Senin, 07 Oktober 2024

SEBARAN DAN PENGOLAHAN SUMBER DAYA PERTANIAN DAN PERKEBUNAN

 



A.   TUJUAN PEMBELAJARAN,

Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat menjelaskan pengertian dan jenis-jenis sumber daya alam serta menggolongkan sumber daya alam berdasarkan kriteria tertentu dengan baik dan teliti.

B MATERI

1. Klasifikasi Sumber Daya

Ada berbagai ragam sumber daya alam yang dapat diklasifikasikan menurut beberapa hal misalnya berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya:

a. Berdasarkan Potensi

 

Menurut potensi penggunaannya, sumberdaya alam dibagi beberapa macam, sebagai berikut :

1) Sumberdaya alam materi adalah sumberdaya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya.

 

Misalnya , batu, besi, emas, kayu, serat kapas, dan sebagainya.

2) Sumberdaya alam energi adalah sumberdaya alam yang dimanfaatkan energinya.

 

Misalnya batubara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lainlain. Manusia menggunakan energi yang dihasilkan oleh sumberdaya alam itu untuk memasak, menggerakkan kendaraan, mesin industri, dan sebagainya.

3) Sumberdaya alam ruang adalah sumberdaya alam yang berupa ruang atau tempat hidupnya. Makin besar kenaikan jumlah penduduk, sumberdaya alam ruang makin sulit diperoleh. Ruang, dalam hal ini, dapat berarti ruang untuk mata pencaharian (pertanian dan perikanan ), tempat tinggal, arena bermain anak-anak, dan sebagainya. Di kota-kota besar, seperti Jakarta, sumberdaya alam ruang makin sulit didapat.

4) Sumberdaya alam waktu, sulit dibayangkan bahwa waktu merupakan sumberdaya alam. Sebagai sumberdaya alam, waktu tidak berdiri sendiri melainkan terikat dengan pemanfaatan sumberdaya alam lainnya. Contohnya: air sulit didapat pada musim kemarau. Akibatnya, mengganggu tanaman pertanian.

 

b. Berdasarkan Jenis

 

Menurut jenisnya, sumberdaya alam dibagi dua sebagai berikut :

1) Sumberdaya alam nonhayati (abiotik): disebut juga sumberdaya alam fisik, yaitu sumberdaya alam berupa benda-benda mati. Misalnya bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.

2) Sumberdaya alam hayati (biotik): merupakan sumberdaya alam berupa makhluk hidup. Sumberdaya alam tumbuh-tumbuhan disebut sumberdaya alam nabati, sedangkan sumberdaya alam hewan disebut sumberdaya alam hewani. Misalnya hewan, tumbuhan, mikroba, dan manusia.

 

a) Pertanian

Pertanian di Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan karena kondisi tanah yang sangat mendukung untuk syarat hidup tanaman. Sumber daya alam pertanian di Indonesia terbagi menjadi 3 tempat, yaitu sawah, ladang, dan tegalan. Pembagian ini berdasarkan jenisnya, yaitu lahan basah dan lahan kering. Selain pertanian, Indonesia juga memiliki sumber daya perkebunan. Beberapa hasil perkebunan di Indonesia bahkan telah menjadi salah satu barang yang di ekspor seperti karet, kopi, tembakau, teh, jati, dan tebu.

- Sawah

 

Sawah adalah jenis tempat menanam yang membutuhkan banyak air dalam proses menanamnya. Sawah memiliki banyak jenis. Yaitu sawah tadah hujan, sawah irigasi, dan sawah lebak.

SELENGKAPNYA BUKA DI SINI

Senin, 30 September 2024

DAMPAK INTERAKSI DESA DAN KOTA


 

 

A. Kompotensi dasar

3.1    Membuat peta pengelompokan penggunaan lahan di wilayah kabupaten/kota/provinsi berdasarkan data wilayah setempat

3.2    Menganalisis struktur keruangan desa dan kota, interaksi desa dan kota, serta kaitannya dengan usaha pemerataan pembangunan

 

B. Indikator

·  Menganalisis dampak perkembangan kota terhadap masyarakat desa dan kota.

 

C. Materi

D. DAMPAK PERKEMBANGAN KOTA TERHADAP MASYARAKAT DESA DAN KOTA

Kota selalu mempunyai hubungan erat dengan wilayah sekitarnya. Penduduk kota yang terdiri dari pedagang, pegawai pemerintah dan swasta, tukang-tukang, seniman, guru dan sebagainya, hidup dari hasil pertanian yang dihasilkan oleh para petani di pedesaan. Penduduk kota sangat tergantung secara ekonomis terhadap penduduk pedesaan. Demikian pula sebaliknya, penduduk desa mempunyai ketergantungan terhadap perkotaan terutama menyangkut sandang, pangan, dan barang jadi. Timbulnya pasar bisa menjadi ajang pertukaran kebutuhan antara penduduk desa dan kota.

