Minggu, 01 Februari 2026

 


Praktek membuat letusan gunung berapi dengan 3 tipe letusan

 Materi

Tipe Letusan Gunung Berapi

Meskipun sekilas tampak mirip, gunung api ternyata punya bentuk yang berbeda-beda, guys! Ada 3 bentuk gunung api yang perlu kamu ketahui, yaitu gunung api perisai, strato, dan maar. Perbedaan bentuk gunung api ini disebabkan oleh aktivitas masing-masing gunung api.

1.  Gunung api perisai. Bentuknya sangat landai karena erupsinya hanya berupa erupsi efusif atau lelehan. Jadinya hanya keluar lava cair yang tekanannya rendah. Contohnya gunung-gunung di Hawaii seperti Gunung Kilauea.

 

2.  Ggunung api strato yang bentuknya kerucut dan memiliki lapisan batuan yang berselang-seling. Hal ini disebabkan erupsi eksplosif dan erusif yang bergantian secara beberapa waktu. Kebanyakan gunung api Indonesia berbentuk ini loh, seperti Gn. Merbabu dan Gn. Kelud.

 

3.     Gunung api maar yang bentuk puncaknya berupa kawah. Hal ini disebabkan oleh letusan gunung tersebut yang saking dahsyatnya sampe membentuk kawah deh. Nah, kalau mau lihat yang ini kamu bisa ke Gunung Sempu di Sulawesi atau Gunung Lamongan di Jawa Timur. 




Eksperimen Sains: Membuat Gunung Meletus dari Soda dan Cuka!

 

Ilustrasi Eksperimen Sains: Membuat Gunung Meletus dari Soda dan Cuka!

 

Ingin merasakan sensasi gunung meletus tanpa bahaya abu vulkanik? Eksperimen sains sederhana ini jawabannya! Dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di dapur, yaitu soda kue (natrium bikarbonat) dan cuka, kita bisa menciptakan simulasi letusan gunung berapi yang aman dan mengasyikkan. Eksperimen ini tidak hanya seru untuk dilakukan, tetapi juga menjadi cara yang menarik untuk belajar tentang reaksi kimia dan fenomena alam.

Mengapa Soda Kue dan Cuka Bisa "Meletus"?

Sebelum memulai eksperimen, mari kita pahami dulu mengapa campuran soda kue dan cuka bisa menghasilkan efek letusan. Soda kue adalah senyawa kimia dengan nama natrium bikarbonat (NaHCO), yang bersifat basa. Sementara itu, cuka mengandung asam asetat (CHCOOH), yang bersifat asam. Ketika kedua zat ini bercampur, terjadi reaksi kimia asam-basa yang menghasilkan tiga produk utama:

Gas Karbon Dioksida (CO): Inilah gas yang bertanggung jawab atas "letusan" busa yang kita lihat. Gelembung-gelembung gas ini terbentuk dengan cepat dan berusaha keluar dari wadah.

Air (HO): Salah satu produk sampingan dari reaksi ini.

Natrium Asetat (CHCOONa): Garam yang larut dalam air.

Karena gas karbon dioksida terbentuk dalam jumlah banyak dan cepat, ia mendorong keluar campuran cairan dan busa dari wadah, menciptakan efek visual seperti lava yang keluar dari gunung berapi.

Bahan dan Alat yang Dibutuhkan:

-Untuk melakukan eksperimen "gunung meletus" ini, siapkan bahan dan alat berikut:

-Soda kue (sekitar 2-3 sendok makan)

-Cuka (sekitar ½ - 1 gelas)

-Botol plastik bekas (ukuran sedang)

-Kardus bekas atau tanah liat/plastisin (untuk membuat bentuk gunung)

-Air (sedikit, opsional untuk melarutkan pewarna)

-Pewarna makanan (merah, oranye, atau kuning, opsional untuk efek lava)

-Sendok

-Gelas ukur atau wadah untuk menuang cuka

Langkah-Langkah Pembuatan "Gunung Meletus":

Buat Bentuk Gunung: Letakkan botol plastik di atas permukaan datar (misalnya nampan atau koran untuk menghindari tumpahan). Gunakan kardus bekas yang dibentuk kerucut atau tanah liat/plastisin untuk melapisi botol dan membentuk seperti gunung berapi. Sisakan bagian atas botol sebagai "kawah". Kamu bisa berkreasi dengan bentuk dan ukuran gunung sesuai keinginanmu.

Masukkan Soda Kue: Masukkan soda kue ke dalam botol yang berada di dalam "gunung".

Siapkan "Lava" (Opsional): Jika ingin efek lava yang berwarna, campurkan sedikit air dengan beberapa tetes pewarna makanan dalam gelas terpisah.

Tuang Cuka: Tuang cuka (atau campuran cuka dan pewarna makanan) ke dalam botol dengan cepat.

Saksikan "Letusan": Amati reaksi yang terjadi! Busa berwarna (jika menggunakan pewarna) akan meluap keluar dari mulut botol, menyerupai lava yang keluar dari gunung berapi.

Penjelasan Ilmiah di Balik "Letusan":

Saat cuka (asam asetat) bertemu dengan soda kue (natrium bikarbonat), mereka bereaksi menghasilkan gas karbon dioksida. Gas ini memenuhi ruang di dalam botol dan karena terus diproduksi, ia mencari jalan keluar. Tekanan gas mendorong campuran cairan dan sisa soda kue keluar dari mulut botol, menciptakan efek "letusan" yang visualnya menarik.

Variasi Eksperimen:

Untuk membuat eksperimen ini lebih menarik, kamu bisa mencoba beberapa variasi:

- Jumlah Bahan yang Berbeda: Uji coba dengan jumlah soda kue dan cuka yang berbeda untuk melihat bagaimana perbandingan ini memengaruhi tinggi dan durasi "letusan".

- Jenis Asam Lain: Selain cuka, kamu bisa mencoba menggunakan air lemon atau air jeruk nipis (yang juga mengandung asam sitrat) untuk melihat apakah reaksinya berbeda.

- Menambahkan Sabun Cuci Piring: Sedikit sabun cuci piring yang ditambahkan ke dalam botol sebelum cuka dimasukkan dapat menghasilkan busa yang lebih banyak dan tahan lama, membuat "lava" tampak lebih kental.

Kesimpulan:

Eksperimen membuat gunung meletus dari soda dan cuka adalah cara yang menyenangkan dan mendidik untuk mempelajari tentang reaksi kimia asam-basa dan fenomena alam seperti letusan gunung berapi. Selain itu, eksperimen ini juga melatih keterampilan sains seperti observasi, pengumpulan data (jika kamu mencoba variasi), dan menarik kesimpulan. Jadi, siapkan bahan-bahannya dan rasakan sendiri keseruan menciptakan "letusan" gunung berapi di rumahmu! Ingatlah untuk selalu melakukan eksperimen sains di bawah pengawasan orang dewasa. Selamat mencoba

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEKTONISME

    TEKTONISME Pengertian Tektonisme Apa itu tektonisme?  Tektonisme adalah pergerakan horizontal dan vertikal yang menyebabkan perubahan be...