayah berdasarkan analisis faktor terutama bertujuan untuk hal-hal yang bersifat produktif, seperti penentuan wilayah untuk tanaman jagung dan kentang, termasuk ....

A. Factor Analysis Region (Wilayah Analisis Faktor)

B. Specific Region (Wilayah Spesifik atau Khusus)

C. Generic Region (Wilayah Berdasarkan Jenisnya)

D. Single Feature Region (Wilayah Ketampakan Tunggal

E. Natural Region (Wilayah Alamiah atau Fisik)

 

Jawaban:

A. Factor Analysis Region (Wilayah Analisis Faktor)

 

 

13. Sebaiknya pembangunan wilayah menggunakan dua pendekatan yaitu…..

A. Regional dan Fungsional

B. Regional dan Sektoral

C. Sektoral dan Formal

D. Desentralisasi dan Sektoral

E. Formal dan Fungsional

 

Jawaban:

B. Regional dan Sektoral

 

14. Dibawah ini yang bukan merupakan contoh perwilayahan berdasarkan fenomena geografis adalah....

A. wilayah pertanian padi sawah

B. wilayah perkebunan

C. wilayah perikanan tambak

D. wilayah pertanian padi dan jagung

E. wilayah industri mebel

 

Jawaban:

E. wilayah industri mebel

 

 

15. Faktor-faktor yang menjadi dasar masukan utama dalam perencanaan wilayah yaitu kecuali…

A. Terbatasnnya potensi wilayah

B. Kemampuan teknologi dan cepatnya tingkat perubahan

C. Kesalahan perencanaan yang tidak dapat diubah atau diperbaiki kembali

D. Tatanan wilayah yang tidak biasa menggambarkan kepribadian masyarakat yang ada di dalamnya

E. Lahan sangat dibutuhkan oleh setiap manusia untuk menopang kehidupannya

 

Jawaban:

D. Tatanan wilayah yang tidak biasa menggambarkan kepribadian masyarakat yang ada di dalamnya

 

 

16. Di wilayah Papua seseorang untuk memperoleh barang kebutuhan harus menuju wilayah kota dengan jarak yang jauh. Disebabkan oleh jumlah penduduk yang sedikit serta transportasi yang sulit sehingga distribusi suplai barang yang sulit. Berdasarkan pernyataan tersebut merupakan konsep yang dikemukaan oleh teori tempat sentral yaitu….

A. Range dan threshold

B. Range dan jangkauan

C. Ambang dan treshold

D. Jarak dan range

E. Jarak dan transportasi

 

Jawaban:

A. Range dan threshold

 

 

17. Pengertian dari pusat pertumbuhan adalah.....

A. wilayah yang mempengaruhi wilayah lama

B. wilayah yang berkembang lebih baik dari sebelumnya

C. wilayah yang memiliki kegiatan industri

D. wilayah yang perkembangannya sangat pesat dan mampu mempengaruhi wilayah lain

E. wilayah yang lebih berkembang dibandingkan wilayah lain disekitanya

 

Jawaban:

D. wilayah yang perkembangannya sangat pesat dan mampu mempengaruhi wilayah lain

 

 

18.


Berdasarkan peta wilayah diatas yang termasuk kedalam wilayah fungsional yaitu….

A. 1, 2 dan 3

B. 1, 2, dan 4

C. 2, 3, dan 4

D. 2, 4 dan 5

E. 3, 4 dan 5

 

Jawaban:

D. 2, 4 dan 5

 

 

19. Geografi mengartikan wilayah sebagai?

A. Daerah administrasi berupa provinsi

B. Kabupaten di bawah propinsi secara administrasi

C. Kota dibawah provinsi secara administrasi

D. Daerah yang memilki karakteristik tertentu yang tidak berbeda dengan wilayah sekitarnya

E. Daerah yang memiliki karakteristik tertentu yang berbeda dengan wilayah sekitarnya

 

Jawaban:

E. Daerah yang memiliki karakteristik tertentu yang berbeda dengan wilayah sekitarnya

 

 

20. Usaha yang dapat dilakukan untuk mewujudkan perwilayahan adalah ...

A. Menentukan garis lintang di permukiman bumi

B. mengelompokkan kawasan di muka bumi

C. menggeser patok kapal batas negara lain

D. memperkirakan wilayah tertentu

E. mengespansi negara-negara tertentu

 

Jawaban:

B. mengelompokkan kawasan di muka bumi

 

 