 Interaksi antara dua atau lebih daerah yang berbeda akan berpengaruh pada masing-masing wilayah sehingga akan memicu terjadinya perubahan. Seberapa besar perubahan yang terjadi tergantung dari jarak, jumlah penduduk, dan berbagai factor pendukung lainnya seperti sarana transportasi, komunikasi, listrik, dan lain sebagainya.Pengembangan ekonomi daerah adalah suatu proses di mana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumberdaya sumberdaya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi dalam wilayah tersebut.

1.       Dampak Interaksi Desa-Kota

Interaksi terjadi karena adanya usaha seseorang atau sekelompok orang untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak dapat diusahakan sendiri atau didapatkan dari tempat tinggalnya sendiri, sehingga memerlukan bantuan dari orang lain yang berada di tempat lain. Contohnya, seorang petani di daerah pedesaan menghasilkan beras, namun untuk mendapatkan alat pertanian yang dibutuhkannya ia harus menjual berasnya ke daerah lain dan membeli alat pertanian yang diproduksi oleh industri di daerah perkotaan. Dalam segala aspek kehidupan, penduduk dari suatu tempat harus berinteraksi dengan penduduk di daerah lain. Interaksi tersebut menyebabkan terjadinya hubungan ekonomi, sosial, politik, budaya, pertahanan, dan keamanan. Interaksi antar wilayah akan menimbulkan pengaruh sebagai berikut:

a.       Interaksi desa dengan desa

Berdasarkan perkembangannya desa dikelompokkan menjadi desa swadaya, swakarya, dan swasembada. Apabila desa-desa yang saling berinteraksi memiliki potensi fisik (tanah, air, iklim, topografi, pertanian dan peternakan) yang baik dan didukung oleh potensi non fisik (sikap masyarakat dan pamong desa), maka desa akan cepat mengalami perkembangan sesuai tujuan yang telah dibuat.

b.      Interaksi kota dengan kota

Kota merupakan pusat pertumbuhan, sehingga interaksi antar kota akan memberikan pengaruh terhadap perkembang kota lainnya. Contohnya, kota-kota saling mendukung, saling berhubung, dan saling bekerjasama demi kemajuan bersama.

c.       Interaksi desa dengan kota

d.      Interaksi antara desa dan kota memiliki beberapa manfaat yaitu:

1) Hubungan sosial ekonomi penduduk desa dan kota meningkat.

 2) Pengetahuan penduduk desa meningkat, terutama dalam penggunaan teknologi di bidang pertanian, berita dan informasi melalui televisi.

3) Banyaknya urbanisasi

 4) Terjadinya hubungan yang saling menguntungkan atau saling ketergantungan dalam pemenuhan kebutuhan.

5) Pembangunan sarana dan prasarana transportasi sehingga memudahkan akses ke desa.

Interaksi antara desa dan kota juga menimbulkan dampak bagi kedua wilayah tersebut. Dampak tersebut adalah:

·      Dampak positif

 a. Bagi desa

1) Pengetahuan penduduk desa menjadi meningkat karena banyak sekolah dibangun di desa

2) Angka buta huruf penduduk desa semakin berkurang dengan banyaknya dibangun sekolah

3) Perluasan jalur jalan desa kota dan peningkatan jumlah kendaraan bermotor sehingga hasil panen dari desa mudah diangkut ke kota dan kelangkaan bahan pangan di kota dapat dihindari.

4) Produktivitas desa makin meningkat dengan hadirnya teknologi tepat guna.

5) Pelestarian lingkungan hidup pedesaan dapat dilakukan dengan hadirnya para ahli dari berbagai disiplin ilmu.

6) Peningkatan kegiatan wiraswasta yang menghasilkan produk berkualitas dapat dilakukan karena pemerintah turun tangan

7) Kesadaran memiliki keluarga kecil telah diterima oleh masyarakat desa 8) Koperasi dan organisasi sosial yang berkembang di perdesaan telah memberi manfaat dalam peningkatan kesejahteraan penduduk dan pembangunan desa.

b. Bagi kota

1) Tercukupinya kebutuhan bahan pangan bagi penduduk perkotaan yang sebagian besar berasal dari daerah perdesaan

 2) Jumlah tenaga kerja di perkotaan melimpah karena banyaknya penduduk dari desa yang pergi ke kota

3) Produk-produk yang dihasilkan di daerah perkotaan dapat dipasarkan sampai ke pelosok desa sehingga keuntungan yang diperoleh lebih besar.

·         Dampak negative

a. Bagi desa

1) Modernisasi kota telah melunturkan orientasi pertanian yang menjadi pokok kehidupan mereka

2) Penduduk desa dengan mudah meniru iklan dan tindak kejahatan dalam film yang ditanyangkan di televisi

3) Pengurangan tenaga produktif bidang pertanian di desa, karena banyak tenaga muda yang lebih tertarik bekerja di kota.

