Minggu, 01 Februari 2026

BATUAN PEMBENTUK KULIT BUMI


Pengertian Litosfer

Sebelum membahas manfaat litosfer, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu litosfer. Nah, istilah litosfer berasal dari Bahasa Yunani yaitu lithos yang berarti batuan dan sphaira berarti bulatan atau lapisan. Litosfer dapat diartikan sebagai kulit terluar dari bumi. 

Secara umum, pengertian litosfer adalah lapisan bumi paling atas dengan ketebalan lebih kurang 70 km yang tersusun atas batuan penyusun kulit bumi. Batuan penyusun kulit bumi tersebut berupa batu, tanah liat, abu gunung api, pasir, dan kerikil. 

Menurut Klarke dan Washington, lapisan litosfer di permukaan bumi hampir 75% terbentuk dari mineral yang disebut silikon oksida dan aluminium oksida. Selain itu, terdapat senyawa lain seperti besi, kalsium, sodium, potassium, magnesium, titanium, hidrogen, fosfor, mangan, sulfur, dan karbon.

 

Jenis Litosfer

Kerak bumi atau litosfer terdiri dari dua jenis yaitu litosfer benua dan litosfer samudera. Kedua litosfer tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Namun, bahan utama pembentuk kerak bumi adalah magma. Magma adalah batuan cair yang bersuhu tinggi dan mengandung mineral dan gas. 

Berikut adalah penjelasan mengenai kedua jenis litosfer tersebut:

1. Litosfer Benua

Litosfer benua disebut juga kerak benua adalah lapisan yang terdiri dari batu granit yang mengandung silikat dan aluminium. Ketebalannya sekitar 35-70 km, lebih tebal dari litosfer samudera. Litosfer benua mencakup daratan yang kita tinggali, termasuk pegunungan, dataran, dan semua bentuk daratan lainnya.

 

2. Litosfer Samudera

Litosfer samudera adalah lapisan terluar bumi yang terdiri dari batuan basalt yang mengandung silikat dan magnesium. Biasanya memiliki ketebalan sekitar 5-10 km. Litosfer samudera membentuk dasar lautan dan samudera. 

 

Struktur Lapisan Litosfer

Struktur lapisan litosfer tersusun atas lapisan Sial (silisium aluminium) dan lapisan Sima (silisium magnesium). Lapisan Sial merupakan lapisan kulit bumi yang penyusunnya berupa logam silisium dan alumunium. Batuan yang terdapat di dalamnya antara lain sedimen, granit, andesit dan batuan metamorf.

Sedangkan lapisan Sima merupakan lapisan kulit bumi yang tersusun dari logam silisium dan magnesium. Berat jenis lapisan Sima lebih besar daripada lapisan Sial,  karena jenis material penyusunnya. Pada lapisan Sima, ada kandungan besi, magnesium (mineral ferromagnesium), dan batuan basalt.

 

Susunan lapisan litosfer

Gambar diatas memperlihatkan bahwa litosfer terdiri dari dua lapisan utama yaitu kerak (crust) dan bagian atas dari mantel (upper mantle). Kerak (crust) merupakan lapisan bumi paling atas yang tersusun dari berbagai jenis batuan, sedangkan mantel (upper mantle) terdiri dari batuan yang mengandung mineral dan bersifat plastis yang penting untuk menggerakkan lempeng tektonik.

Selain litosfer, bumi juga tersusun dari lapisan lainnya. Adapun struktur lapisan bumi adalah sebagai berikut:

·         Litosfer, yaitu lapisan batuan pembentuk kerak bumi atau crust

·         Astenosfer, yaitu lapisan selubung atau mantle

·         Barisfer, yaitu lapisan inti bumi atau core yang dibedakan atas 2 bagian, yaitu inti luar (outer core) dan inti dalam (inner core)

 

Material Penyusun Litosfer

Litosfer terdiri dari mineral dan berbagai jenis batuan yang sebagian besar adalah batuan beku, sedimen, dan metamorf. Ketiga batuan tersebut memiliki materi penyusun dan proses pembentukan yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis batuan tersebut:

 1. Batuan Beku

 Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari proses pendinginan dan pembekuan material batuan cair (magma) di dalam atau di permukaan Bumi. Magma merupakan batuan panas yang berada dalam kondisi cair atau setengah cair dengan suhu berkisar antara 600 hingga 1.300 °C[1]. Ketika magma mendingin dan mengkristal, terbentuklah batuan yang bersifat kristalin atau menyerupai kaca. Berdasarkan tempat pembekuannya saat siklus berlangsung, tempat siklus batuan beku dibedakan menjadi tiga;

·         Batuan Beku Dalam (plutonik atau intrusif), merupakan batuan beku di mana saat siklus berlangsung tempat pembekuannya berada jauh di dalam permukaan bumi. Proses siklus pembekuannya sangat lambat. sehingga mineral penyusun relatif besar. Contoh batuan plutonik yaitu granit, gabro, dan diorit.