21. Perwilayahan yang didasarkan oleh fenomena geografi ditunjukkan oleh ...

A. Regional, global, dan kewilayahan

B. Pegunungan, dataran rendah, dan pantai

C. sumber daya, kemampuan, dan fasilitas

D. informal, formal, dan fungsional

E. Tenaga kerja, sumber daya, dan fasilitas

 

Jawaban:

B. Pegunungan, dataran rendah, dan pantai

 

 

22. Menurut tempat sentral, ciri kota yang dapat menjadi pusat pertumbuhan adalah ...

A. miskin dan terbelakang

B. terletak di daerah gersang

C. alami dan baru terbentuk

D. memiliki banyak penduduk

E. sebagai ibu kota pemerintah

 

Jawaban:

E. sebagai ibu kota pemerintah

 

 

23. Di bawah ini bukan Manfaat Perwilayahan (Regionalisasi), yaitu ....

A. Memantau perubahan-perubahan yang terjadi, baik gejala alam maupun manusia.

B. Memudahkan koordinasi berbagai program pembangunan pada tiap daerah.

C. Untuk meratakan pembangunan di semua wilayah sehingga dapat mengurangi kesenjangan antar wilayah.

D. Mengurutkan dan menyederhanakan informasi mengenai keanekaragaman dan gejala atau fenomena di permukaan bumi.

E. Mendiskripsikan daerah agar lebih jelas posisinya

 

Jawaban:

E. Mendiskripsikan daerah agar lebih jelas posisinya

 

 

24. Wilayah perencanaan yang memiliki landasan yuridis politis , tergolong wilayah ....

A. wilayah nodal

B. wilayah perencanaan

C. wilayah pesisir

D. Wilayah administratif-politis

 

Jawaban:

D. Wilayah administratif-politis

 

1. Jumlah penduduk kota X = 4.000.000 jiwa dan jumlah penduduk kota Y = 1.000.000 jiwa, sedangkan jarak antar ke kota tersebut 60 km, maka seorang pengusaha akan membangun usahanya sejauh ... 

A. 40 km dari Y

B. 40 km dari X

C. 20 km dari Y

D. 20 km dari X

E. 10 km dari Y 

 

Jawaban: C

 

2. Jumlah penduduk di Kota A berjumlah 18.000 jiwa, penduduk Kota B berjumlah 2.000 jiwa. Jarak Kota A ke Kota B 20km. Jika pemerintah membangun sekolah, lokasi yang paling baik berdasarkan titik henti adalah ... .

A. 4 km dari Kota A

B. 5 km dari Kota B

C. 10km dari Kota A

D. 16km dari Kota A

E. 18km dari Kota B

 

Jawaban: B

 

3. Penduduk kota A = 125.000 jiwa, kota B = 5.000 jiwa. Jarak kota A ke kota B = 15 Km. Jika antar kota A dan kota B akan didirikan pusat perbelanjaan, maka lokasi ideal ada pada jarak...

A. 3 Km dari kota A

B. 3 Km dari kota B

C. 3 Km dari kota B

D. 2,5 Km dari kota A

E. 2,5 Km dari kota B

 

Jawaban: E

 

4. Penduduk kota A = 5.000.000 jiwa, kota B = 200.000 Jiwa. Sedangkan jarak kota A ke kota B = 60 km. Jika antara kota A dan Kota B didirikan rumah sakit, maka lokasi ideal yang tepat adalah ... .

A. 10 km dari A

B. 10 km dari B

C. 20 km dari B

D. 25 km dari B

E. 40 km dari B

Jawaban: B

 

5. Penduduk kota A berjumlah 18.000 jiwa, kota B = 2.000 jiwa. Jarak kota A ke kota B adalah 20 Km. Jika pemerintah membangun sekolah, lokasi ideal yang baik berdasarkan teori titik henti adalah...

A. 4 Km dari kota A

B. 5 Km dari kota B

C. 10 Km dari kota A

D. 16 Km dari kota A

E. 18 Km dari kota B

 

Jawaban: B

 

6. Jumlah penduduk kota A adalah 4.000 orang, kota B adalah 1.000 orang. Jarak antara kota A ke B adalah 21 kilometer. Titik kilometer tempat pembangunan kompleks pertokoan terbaik menurut teori titik henti adalah….

A. 3 kilometer ke kota A

B. 3 kilometer dari kota B

C. 5 kilometer ke kota A

D. 7 kilometer dari kota B

E. 7 kilometer ke kota A

 

Jawaban: D

 

7. Pernyataan :

(1) kaya dengan sumber daya alam

(2) sarana dan prasarana transportasi yang memadai

(3) kondisi iklim yang bervariasi

(4) sumberdaya manusia yang baik

(5) luas wilayah yang cukup

 

Faktor yang menentukan suatu wilayah dijadikan sebagai pusat pertumbuhan terdapat pada angka ... .