4) Perubahan tata guna lahan di perdesaan akibat perluasan wilayah kota dan banyak orang kota membeli lahan di wilayah perbatasan desa-kota.

 5) Tata cara dan kebiasaan yang menjadi budaya kota masuk ke pelosok desa dan cenderung mengubah budaya desa

6) Ketersediaan bahan pangan yang berkurang, peningkatan pengangguran, dan pencemaran lingkungan menjadi masalah penting akibat interaksi desa-kota.

b. Bagi kota

1) Semakin meningkatnya jumlah pengangguran dan penduduk miskin

2) Penduduk dengan pendapatan rendah kesulitan mencukupi kebutuhan hidupnya

3) Nilai lahan di perkotaan yang mahal, memaksa warga menggunakan lahan atau tempat yang tidak layak untuk pemukiman

4) Terjadi degradasi kualitas lingkungan

a) Degradasi kualitas lingkungan fisik 

ü Pencemaran air

ü Pencemaran udara

ü Pencemaran suara

 b) Degradasi kualitas lingkungan sosial 

ü  Kepadatan lalu lintas kendaraan yang banyak dimilikiü penduduk kota. dapat menimbulkan perasaan jengkel dan kesal pemakai jalan akibat kemacetan.

ü  Semakin berkembangnya sikap hidup materialistis danü individualistis. 

ü  Tumpukan sampah yang terdapat di banyak tempat, terutamaü dekat pemukiman, mengganggu kesehatan, dan keindahan lingkungan. 

ü  Rumah dan bangunan kota yang terlantar atau tidak terawatü mengganggu pemandangan di sekitarnya.

2.       Dampak Perkembangan Kota

 Kota adalah suatu pemukiman yang bangunan rumahnya serba rapat dan penduduknya bermatapencaharian non agraris. Kota miliki ciri prasarana meliputi bangunan pemerintahan, rumah sakit, sekolah, pasar, jalan beraspal, alun-alun, taman, dan pusat perbelanjaan. Suatu kota umumnya memiliki rumah-rumah yang mengelompok atau pemukiman terpusat. Struktur bangunan kota semakin ke tengah makin tinggi karena jumlah penduduk semakin banyak. Ekonomi kota berupa industri dan jasa yang tidak memerlukan tanah yang luas, sehingga bentuk kota kompak, bangunan berdekatan, dan kepadatan penduduk tinggi.

Perkembangan kota-kota di Indonesia pada saat ini telah memberikan banyak perubahan pada ruang-ruang perkotaan. Ruang-ruang perkotaan dituntut untuk bisa mewadahi berbagai aktivitas manusia yang terus berkembang dan semakin kompleks dari waktu ke waktu. Pembangunan di kota kota besar di Indonesia dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Banyak faktor atau unsur yang ada, membentuk dan berpengaruh terhadap keberadaan dan perkembangan suatu kota, sehingga dapat dikatakan bahwa kota merupakan suatu sistem. Umumnya kota selalu dipandang sebagai pusat kegiatan ekonomi, pusat kegiatan pendidikan, pusat pemerintahan dan sebagainya.

Menurut Bintarto modernisasi kota mempunyai pengaruh terhadap, jumlah penduduk kota, keanekaragaman struktur sosial dan ekonomi, kebijaksanaan penggunaan sumber-sumber keuangan, kelembagaan kota dan sebagainya. Modernisasi ternyata juga tidak selalu memberi manfaat terhadap kehidupan, tetapi dapat juga berpengaruh sebaliknya dan untuk itu tentunya diharapkan modernisasi dapat melenyapkan pencemaran lingkungan terutama dikota yang sudah terjadi penurunan kualitas lingkungan.

Dampak perkembangan kota bagi:

1. Kota

a. Dampak Postitif :

1) Fasilitas umum semakin beragam dan semakin baik.

2) Tingkat pendidikan merata.

3) Komunikasi dan informasi lebih cepat dan mudah. 4) Pembagian kerja berdasarkan kemampuan

5) Kegiatan ekonomi semakin beragam jenisnya. 6) Membantu kota di sekitarnya untuk ikut berkembang.

b. Dampak Negatif :

1) Jumlah penduduk meningkat

2) Peningkatan urbanisasi

3) Alih fungsi lahan.

4) Semakin sempitnya lahan terbuka hijau.

 5) Pemukiman kumuh meningkat karena banyaknya urbanisasi.

6) Memudarnya budaya dan munculnya sikap individualis

2. Desa

a. Dampak Positif

1) Komunikasi dan informasi semakin baik.

2) Tingkat upah di pedesaan meningkat (misalnya : upah buruh tani).