·         Batuan Beku Korok, merupakan batuan beku di mana pada proses berlangsungnya siklus tempat pembekuannya berada dekat dengan lapisan kerak bumi.

·         Batuan Beku Luar (Vulkanik atau Ekstrusif), merupakan batuan beku di mana dihasilkan siklus pada tempat pembekuannya berada di permukaan bumi. Siklus prosesnya sangat cepat, sehingga mineral penyusunnya lebih kecil.


https://blogger.googleusercontent.com/             

2. Batuan Sedimen

Batuan sedimen atau batuan endapan adalah batuan yang terbentuk di permukaan bumi pada kondisi temperatur dan tekanan yang rendah. Batuan ini berasal dari batuan yang lebih dahulu terbentuk, yang mengalami pelapukan, erosi, dan kemudian lapukannya diangkut oleh air, udara, atau es, yang selanjutnya diendapkan dan berakumulasi di dalam cekungan pengendapan, membentuk sedimen. Material-material sedimen itu kemudian terkompaksi, mengeras, mengalami litifikasi, dan terbentuklah batuan sedimen.

Batuan sedimen terjadi akibat pengendapan materi hasil erosi. Materi hasil erosi terdiri atas berbagai jenis partikel yaitu ada yang halus, kasar, berat dan ada juga yang ringan. Cara pengangkutannya pun bermacam-macam seperti terdorong (traction), terbawa secara melompat-lompat (saltation), terbawa dalam bentuk suspensi, dan ada pula yang larut (solution).

Klasifikasi batuan sedimen berdasarkan genesannya

Berdasarkan proses yang bertanggung jawab untuk pembentukan mereka, batuan sedimen dapat dibagi menjadi empat kelompok: batuan sedimen klastik, batuan sedimen biokimia (atau biogenik), batuan sedimen kimia dan kategori keempat untuk "kategori lainnya" adalah untuk batuan sedimen yang dibentuk oleh dampak vulkanisme, dan proses-proses minor lainnya.

Batuan sedimen klastik

Batuan sedimen klastik terdiri dari mineral silikat dan fragmen batuan yang diangkut menggunakan fluida yang bergerak (sebagai bed loadsuspended load, atau sebagai sedimen aliran gravitasi) dan terendapkan ketika fluida ini berhenti. Batuan sedimen klastik sebagian besar terdiri dari kuarsafeldspar, fragmen batuan (litik), mineral lempung, dan mika; banyak mineral lainnya dapat hadir sebagai mineral aksesoris dan mungkin penting secara lokal.

Sedimen klastik, dan akhirnya menjadi batuan sedimen klastik, dibagi sesuai dengan ukuran partikel yang dominan (diameter). Kebanyakan ahli geologi menggunakan skala ukuran butir Udden-Wentworth dan membagi sedimen terkonsolidasi menjadi tiga fraksi: kerikil (diameter> 2 mm ), pasir (diameter 1/16 hingga 2 mm ), dan lumpur (lempung berdiameter <1/256 mm sedang lanau berdiameter antara 1/16 dan 1/256 mm). Klasifikasi batuan sedimen klastik sejajar skema ini; konglomerat dan breksi sebagian besar terbuat dari kerikilbatupasir sebagian besar terbuat dari pasir, dan batulumpur sebagian besar terbuat dari lumpur. Subdivisi tripartit ini mirip dengan pembagian kategori pada literatur yang lebih tua yakni ruditarenit, dan lutit.

Sub bagian tiga kategori luas ini didasarkan dari perbedaan dalam bentuk klas (konglomerat dan breksi), komposisi (batupasir), ukuran butir dan/atau tekstur (batulumpur).

Batuan sedimen biokimia

Batuan sedimen biokimia terbentuk ketika biota menggunakan bahan terlarut di udara atau air untuk membangun jaringan mereka. Contohnya termasuk:

·         Sebagian besar batugamping yang terbentuk dari kerangka biota berkapur seperti karangmoluska, dan foraminifera.

·         Batubara, terbentuk dari tanaman yang menghilangkan karbon dari atmosfer dan mengkombinasikannya dengan unsur-unsur lain untuk membentuk jaringannya.

·         Endapan rijang terbentuk dari akumulasi kerangka mengandung silika dari biota mikroskopis seperti radiolaria Dan diatom.