A. (1), (2), dan (3)

B. (1). (2), dan (4)

C. (1), (3), dan (5)

D. (2), (3), dan (4)

E. (3), (4), dan (5)

 

Jawaban: B

 

8. Pengembangan kota seperti gambar akan lebih pesat pemekarannya kearah ... 

karena ... .

https://1.bp.blogspot.com/-uB2RCUrJCRA/YP1yid-uQeI/AAAAAAAACsc/rRYEhAaZfkMOhlwW5-A-oW7w3oOP28N6ACLcBGAsYHQ/s320/Screenshot_20210725-211631%257E2.png

 

A. 1, udara masih sejuk

B. 2, lahannya masih luas

C. 3, harga tanah masih murah

D. 4, daerah maritim

E. 5, pusat aktivitas manusia

 

Jawaban: E

 

9. Arah pengembangan kota sesuai gambar terjadi ke arah …. karena ….




A. 1, wilayah pengembangan industri semen

B. 2, daerah bisnis dengan kawasan permukiman

 

C. 3, wilayah paling subur sebagai sumber hidup

D. 4, wilayah potensial untuk perikanan

E. 5, wilayah potensial untuk perkebunan

 

Jawaban: B

 

10. Daerah angka 4 dan 5 menurut teori konsentris seperti gambar menunjukkan ... 


 


A. kawasan pabrik dan pusat perdagangan

B. pusat perdagangan dan daerah penyangga

C. zona pemukiman kelas menengah dan kelas elit

D. permukiman kelas elit dan pusat perdagangan

A. daerah penyangga dan permukiman kumuh

 

Jawaban: C

 

11. Pernyataan:

1) Tingkat pendidikan

2) Jumlah penduduk

3) Jarak dua wilayah

4) Mata pencaharian penduduk homogen

 

Faktor yang menentukan kekuatan interaksi dua wilayah terdapat pada angka….

A. 1) dan 3)

B. 1) dan 2)

C. 2) dan 3)

D. 2) dan 4)

E. 3) dan 4)

 

Jawaban: C

12. Pernyataan :

(1) pusat kebudayaan

(2) sarana transportasi memadai

(3) banyaknya pengangguran

(4) tinginya kualitas penduduk

(5) kaya sumber daya alam

Faktor penyebab satu wilayah menjadi pusat pertumbuhan terdapat pada angka ... .

A. (1), (2), dan (3)

B. (1), (2), dan (4)

C. (1), (3), dan (5)

D. (2), (4), dan (5)

E. (3), (4), dan (5)

 

Jawaban: D

 

13. Kota X surplus perangkat elektronik dan minus beras. Kota Y surplus beras dan minus perangkat elektronik. Interaksi kota X dan kota Y melemah dengan adanya kota Z yang surlus perangkat elektronik dan beras murah. Faktor interaksi antarkota tersebut menurut Edward Ullman adalah ... .

A. saling membutuhkan

B. saling intervensi

C. kemampuan spasial

D. perbedaan region

E. perpindahan kemampuan

 

Jawaban: B

 

14. Wilayah angka 1 dan 5 seperti gambar teori konsentris difungsikan untuk ... .


 


A. daerah pusat kegiatan dan permukiman kelas atas

B. daerah pusat kegiatan dan permukinman kelas bawah

C. permukiman klas bawah dan permukiman kelas atas

D. permukiman kelas atas dan daerah grosir

E. permukiman kelas atas dan permukiman kelas menengah

 

Jawaban: A

 

15. Undang-undang tentang Tata Ruang Wilayah yaitu …

A. UU Nomor 26 Tahun 2006

B. UU Nomor 26 Tahun 2007

C. UU Nomor 27 Tahun 2006

D. UU Nomor 27 Tahun 2006

E. UU Nomor 27 Tahun 2017

 

Jawaban: B

 

 


LKPD Perencanaan Tata Ruang Wilayah

 


A.   Kompetensi Inti :

1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agam yang dianutnya.

2. Menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif, sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, meganalisis, pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

 

B. Kompetensi Dasar :

3.2 Memahami konsep wilayah dan pewilayahan dalam perencanaan tata ruang wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

4.2 Membuat peta pengelompokkan penggunaan lahan di wilayah kabupaten/kota/provinsi berdasarkan data wilayah setempat.

 

C. Indikator :

13. Menganalisis pengaruh dari pusat-pusat pertumbuhan bagi wilayah

14. Menjelaskan lingkup dan kegiatan dalam penataan ruang wilayah

15. Menjelaskan hirarki dalam penataan ruang di Indonesia

 

 

 

 

D. Materi

 

Perencanaan Tata Ruang Wilayah

Sasaran dalam proses perancanaan tata ruang yang telah tersusun dengan berbagai aspek pertimbangan normatif maupun teknis adalah dalam rangka mewujudkan konsep pengembangan wilayah yang didalamnya memuat tujuan dan sasaran yang bersifat kewilayahan Indonesia, oleh karena itu ditempuh melalui upaya penataan ruang yang terdiri dari 3 proses utama, yakni:

1) Proses perencanaan tata ruang wilayah, yang menghasilkan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Disamping sebagai “guidance of future actions” RTRW pada dasarnya merupakan bentuk intervensi yang dilakukan agar interaksi manusia/makhluk hidup dengan lingkunganya dapat berjalan serasi, selaras, seimbang untuk tercapainya kesejahteraan manusia/makhluk hidup serta kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan (development sustainibility).

2) Peroses pemanfaatan ruang, merupakan wujud operasionalisasi rencana tata ruang atau pelaksanaan pembangunan itu sendiri.

3) Proses pengendalian pemanfaatan ruang yang terdiri atas mekanisme perizinan dan penertiban terhadap pelaksanaan pembangunan agar tetap sesuai dengan RTRW dan tujuan penataan ruang wilayahnya.

Dengan kata lain, terdapat 3 konsep yang mendasari RTR, yaitu: (1) pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, (2) pemenuhan kebutuhan dasar, dan (3) konservasi lingkungan.

1. Lingkup Tahapan Penataan Ruang Wilayah

Lingkup penataan ruang mencakup penyelanggaraan penataan raung yang meliputi kegiatan yang meliputi pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan penataan ruang atau disingkat TURBINLAKWAS yang tahapnya terbagi atas :

1) Pengaturan penataan ruang adalah upaya pembentukan landasan hukum pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penataan ruang yang dilakukan melalui penetapan peraturan perundang-undangan termasuk pedoman bidang penataan ruang sebagai acuan penyelenggaraan penataan ruang.

2) Pembinaan penataan ruang adalah upaya untuk meningkatkan kinerja penataan ruang yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarkat dengan fokus kegiatan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan penataan ruang.

3) Pelaksanaan penataan ruang adalah upaya pencapaian tujuan penataan ruang yang mencakup perencanaan tata ruang. Pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang pada semua tingkat pemerintahan:

a) Perencanaan tata ruang wilayah adalah suatu proses yang menentukan struktur ruang dan pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang.

b) Pemanfaatan ruang adalah upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruang sesuai dengan renacana ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya.

c) Pengendalian pemanfaatan ruang adalah upaya untuk mewujudkan tertib tata ruang.

 4) Pengawasan penataan ruang adalah upaya agar penyelenggaraan penataan ruang dapat diwujudkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang mencakup pengawasan terhadap kinerja pengaturan, pembinaan, pelaksanaan penataan ruang, termasuk pengawasan terhadap kinerja pemenuhan standar pelayanan minimal bidang penataan ruang melalui kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan.

Pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah

1) Lingkup pemanfaatan ruang

a) Pemanfaatan ruang dilakukan melalui pelaksanaan program pemanfaatan ruang beserta pembiayaannya dengan memperhatikan SPM dalam penyediaan sarana dan prasarana.

b) Dilaksanakan baik pemanfaatan ruang secara vertikal maupun pemanfaatan ruang didalam bumi.

c) Program pemanfaatan runag beserta pembiayaannya termasuk jabaran dari indikasi program utama yang termuat di dalam RTRW.

d) Diselenggarakan secara bertahap sesuai dengan jangka waktu indikasi program utama pemanfaatan ruang yang ditetapkan dalam RTR.

e) Pelaksanaan pemanfaatan ruang di wilayah disinkrosnisasikan

2) Acuan pemanfaatan ruang

a) Pemanfaatan ruang mengacu pada fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang dilaksanakan dengan mengembangkan penatagunaan tanah, air, udaradan sumberdaya alam lainnya.

b) Penataan ruang pada ruang yang direncanakan untuk pembangunan prasarana dan sarana bagi kepentingan umum memberikan hak prioritas pertama Pemerintah dan Pemda untuk menerima hak atas tanah dari pemegang hak atas tanah.

c) Dalam pemanfaatan ruang pada ruang yang berfungsi lindung, diberikan prioritas pertama bagi Pemerintah dan Pemda untuk menerima pengalihan hak atas tanah dari dari pemegang hak atas tanah.