3) Tingkat pengangguran di daerah perdesaan berkurang.

4)Tingkat kepadatan penduduk berkurang

b. Dampak Negatif

1) Daerah pedesaan kehilangan tenaga kerja potensiil, terdidik, terampil dan produktif.

2) Penduduk produktif banyak yang melakukan urbanisasi.

3) Jumlah petani menurun.

4) Lahan pertanian semakin berkurang karena alih fungsi lahan.

5) Perkembangan desa berjalan lambat.

3. Konflik Lahan Desa Dan Kota

Berbagai kepentingan dalam rangka penggunaan lahan dapat memicu terjadinya konflik, perselisihan, atau sengketa. Konflik atas penggunaan lahan tersebut dapat terjadi antar individu, individu dengan kelompok, individu dengan pemerintah, antar kelompok, atau kelompok dengan pemerintah.

1)      Konflik di pedesaan

 Konflik yang muncul sehubungan dengan penggunaan lahan dapat dipicu antara lain oleh adanya alih fungsi lahan dan pengakuan hak atas lahan. Alih fungsi lahan, misalnya dari lahan pertanian dijadikan lahan industri, dapat menimbulkan permasalahan sosial terhadap lingkungan sekitar. Berdirinya industri dianggap dapat merusak kondisi lingkungan hidup, misalnya menimbulkan pencemaran.

2)      Konflik di Perkotaan

Permukiman penduduk dengan tingkat ekonomi yang rendah cenderung selalu terdesak oleh pembangunan kota, misalnya perluasan kawasan industri, pelebaran jalan, dan perluasan pusat-pusat pertokoan. Hal itu dapat menimbulkan masalah-masalah sosial, terutama masalah permukiman. Pemanfaatan lahan di perkotaan dan di perdesaan perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh. Satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat konsolidasi lahan. Konsolidasi lahan merupakan konsep tentang pengaturan lahan yang mampu meminimalkan dampak negatif yang timbul akibat penggunaan lahan di perkotaan.

Konsolidasi lahan bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan dalam hubungannya dengan pemanfaatan, peningkatan produktivitas, dan konservasi bagi kelestarian lingkungan sehingga pengembangan wilayah lebih terkontrol. Manfaat adanya konsolidasi lahan antara lain sebagai berikut:

a) Pemilik lahan akan memperoleh kembali tanah berupa petak tanah yang bentuknya teratur dan dekat dengan prasarana lingkungan.

b) Konflik dalam pemanfaatan lahan dapat dihindari dengan tertibnya kualitas lingkungan.

c) Taraf kehidupan penduduk dapat ditingkatkan dengan mengatur permukiman.

d) Beban pusat wilayah dapat dikurangi dengan tersedianya prasarana sosial ekonomi yang memadai di sekitar permukiman.

e) Pengendalian pengembangan lahan lebih mudah dilakukan.

f) Perkembangan perumahan liar dapat dicegah.

Berbagai macam pemanfaatan lahan di desaa dan perkotaan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap terbentuknya pola keruangan. Selain itu, kondisi sosial ekonomi penduduk akan mempengaruhi perubahan dan perkembangan tata ruang sehingga membentuk zona-zona wilayah yang rawan konflik. Adapun usaha-usaha untuk mengatasinya adalah sebagai berikut:

a.    Penertiban hukum, berkaitan dengan pembangunan permukiman, akta tanah ganda, serta akta palsu.

b. Membuat master plan (rancangan garis besar) baik di wilayah desa, kecamatan, dan kabupaten/kota, agar penempatan sarana dan prasarana umum tepat sesuai aturan, dan fungsinya.

c. Dalam membuat master plan harus ditinjau dan dipikirkan secara tepat mengenai tata guna lahan, pola permukiman, dan pola keruangan, baik di wilayah desa maupun wilayah kota.


JAWABLAH PERTANYAAN DALAM LINK, KLIK DI SINI

Minggu, 29 September 2024

MODUL INTERAKSI DESA KOTA

 


Kompetensi Dasar :

3.2 Menganalisis struktur keruangan desa dan kota, interaksi desa dan kota, serta kaitannya dengan usaha pemerataan pembangunan 4.2 Membuat makalah tentang usaha pemerataan pembangunan di desa dan kota yang dilengkapi dengan peta, bagan, tabel, grafik, dan / atau diagram

Indikator                     :

1. Mengidentifikasi ciri-ciri desa

2. Mengidentifikasi unsur-unsur pembentuk desa Interaksi Keruangan Desa dan Kota

 3. Menjelaskan sejarah, istilah dan perkembangan desa

4. Mengklasifikan potensi desa

 5. Mengidentifikasi tipe desa

 

Materi :

 

INTERAKSI KERUANGAN DESA DAN KOTA

 

A.      STRUKTUR KERUANGAN SERTA PERKEMBANGAN DESA

 