Batuan sedimen kimia

Batuan sedimen kimia terbentuk ketika konstituen mineral dalam larutan menjadi jenuh dan terpresipitasi secara anorganik . Batuan sedimen kimia yang umum meliputi batugamping oolitik dan batuan-batuan yang terdiri dari mineral evaporit, seperti halit (batuan garam), silvitbarit dan gypsum.

https://blogger.googleusercontent.com/

3. Batuan Metamor

f

Batuan metamorf terbentuk dari perubahan batuan yang sudah ada akibat tekanan dan suhu tinggi, sehingga berubah tekstur dan strukturnya. Jadi apabila batuan yang sudah ada panas dan meleleh, akan membentuk magma baru, dan apabila dingin akan menjadi batuan jenis baru.

Contoh dari batuan metamorf antara lain marmer, kuarsit, dan slate. Marmer merupakan hasil perubahan dari batu gamping, kuarsit adalah hasil perubahan dari batu pasir, dan slate terbentuk dari hasil perubahan batu lempung.

 

Jenis dan Contoh Batuan Metamorf
1. Batuan Metamorf Kontak
Batuan metamorf kontak adalah batuan yang berubah karena pengaruh suhu yang tinggi. Suhu sangat tinggi disebabkan karena letaknya dekat dengan magma, antara lain di sekitar batuan intrusi. Contohnya batolit, stock, lakolit, sill, dan dike.

Luas zona metamorfosis di sekitar batolit dapat mencapai puluhan kilometer persegi, di sekitar stock bisa sampai ribuan meter persegi, namun di sekitar sill dan dike zona metamorfosis tersebut tidak begitu jelas.



Contoh lain batuan metamorf kontak antara lain adalah batu marmer (berasal dari batuan sedimen, yaitu batu kapur) di Tulungagung, Jawa Timur, dan batu bara di Bukit Asam, Sumatra.

2. Batuan Metamorf Dinamo (Metamorf Kinetis)
Batuan metamorf dinamo adalah batuan yang berubah karena pengaruh tekanan yang sangat tinggi, dalam waktu yang sangat lama, dan dihasilkan dari proses pembentukan kulit bumi oleh tenaga endogen.

Adanya tekanan dari arah yang berlawanan menyebabkan butir-butir mineral menjadi pipih dan ada yang mengkristal kembali. Contohnya, batu lumpur (mudstone) menjadi batu tulis (slate).

Contoh lain batuan metamorf dinamo, yakni batu sabak yang terbentuk dari sedimen tanah liat yang luas dan tertimbun batuan di atasnya dalam waktu lama. Akibat tekanan dalam waktu dalam waktu lama dari timbunan tersebut, sedikit-demi sedikit berubah menjadi batu sabak.

Jenis batuan metamorf dinamo banyak dijumpai di daerah-daerah patahan dan lipatan yang tersebar di seluruh dunia.

3. Batuan Metamorf Pneumatolitis Kontak
Batuan metamorf pneumatolitis kontak adalah batuan yang berubah karena pengaruh gas-gas dari magma. Contohnya, kuarsa dengan gas borium berubah menjadi turmalin (sejenis permata) dan kuarsa dengan gas fluorium berubah menjadi topaz (permata berwarna kuning).

Baca juga:
Contoh Batuan Sedimen, Beserta Pengertian dan Jenisnya
Baca juga:
Contoh Batuan Beku, Beserta Pengertian dan Jenisnya
Manfaat Batuan Metamorf
Batuan metamorf merupakan salah satu dari beberapa jenis batu yang sering dimanfaatkan untuk berbagai jenis kebutuhan manusia, mulai dari untuk kebutuhan bangunan, dekorasi, sampai aksesoris. Berikut beberapa manfaat dari batuan metamorf, sebagaimana dilansir dari situs Kemendikbud, di antaranya:

1. Pualam
Dimanfaatkan menjadi meja, asbak, guci, dan lain sebagainya

2. Kuarsa
Sebagai pembuatan kaca, keramik, dan batu perhiasan

3. Sabak
Sebagai bahan campuran semen, papan tulis, panel instrumen listrik, dan pada zaman dahulu digunakan sebagai pengganti buku.

4. Sekis (Schist)
Sebagai sumber mika yang utama. Mika ini merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan kondensator dan kapasitor dalam industri elektronika.

5. Filit
Sebagai bahan isolator/isolasi elektrik dan bahan bangunan. Batuan filit merupakan bahan isolator yang baik dan tahan terhadap api. Sebagai bahan bagunan, biasanya batu filit digunakan sebagai bahan interior dan exterior untuk lantai dan dinding serta untuk bahan atap.