3) Kebijakan dan Program

Dalam pemanfaatn ruang wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota dilakukan

a) Perumusan kebijakan trategis opersionalisasi rencana tata runag wilayah dan rencana tata ruang kawasan strategis menurut peruntukan kawasan.

b) Perumusan program sektoral dalam rangka perwujudan struktur runag dan pola ruang wilayah dan kawasan strategis

c) Pelasanaan pembangunan sesuai dengan program pemanfaatan ruang wilayah dan kawasan strategis

4) Prinsip Pemanfaatan Ruang Dilaksanakan dengan mempertimbangkan:

a) Kawasan budi daya yang dikendalikan dan kawasan budidaya yang didorong pengembangannya.

b) Standar pelayanan minimal bidang penataan runag.

c) Standar kualitas lingkungan.

d) Daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.

Pengendalian Pelaksanaan Rencana Tata Ruang

1) pengawasan, usaha untuk menjaga kesesuain pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang.

1) pelaporan pelaksanaan

2) pemantauan dan monitoring

3) peninjauan kembali (evaluasi) dan revisi

2) Penertiban tata ruang, usaha untuk mengambil tindakan dan sangsi agar pemanfaatan ruang yang direncanakan dapat terwujud.

 3) Pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan melalui penetapan peraturan zonasi. Perizinan, pemberian insentif dan disentif, serta pengenaan sanksi.

2. Hirarki dalam Penataan Ruang di Indonesia

Penataan ruang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan rencana, dan pengendalian pelaksanaan rencana tata ruang. Dalam kaitannya dengan tingkatan wilayah, kegiatan penataan ruang diselenggarakan pada tingkat nasional, propinsi, kabupaten, kota dan wilayah kecil di bawahnya, hal ini menunjukkan bahwa wilayah perencanaan sangat terkait dengan wilayah administrasi. Selain itu juga terdapat rencana tata ruang menggunakan wilayah fungsional, seperti tata ruang kawasan tumbuh cepat, kawasan pariwisata, kawasan industri, pertambangan, dan lain-lain. Meskipun demikian harus tetap mengacu kepada pembangunan wilayah administratif. Perencanaan tata ruang hakikatnya adalah dilakukan untuk menghasilkan:

a. Rencana Umum Tata Ruang

1) Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN)

 Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional yang selanjutnya disingkat RTRWN adalah strategi dan arahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang wilayah nasional sampai dengan 100 meter di bawah permukaan bumi, satu kilometer diatas permukaan bumi dan batas luar zona ekonomi eksklusif. Muatan isi dari RTRWN menurut UU Tata Ruang No. 26 tahun 2007:

a) Tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah nasional

b) Rencana struktur ruang wilayah nasional yang meliputi sistem perkotaan nasional yang terkait dengan kawasan perdesaan dalam wilayah pelayanannya dan sistem jaringan prasarana utama

c) Rencana pola ruang wilayah nasional yang meliputi kawasan lindung nasional dan kawasan budi daya yang memiliki nilai strategi nasional

d) Penetapan kawasan strategis nasional

e) Arahan pemanfaatan ruang yang berisi indikasi program utama jangka menengah lima tahunan

f) Arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional yang berisi indikasi arahan pengaturan zonasi sistem nasional, arahan perizinan, arahan insentif dan disentif, serta arahan sanksi.

Jangka waktu rencana tata ruang wilayah nasional adalah dua puluh tahun dan dapat ditinjau kembali satu kali dalam lima tahun. Pengesahan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan disahkan DPR. Penetapan rencana tata ruang menjadi produk hukum sehingga mengikat semua pihak untuk melaksanakannya adalah sebuah tahap dari tahap penyusunan “Perencanaan Pembangunan” yang terdiri dari empat tahapan yaitu:

a) Penyusunan rencana

b) Penetapan rencana

c) Pengendalian pelaksanaan rencana

d) Evaluasi pelaksanaan rencana

2) Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP)

Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi yang selanjutnya disingkat RTRWP adalah hasil perencanaan tata ruang yang merupakan penjabaran strategi dan arahan kebijakan pemanfaatan ruang wilayah nasional dan pulau/ kepulauan ke dalam struktur dan pola ruang wilayah Provinsi. Muatan isi dari RTRWP memuat:

a) Tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah provinsi

b) Rencana struktur ruang wilayah provinsi meliputi sistem perkotaan dalam wilayahnya yang berkaitan dengan kawasan perdesaan dalam wilayah pelayanannya dan sistem jaringan prasarana wilayah provinsi

c) Rencana pola ruang wilayah provinsi yang meliputi kawasan lindung dan kawasan budi daya yang memiliki nilai strategis provinsi

d) Penetapan kawasan strategis provinsi

e) Arahan pemanfaatan ruang wilayah provinsi yang berisi indikasi program utama jangka menegah lima tahunan

f) Arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah provinsi yang berisi indikasi arahan peraturan zonasi system provinsi, arahan perizinan, arahan insentif dan disentif, serta arahan sanksi.

 

3) Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRWK/K)

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota yang selanjutnya disingkat RTRWK/K adalah hasil perencanaan tata ruang yang merupakan penjabaran RTRWP ke dalam struktur dan pola ruang wilayah kabupaten/kota. Muatan isi dari RTRW Kabupaten adalah:

a) Tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten

b) Rencana struktur ruang wilayah kabupaten yang meliputi sistem perkotaan di wilayahnya yang terkait dengan kawasan perdesaan dan system jaringan prasarana wilayah kabupaten

c) Rencana pola ruang wilayah kabupaten yang meliputi kawasan lindung kabupaten dan kawasan budi daya kabupaten

d) Penetapan kawasan strategis kabupaten

e) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang berisi indikasi program utama jangka menegah lima tahunan

f) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang berisi ketentuan umum peraturan zonasi, ketentuan perizinan, ketentuan insentif dan disentif, serta arahan sanksi.

 

b. Rencana Rinci Tata Ruang

Rencana rinci tata ruang merupakan hasil dari perencanaan tata ruang. Rencana rinci tata ruang merupakan operasionalisasi rencana umum tata ruang yang dalam pelaksanaanya tetap memperhatikan aspirasi masyarakat sehingga muatan rencana masih dapat disempurnakan dengan tetap mematuhi batasan yang telah diatur dalam rencana rinci dan peraturan zonasi. Rencana rinci tata ruang disusun berdasarkan nilai strategis kawasan atau kegiatan kawasan dengan muatan substansi yang dapat mencakup hingga penetapan blok dan subblok peruntukan.

 

TUGAS

Setelah kalian membaca materi rencana tataruang, jelaskan bagaimana dengan tata ruang di kota anda tinggal!


Senin, 08 September 2025

LKPD PENGINDERAAN JAUH

 


A.      KOMPOTENSI DASAR

KD 3: KD 3.2 Memahami dasar-dasar pemetaan, Pengindraan Jauh, dan Sistem Informasi Geografis (SIG)

KD 4: 4.2 Membuat peta tematik wilayah provinsi dan/atau salah satu pulau di Indonesia berdasarkan peta rupa Bumi

 

B.      TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Menjelaskan pengertian penginderaan jauh.

2. Menguraikan komponen penginderaan jauh.

 

MATERI PEMBELAJARAN

PENGINDERAAN JAUH

1.       Pengertian

Penginderaan merupakan aktivitas yang selalu kita lakukan sehari-hari. Kita memahami dunia sekitarnya melalui panca indra. Beberapa indra, seperti indra peraba, perasa dan pengecap memerlukan kedekatan antara organ pengindraan dengan objek eksternal. Sementara itu, indra penglihatan dan pendengaran tidak memerlukan kedekatan antara orga pengindra dengan objek eksternal. Melalui kedua indra ini, kita memperoleh banyak informasi tentang dunia sekitar. Hal yang sama juga terjadi dengan penginderaan jauh.

 

 



Gambar 13. Ilustrasi proses penginderaan jauh

Penginderaan Jauh (PJ) memiliki istilah yang berbeda di beberapa negara. Di negara Indonesia sering disingkat dengan PJ atau Indraja. Di beberapa negara lain dikenal dengan sebutan Remote Sensing (Inggris), Teledetection (Prancis), Fernerkundung (Jerman), Sensoriamento Remota, (Portugis), Distansionaya (Rusia), dan Perception Remota (Spanyol).