1. Struktur Keruangan Serta Perkembangan Desa

 

A. Pengertian Desa

 Istilah desa berasal dari bahasa Sanskerta yaitu deshi yang artinya tanah kelahiran atau tanah tumpah darah. Desa dapat diartikan sebagai suatu bentuk kesatuan administratif yang terletak di luar kota. Desa menjadi tempat penduduk berkumpul dan hidup bersama agar apat mempertahankan, melangsungkan, dan mengembangkan kehidupan mereka. Pada umumnya penduduk desa bermatapencaharian sebagai petani. Pengertian desa menurut ahli dan menurut undang-undang antara lain sebagai berikut:

 1) UU no 6 Tahun 2014 Bab 1 Pasal 1

 Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 2) R Bintarto

 Desa merupakan hasil perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di suatu daerah serta memiliki hubungan timbal balik dengan daerah lainnya.

3) Paul H. Landis

Desa adalah suatu wilayah yang penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1) Mempunyai pergaulan hidup yang saling mengenal.

 2) Adanya ikatan perasaan yang sama tentang kebiasaan.

3) Cara berusaha bersifat agraris dan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor alam, seperti iklim, topografi, dan sumber daya alam.

B. Ciri-Ciri Desa

Secara umum desa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a) Kehidupan masyarakatnya sangat erat dengan alam.

b) Pertanian sangat bergantung pada musim.

c) Desa merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja.

d) Struktur perekonomian bersifat agraris.

e) Hubungan antarmasyarakat desa berdasarkan ikatan kekeluargaan yang erat (gemmeinschaft).

 f) Perkembangan sosial relatif lambat dan sosial kontrol ditentukan oleh moral dan hukum informal.

g) Norma agama dan hukum adat masih kuat.

Menurut Rouceck dan Warren ciri-ciri masyarakat perdesaan adalah sebagai berikut:

a) Kelompok penduduk yang bermatapencaharian utama di daerah tertentu dan mempunyai peran yang cukup besar.

b) Komunikasi keluarga terjalin secara langsung, mendalam, dan informal.

c) Suatu kelompok dibentuk berdasarkan faktor geografis.

d) Hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan.

 e) Mobilitas penduduk rendah, baik mobilitas yang bersifat horizontal (perpindahan tempat) maupun mobilitas vertikal (status sosial).

 f) Keluarga di pedesaan yang masih tradisional memiliki banyak fungsi, khususnya sebagai unit ekonomi.

C. Struktur Keruangan Desa

 Penyusunan keruangan desa berkaitan dengan penggunaan lahan yang ada di desa tersebut (pola keruangan desa). Desa di Indonesia pada umumnya terletak di daerah pinggiran, jauh dari pusat kota. Bahkan banyak desa yang masih terpencil. Letak desa dan kondisi alam sekitarnya akan menentukan pola keruangan dan sistem perhubungan. Struktur keruangan desa dipengaruhi oleh faktor alam dan faktor sosial. Faktor alam yang mempengaruhi pola keruangan dan sistem perhubungan antara lain iklim, tanah, topografi, tata air, dan sumber daya alam. Beberapa faktor sosial yang mempengaruhi antara lain tingkat ekonomi, mutu pendidikan, adat istiadat serta kebudayaan.

 Letak desa dikaitkan dengan kondisi alamnya, terdapat di daerah dataran rendah, dataran tinggi, atau di daerah pantai. Pada ketiga letak desa tersebut, pola keruangan dan sistem perubahan yang ada akan sangat berbeda. Pola keruangan desa di dataran rendah dan daerah pantai cenderung serupa. Permukiman tertata rapi dan mengikuti pola yang teratur. Sementara itu, di daerah dataran tinggi, pola keruangan desa cenderung tidak teratur. Hal tersebut diakibatkan karena kondisi alamnya yang bergunung-gunung sehingga pemukiman tidak bisa ditata rapi membentuk pola yang teratur.

SELENGKAPNYA BACA DI SINI


Rabu, 25 September 2024

MODUL KONSERVASI FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA DAN DUNIA

 



A.   TUJUAN PEMBELAJARAN,

Setelah mempelajari modul kegiatan pembelajaran 2 ini kaliandiharapkan dapat menganalisis persebaran, konservasi, pemanfaatan flora dan fauna di Indonesia

 

B.     MATERI

 

2. Konservasi Flora dan Fauna di Indonesia dan Dunia

Konservasi adalah sebuah usaha pelestarian flora dan fauana dengan tujuan agar tetap terjaga populasinya dan bisa tetap ada hingga nanti. Konservasi sebuah kawasan meliputi kriteria kawasan yang memiliki kekhasan tertentu misalnya memiliki spesies langka dan endemik, kawasan yang memiliki keterancaman dari kepunahan dan membutuhkan penanganan, danKawasan yang memiliki kegunaan atau potensi sehingga perlu prioritas konservasi.