6. Batu Genes (Gneiss)
Batu yang berasal dari batuan pluto granit yang mengalami metamorfosis karena panas dan tekanan. Batu genes (gneiss) dimanfaatkan untuk membuat barang kerajinan seperti asbak, jambangan bunga, dan patung.

7. Batu Marmer
Batu marmer biasanya digunakan untuk membuat meja, papan nama, batu nisan, dan pelapis dinding bangunan atau lantai.

Itulah detikers, pembahasan mengenai batuan metamorf mulai dari pengertian, jenis, dan juga contohnya. Semoga bisa menambah wawasan.

https://blogger.googleusercontent.com/

Siklus Batuan

Siklus batuan adalah suatu proses yang menggambarkan perubahan dari magma yang membeku akibat pengaruh cuaca hingga menjadi batuan beku, lalu sedimen, batuan sedimen dan batuan metamorf dan akhirnya berubah menjadi magma kembali. Mekanisme siklus batuan yaitu magma mengalami proses siklus pendinginan, terjadi kristalisasi membentuk batuan beku. Pada siklus ini, ketika batu didorong jauh di bawah permukaan bumi, maka batuan dapat melebur menjadi magma. Selanjutnya, batuan beku tersebut mengalami pelapukanerosi, terangkut dalam bentuk larutan ataupun tidak larut, diendapkan, sedimentasi membentuk batuan sedimen. Ada pula yang langsung mengalami perubahan bentuk menjadi metamorf saat siklus berlangsung. Selanjutnya pada siklus ini, batuan sedimen dapat mengalami perubahan baik secara kontak, dynamo dan hidrotermik akan mengalami perubahan bentuk dan menjadi metamorf. Siklus berikutnya, batuan metamorf yang mencapai lapisan bumi yang suhunya tinggi mungkin berubah lagi menjadi magma lewat proses magmatisasi. Setelah mengalami siklus mulai dari magma tadi, batuan akan berubah bentuk dan jenisnya menjadi batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf kemudian menjadi magma kembali jika terdorong ke dalam bumi dan meleleh.




Fungsi Litosfer

Litosfer adalah lapisan terluar dari bumi yang berpengaruh dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Bagian atas lapisan litosfer menjadi tempat hidup makhluk hidup, sedangkan bagian bawahnya mengandung mineral seperti minyak bumi, gas, emas, batu bara, besi, nikel, dan timah. Berikut adalah beberapa fungsi litosfer yang perlu kamu ketahui:

1. Tempat Hidup Makhluk Hidup

Litosfer menyediakan habitat bagi bagi makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Manusia melakukan semua aktivitas di permukaan lapisan litosfer ini.

 

2. Sumber Mineral 

Lapisan litosfer mengandung berbagai mineral yang bermanfaat bagi manusia, seperti logam, batu bara, minyak bumi, nikel, timah, dan gas alam. Mineral tersebut dapat digunakan untuk bahan bangunan dan pemenuhan kebutuhan industri.

 

3. Sumber Energi

Litosfer mengandung berbagai jenis batuan yang membantu menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk tumbuhan serta menjadi sumber energi bagi manusia.

 

4. Tempat Penyimpanan Air Tanah

Litosfer berfungsi sebagai penyimpan air tanah. Air hujan yang meresap ke dalam tanah disimpan didalamnya dan menjadi sumber air yang penting bagi kehidupan manusia dan ekosistem.

 

5. Terjadinya Aktivitas Geologi

Litosfer adalah tempat berlangsungnya berbagai aktivitas geologi seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan pembentukan gunung. Aktivitas ini dapat membentuk dan mengubah permukaan bumi dan mempengaruhi kehidupan di sekitarnya.

 

Fenomena Litosfer

Fenomena Litosfer umumnya mencakup berbagai kejadian alam yang terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik serta proses geologis lainnya yang terjadi di lapisan litosfer. Beberapa contoh fenomena litosfer antara lain gempa bumi, letusan gunung berapi, pembentukan pegunungan, pembentukan palung laut, proses erosi dan sedimentasi, serta fenomena Karst.

 

 

Contoh fenomena litosfer (Sumber: freepik.com)

Meletusnya gunung berapi adalah salah satu contoh litosfer yang pernah terjadi di Indonesia. Letusan gunung berapi terjadi ketika magma dari dalam bumi mencapai permukaan.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEKTONISME

    TEKTONISME Pengertian Tektonisme Apa itu tektonisme?  Tektonisme adalah pergerakan horizontal dan vertikal yang menyebabkan perubahan be...