Pada umumnya penginderaan jauh mengacu pada kegiatan pencatatan, mengamati, memersepsi (merasaakn) benda atau peristiwa di tempat yang jauh. Artinya, antara alat pengindera dengan objek atau peristiwa yang diamati tidak terjadi kontak langsung. Data penginderaan jauh diperoleh dari suatu satelit, pesawat udara, balon udara atau wahana lainnya. Data-data tersebut berasal dari rekaman sensor yang memiliki karakteristik berbeda-beda pada masing-masing tingkat ketinggian yang akhirnya menentukan perbedaan dari data penginderaan jauh yang di hasilkan. 10 GEOGRAFI UNTUK

Analisa data penginderaan jauh memerlukan data rujukan seperti peta tematik, data statistik, data lapangan. Hasil analisa dapat berupa informasi mengenai: bentang lahan, jenis penutup lahan, kondisi lokasi, kondisi sumberdaya lokasi, dan lain sebagainya. Informasi tersebut bagi para pengguna dimanfaatkan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan dalam mengembangkan daerah tersebut.

Untuk memahami pengertian pnginderaan jauh lebih mendalam, berikut ini merupakan pendapat dari para ahli PJ.

a. Lillesand dan Kiefer Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah, atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, daerah, atau gejala yang dikaji.

b. David T. Lindgren Penginderaan jauh adalah berbagai teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi.

c. Paul J. Curran Penginderaan jauh adalah penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan agar informasi yang berguna dapat diperoleh.

d. Wilson dan Buffon Penginderaan jauh adalah suatu ilmu, seni dan teknik untuk memperoleh informasi tentang objek, area, dan gejala dengan menggunakan alat dan tanpa kontak langsung dengan objek, area, maupun gejala tersebut.

e. Kenichi Okamoto Penginderaan jauh didefinisikan sebagai suatu teknik untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menentukan objek, serta memperolehinformasi tentang sifat fisik mereka melalui analisis data pada objek yang dikumpulkan dengan menggunakan sensor jarak jauh.

f. American Society of Photogrametry Penginderaan jauh merupakan pengukuran atau perolehan informasi tentang beberapa sifat objek atau fenomena dengan alat perekam yang secara fisik tidak terjadi kontak langsung atau bersinggungan dengan objek atau fenomena yang dikaji.

Dari pendapat beberapa tokoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa penginderaan jauh adalah ilmu, seni, dan teknik untuk merekam suatu benda, gejala dan wilayah dari jarak jauh tanpa adanya kontak langsung atau bersinggungan dengan alat pengindera berupa sensor buatan.

2.       Komponen Penginderaan Jauh

Sistem merupakan serangkaian komponen yang saling bekerja secara terkoordinasi untuk dapat mencapai tujuan tertentu. Untuk memperoleh informasi geosfer melalui penginderaan jauh diduung oleh berbagai komponen. Menurut Sutanto (1986: 53) komponen penginderaan jauh terdiri dari sumber tenaga, atmosfer, interaksi dengan objek, sensor, perolehan data dan pengguna data. Tenaga yang berasal dari matahari tidak semuanya dapat mencapai bumi, maka interaksi antara tenaga dan atmosfer dimasukkan dalam system penginderaan jauh. Begitu pula dengan interaksi tenaga dan objek, karena interaksi keduanya menentukan besarnya tenaga yang dapat mencapai sensor.

 



 

Gambar 14. Proses penginderaan jauh

Adapun komponen-komponen penginderaan jauh dapat dijelaskan sebagai berikut:

 

a.       Sumber Tenaga

Sumber tenaga dalam penginderaan jauh berkaitan dengan objek yang memantulkan tenaga. Sumber tenaga fungsinya agar sensor dapat merekam objek dari cahaya yang dipantulkan oleh objek. Tenaga yang digunakan adalah tenaga elektromagnetik, dengan sumber utamanya adalah matahari. Tenaga lain yang bisa digunakan adalah sumber tenaga buatan, sehingga dikenal adanya pengindraan jauh sistem pasif dan pengindraan jauh sistem aktif.

1.       Penginderaan Jauh Sistem Pasif

Pada pengindraan jauh sistem pasif, tenaga yang menghubungkan perekam dengan objek di bumi dengan menggunakan tenaga alamiah yaitu matahari (dengan memanfaatkan tenaga pantulan), sehingga perekamannya hanya bisa dilakukan pada siang hari dengan kondisi cuaca yang cerah.

2.       Penginderaan Jauh Sistem Aktif

Pada pengindraan jauh sistem aktif, perekamannya dilakukan dengan tenaga buatan (dengan tenaga pancaran), sehingga memungkinkan perekamannya dapat dilakukan pada malam hari maupun siang hari, dan di segala cuaca.