Kekayaaan alam Indonesia harus tetap terjaga dan terlindungi dari berbagai kerusakan. Untuk itu diperlukan upaya dan langkah-langkah konservasi untuk menjaga kelestarian flora dan fauna. Berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007, kawasan yang dilindungi bagi pelestarian alam dibagi menjadi dua yaitu kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam.

a. Kawasan Suaka Alam

 

Kawasan suaka alam adalah sebuah kawasan yang memiliki ciri khas tertentu baik yang ada di daratan maupun di perairan. Bentuk kawasan suaka alam terdiri dari:

1) Cagar Alam

 

Cagar alam adalah sebuah kawasan suaka alam yang memiliki kekhasan berupa tumbuhan, satwa dan ekosistem. Keadaan alamnya masih terlihat asli belum banyak tersentuh tangan manusia, memiliki keanekaragaman baik tumbuhan maupun satwa.Sebagaimana fungsinya kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk kawasan penelitian, pengetahuan ilmu pengetahuan, pendidikan. Dapat juga dijadikan sebagai tempat kegiatan pariwisata. Contoh cagar alam yang terkenal sebagaimana berikut:

a) Cagar alam Cibodas di kaki Gunung Gede Jawa barat, merupakan Cadangan hutan di daerah basah.

b) Cagar Alam Pananjung-Pangandaran di Jawa Barat, tempat ini selain untuk melestraikan hutan, juga merupakan tempat untuk melindungi rusa, banteng, dan babi hutan.

c) Cagar alam Rafflesia di Bengkulu, khusus untuk melindungi bunga raflesia yang merupakan bunga terbesar di dunia

.

 


Minggu, 22 September 2024

PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA


 

A.   TUJUAN PEMBELAJARAN,

Setelah mempelajari modul kegiatan pembelajaran 2 ini kaliandiharapkan dapat menganalisis persebaran, konservasi, pemanfaatan flora dan fauna di Indonesia

 

B.     MATERI

 

1. Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Indonesia memiliki flora dan fauna yang sangat variatif. Tidak sedikit pula tumbuhan maupun satwa endemik yang hanya ditemukan di Indonesia.Secara umum, persebaran flora dan fauna di Indonesia dipengaruh oleh letak geologis Indonesia sehingga menampakan kepulaun Indonesia seperti sekarang.

Berdasarkan keadaan geologinya, kepulauan di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 daerah, yaitu daerah dangkalan Sundasebuah dataran atau paparan Indonesia disebelah barat yang dahulunya tersambung satu daratan dengan Benua Asia meliputi Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, dan pulau-pulau serta dasar laut transgresi (laut Jawa, Laut Natuna, di bagian selatan Laut Cina Selatan dan Selat Malaka), daerah peralihan di bagian tengah yang relatif sudah terisolasi dan terpisah yang mencakup sekelompok pulau-pulau dan kepulauan di wilayah Indonesia bagian tengah, terpisah dari paparan Sunda dan Sahul oleh selat-selat yang dalam,dan daerah dangkalan Sahul membentang dari Australia utara, meliputi Laut Timor menyambung ke Timur di laut Arafura yang menyambung dengan Pulau Papuadi bagian timur yang dahulunya satu daratan dengan Benua Australia.

Kondisi geologis tersebut menyebabkan terbentuknya tiga kelompok besar persebaran flora fauna di Indonesia, yaitu Asitik (Barat), Wallacea (tengah), dan Australis (Timur) . Silahkan kalian amati gambar berikut!



Gambar 1. Dangkalan Sunda, Peralihan, dan Dangkalan Sahul

Sumber: https://www.starfish.ch/dive/

Seperti yang telah disebutkan sebagai dampak dari letak geologi, persebaran Flora dan fauna di Indonesia sendiri umumnya terbagi menjadi tiga bagian, asiatis, australis, dan peralihan. Pada awalnya, persebaran flora dan fauna ini tidak ada garis delineasinya.

Namun, Wallace, Weber, dan Lydekker berhasil memetakan pola-pola persebaran flora dan fauna secara lebih mendetail dalam penelitian-penelitian mereka. Oleh karena itu, sekarang kita mengenal 3 macam garis yang menjelaskan mengenai persebaran flora dan fauna di Indonesia yaitu garis wallace, garis weber, dan garis dekker


Gambar. Zona Sebaran Flora Fauna Indonesia

Sumber: https://www.starfish.ch dengan perubahan

Garis Wallace adalah garis yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dengan hewan Australia.Garis ini dimulai dari Selat Lombok yang ditarik menuju ke utara melewati Selat Makassar dan kemudian membelok ke Laut Sulawesi, akhirnya ke Samudera Pasifik melewati celah antara Mindanao (Filipina) dan Kepulauan Sangihe. Pembagiannya adalah sebelah barat mendapat pengaruh dari Asia dan sebelah timur mendapat pengaruh dari Australia.

Garis Weber merupakan garis khayal berdasarkan kedalaman laut sebagai pembagi antara persebaran fauna di Asia dan Australia. Hasilnya menunjukkan bahwa sebelah barat Garis Weber seacara lebih dari 50% mendapat pengaruh dari fauna Asia, sedangkan sebelah timur lebih dari 50% mendapat pengaruh dari Australia. Garis Lydekker merupakan garis khayal untuk memisahkan antara wilayah Wallacea dengan Indonesia bagian timur yang ditinggali oleh flora dan fauna bercorak australis. Daerah yang ada di barat garis Lydekker merupakan daerah peralihan yang kita kenal sebagai Wallacea, sedangkan daerah yang berada di bagian timur garis Lydekker merupakan daerah dengan flora dan fauna australis.

a. Persebaran Flora

 

Kondisi wilayah yang berbentuk kepulauan mengakibatkan keadaan flora di Indonesia menjadi sangat kompleks atau beragam. Bersumber dari LIPI, pada tahun 2014 Indonesia diperkirakan memiliki 1.500 jenis alga, 80.000 jenis tumbuhan berspora berupa jamur, 595 jenis lumut kerak, 2.197 jenis paku-pakuan, dan 40.000 jenis tumbuhan berbiji. Persebaran flora di Indonesia yang terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu sebagai berikut

1) Flora Dataran Sunda (Flora Asiatis)

a) Meliputi Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Pulau Kalimantan

b) Mendapat pengaruh dari flora Asia

c) Didominasi jenis tumbuhan berhabitus pohon dari suku Dipterocarpaceae

2) Flora Dataran Peralihan (Daerah Wallace)

a) Meliputi Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku

b) Mendapat pengaruh dari flora Asia dan Australia

c) Didominasi oleh jenis-jenis tumbuhan berhabitus pohon dari suku Araucariaceae, Myrtaceae, dan Verbenaceae

3) Flora Dataran Sahul (Flora Australis)

a) Meliputi Pulau Papua dan pulau-pulau sekitarnya

b) Mendapat pengaruh dari flora Australia

c) Didominasi oleh jenis-jenis tumbuhan berhabitus pohon dari suku Araucariaceae dan Myrtaceae

 

Secara garis besar keadaan flora di Indonesia secara lebih terinci terdiri atas empat kawasan flora, yaitu: Flora Sumatra-Kalimantan, Jawa-Bali, Kepulauan Wallacea, dan Papua.

1) Flora Sumatra-Kalimantan

 

Sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan merupakan wilayah iklim hutan hujan tropik. Tipe vegetasi yang mendominasi wilayah ini adalah tipe hutan lebat dengan jenis tumbuhan yang sangat heterogen. Beberapa jenis flora khas daerah Sumatra–Kalimantan seperti tumbuhan Meranti (Dipterocarpus) dan tumbuhan endemik yang sangat langka seperti bunga padma (Raflessia arnoldi) dan bunga bangkai (Amorphpophallus Titanium) yang penyebarannya hanya di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan dari mulai Aceh sampai Lampung.

Gambar. Salahsatu Flora Sumatra Kalimantan, Bunga RaflessiaArnoldi

Sumber: https://news.okezone.com/

 2) Flora Jawa-Bali

Kondisi iklim kawasan Pulau Jawa sangat bervariasi dengan tingkat curah hujan dan kelembaban udara semakin berkurang ke arah timur. Kondisi tersebut membuat perbedaan vegetasi hutan dari mulai hutan hujan tropik, hutan musim, hutan sabana dan stepa yang berderet dari arah barat ke arah timur. Contoh pohon jati. 

Gambar. Salahsatu Flora Jawa-Bali, Pohon Jati

Sumber: http://jatikultursolomon.blogspot.com/


3) Flora Kepulauan Wallacea

 Wilayah Kepulauan Wallacea terdiri atas Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor, dan Kepulauan Maluku. Wilayah-wilayah ini memiliki sifat iklim yang lebih kering dan kelembaban udara yang lebih rendah dibandingkan dengan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Vegetasi yang terdapat di Kepulauan Wallacea meliputi:

a) Vegetasi savana tropik di wilayah Nusa Tenggara;

b) Vegetasi hutan pegunungan di wilayah pegunungan yang terletak di Pulau Sulawesi;

c) Vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku, yang terdiri dari berbagai jenis rempah- rempah (seperti pala, cengkih, kayu manis), kenari, kayu eboni, dan lontar sebagai tanaman khas di daerah ini. 