 

b.      Atmosfer

Atmosfer mempunyai peranan untuk menghambat dan mengganggu tenaga atau sinar matahari yang datang (bersifat selektif terhadap panjang gelombang).Tidak semua spektrum elektromagnetik mampu menembus lapisan atmosfer, hanya sebagian kecil saja yang mampu menembusnya. Hambatan pada atmosfer disebabkan oleh debu, uap air, dan gas. Hambatan atmosfer ini berupa serapan, pantulan, dan hamburan. Hamburan adalah pantulan ke segala arah yang disebabkan oleh benda-benda yang permukaannya kasar dan bentukannya tidak menentu, atau oleh benda-benda kecil lainnya yang berserakan. Bagian dari spektrum elektromagnetik yang mampu menembus atmosfer dan sampai ke permukaan bumi disebut jendela atmosfer. Jendela atmosfer yang paling banyak digunakan adalah spektrum tampak yang dibatasi oleh gelombang 0,4 mikrometer hingga 0,7 mikrometer.

 

c.       Interaksi tenaga dengan objek

Setiap objek mempunyai sifat tertentu dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor. Objek yang banyak memantulkan atau memancarkan tenaga akan tampak lebih cerah, sedangkan objek yang pantulan atau pancarannya sedikit akan tampak gelap. Interaksi antara tenaga dengan objek dibagi menjadi 3 ciri, yaitu:

1) ciri spektral, mendasarkan pada pengenalan pertama suatu objek, missal cerah dan gelap,

2) ciri spasial, mendasarkan pada perbedaan pola keruangannya, seperti bentuk, ukuran, tinggi, serta panjang, dan

3) ciri temporal, mendasarkan pada perbedaan waktu perekaman dan umur objek.

 

d. Sensor

Sensor berfungsi untuk menerima dan merekam tenaga yang datang dari suatu objek. Kemampuan sensor dalam merekam objek terkecil disebut dengan resolusi spasial. Berdasarkan proses perekamannya, sensor dibedakan menjadi 2 sebagai berikut.

1) Sensor Fotografik Sensor fotografik adalah sensor yang berupa kamera dengan menggunakan film sebagai detektornya yang bekerja pada spetrum tampak. Hasil dari penggunaan sensor fotografik adalah bentuk foto udara.

2) Sensor Elektronik Sensor elektronik menggunakan tenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik yang beroperasi pada spektrum yang lebih luas, yaitu dari sinar sampai gelombang radio dengan pita magnetik sebagai detektornya. Keluaran dari penggunaan sensor elektrik ini adalah dalam bentuk citra.

 

e.  Wahana

Wahana adalah kendaraan yang digunakan untuk membawa sensor guna mendapatkan data indraja. Berdasarkan ketinggian peredaran dan tempat pemantulannya di angkasa, wahana dapat di bedakan menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.

1. Pesawat terbang rendah sampai menengah, yaitu pesawat yang ketinggian pendaratannya antara 1.000 m dan 9.000 m di atas permukaan bumi.

2. Pesawat terbang tinggi, yaitu pesawat yang ketinggian peredarannya lebih dari 18.000 m di atas permukaan bumi

3. Satelit, yaitu wahana dengan 900 km di atas permukaan bumi.

 

f. Perolehan

Data Perolehan data dapat dilakukan dengan cara manual secara visual, maupun dengan numerik atau digital. Perolehan data dengan menggunakan cara manual yaitu cara memperoleh data dengan menginterpretasi foto udara secara visual. Perolehan data dengan cara numerik atau digital yaitu dengan menggunakan data digital melalui komputer.

g.  Pengguna Data (User)

Tingkat keberhasilan dari penerapan sistem pengindraan jauh ditentukan oleh pengguna data. Kemampuan pengguna data dalam menerapkan hasil pengindaraan jauh juga dipengaruhi oleh pengetahuan yang mendalam tentang disiplin ilmu masing-masing maupun cara pengumpulan data dari sistem pengindraan jauh. Data yang sama dapat digunakan untuk mencari info yang berbeda bagi pengguna (user) yang berbeda pula. Berdasarkan kerincian, keandalan, dan kesesuaian data dari sistem pengindaraan jauh akan menentukan dapat diterima atau tidaknya data pengindraan jauh oleh pengguna (user).

 


SIKLUS HIDROLOGI

  HIDROLOGI DAN SIKLUS HIDROLOGI   Bumi merupakan  planet di tata surya  yang mana permukaannya terdiri dari dua bentuk, yakni daratan d...