Gambar. Salahsatu Flora Wallacea, Pohon Lontar

Sumber: https://indonesia.go.id

 

4) Flora Papua

Kondisi iklim Papua sebagian besar merupakann tipe hutan hujan tropik. Berbeda dengan wilayah Indonesia bagian barat, vegetasi wilayah ini memiliki corak hutan hujan tropis tipe Australia Utara. Wilayah pegunungan Jaya Wijaya ditumbuhi jenis vegetasi pegunungan tinggi, sedangkan di daerah pantai banyak kita jumpai vegetasi hutan bakau atau mangrove dengan tanaman khasnya yaitu tanaman Ekaliptus.


Gambar  Salahsatu Flora Papua, Pohon Ekaliptus

Sumber: https://asset.winnetnews.com/

b. Persebaran Fauna

 

Letak geologis telah menyebabkan adanya kesamaan fauna di wilayah Indonesia bagian barat dengan wilayah Asia, dan fauna Indonesia bagian timur dengan wilayah Australia. Menurut penelitian yang dilakukan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), pada tahun 2014 diperkirakan Indonesia memiliki 386 jenis burung, 270 jenis mamalia, 328 jenis reptile, 204 jenis amfibi, dan 280 jenis ikan. Adapun persebaran fauna di Indonesia adalah sebagai berikut;

1) Fauna Asiatis (Barat)

 

Wilayah fauna Indonesia tipe Asiatis meliputi Pulau Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Batas wilayah fauna Indonesia bagian barat (Tipe Asiatis) dengan wilayah fauna Indonesia bagian tengah (Tipe Asia-Australis) disebut Garis Wallace.Jenis-jenis Fauna Indonesia Tipe Asiatis, antara lain:

a) Mamalia, terdiri atas: gajah, badak bercula satu, rusa, tapir, banteng, kerbau, monyet, orang utan, harimau, macan tutul, macan kumbang, tikus, bajing, beruang, kijang, anjing hutan , kelelawar, landak, babi hutan, kancil, dan kukang.

b) Reptilia, terdiri atas: biawak, buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, bunglon, dan trenggiling.

c) Burung, terdiri atas: elang bondol,jalak, merak, ayam hutan, burung hantu, kutilang dan berbagai macam jenis unggas lainnya.

d) Ikan, terdiri atas mujair dan arwana serta pesut (mamalia air tawar), yaitu sejenis lumba-lumbayang hidup di Sungai Mahakam. 


Gambar. Salah satu Fauna Asiatik, Pesut Mahakam

Sumber: https://klikhijau.com/

 

2) Fauna Peralihan (Asia-Australia)

Wilayah Fauna Indonesia tipe peralihan (Asia-Australis) sering pula disebut wilayah fauna Kepulauan Wallacea, meliputi wilayah Pulau Sulawesi, Timor,Kepulauan NusaTenggara dan Kepulauan Maluku.Jenis-jenis Fauna antara lain:

a) Mamalia, terdiri atas: anoa, babi rusa, tapir, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, beruang, tarsius, monyet seba, kuda, sapi,banteng.

b) Amphibia, terdiriatas: katak pohon ,katak terbang, dan katak air.

c) Reptilia, terdiri atas ular, buaya, biawak dan komodo

d) Berbagai macam burung, antara lain: burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakanlebah,rangkong,kakatua, merpati, dan angsa. 


Gambar . Salahsatu Fauna Wallacea, Burung Maleo

Sumber: https://klikhijau.com/


3) Fauna Australis (Timur)

 

Wilayah Fauna Indonesia tipe Australis meliputi Pulau Papua, Kepulauan Aru dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Wilayah fauna Indonesia timur (Tipe Australis) dengan fauna Indoneis tengah (Tipe Asia-Australis) dibatasi oleh Garis Weber.Jenis-jenis Fauna Indonesia Tipe Australis, antara lain:

a) Mamalia, terdiri atas: kanguru, walabi, beruang, koala, nokdiak (landak Irian), oposum layang (pemanjat berkantung), kuskus, kanguru pohon.

b) Reptilia, terdiri atas: buaya, biawak, ular, kadal, kura-kura.

c) Amphibia, terdiri atas: kata kpohon, katak terbang, dan katak air.

d) Burung, terdiri atas: kakatua, beo, nuri, raja udang, cendrawasih, dan kasuari.

e) Ikan, terdiri atas arwana dan berbagai jenis ikan air tawar lainnya. 


Gambar  Salahsatu Fauna Australis, Katak Terbang

Sumber: https://okezone.com/


RANGKUMAN

Persebaran flora dan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh letak geografisnya. Nah, berdasarkan letak geografisnya indonesia dibagi menjadi tiga wilayah yaitu Indonesia Barat, Tengah dan Timur.


SIKLUS HIDROLOGI

  HIDROLOGI DAN SIKLUS HIDROLOGI   Bumi merupakan  planet di tata surya  yang mana permukaannya terdiri dari dua bentuk, yakni daratan d...