Minggu, 09 November 2025

SOA; DAN JAWABAN LATIHAN ULANGAN MATERI PENELITIAN GEOGRAFI KELAS X

 



SOAL

1. Hasil penelitian dipublikasikan dalam bentuk…..

A. Metode ilmiah

B. Sistem ilmiah

C. Sikap ilmiah

D. Laporan

E. CD Drive

Jawaban D

2. Langkah pertama dalam sebuah penelitian adalah…

A. Merumuskan Hipotesis

B. Merumuskan masalah

C. Menguji hipotesis

D. Mengumpulkan data

E. Membuat kesimpulan


Jawaban: B

3. penelitian geografi yang berkaitan dengan cabang ilmu hidrologi adalah…

A. pengaruh keberadaan pusat perbelanjaan terhadap mata pencaharian masyarakat

B. pengaruh keberadaan pusat perbelanjaan terhadap mata pencaharian masyarakat

C. kualitas udara di sekitar pabrik rokok

D. kesesuaian penggunaan lahan tanaman tembakau di kabupaten Magelang

E. kajian genangan air di embung desa Rowosari


Jawaban: E

4. Di antara data berikut ini yang masuk kategori data kualitatif adalah…

A. Tingkat pendidikan di Indonesia

B. Jumlah populasi kabupaten Sukoharjo

C. Luas lahan terbuka hijau di area gunung lawu

D. Tingkat pencemaran udara di daerah Palur

E. Penyebab pencemaran air di sekitar industri tekstil


Jawaban: E

5. ruang lingkup penelitian geograffi yang berkaitan dengan hubungan antar masyarakat adalah…

A. atmosfer

B. antroposfer

C. hidrosfer

D. litosfer

E. biosfer


Jawaban: B

6. Teknik pengumpulan data:

1. Eksperimen

2. Angket

3. Uji laboratorium

4. Wawancara

Teknik pengumpulan data yang cocok digunakan untuk penelitian sosial ditunjukkan oleh nomor…

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 2 dan 3

D. 2 dan 4

E. 3 dan 4

Jawaban: D

7. jenis penelitian geografi yang bertujuan mengetahui hubungan sebab-akibat dari masalah geosfer adalah…

A. deskriptif

B. induktif

C. eksplanatif

D. observatif

E. eksploratif


Jawaban: C

8. Penyusunan penelitin geografi harus sistematis, artinya harus disesuaikan dengan…

A. Urutan Prioritas

B. Langkah metode ilmiah

C. Sesuai keinginan peneliti

D. Data ilmiah yang diperoleh

E. Pemikiran yang logis


Jawaban: B

9. Urutan langkah kerja dalam melakukan penelitian disebut…..

A. Metode ilmiah

B. Sistem ilmiah

C. Sikap ilmiah

D. Laporan ilmiah

E. Analisis data


Jawaban: A

10. Tujuan dalam mempublikasikan hasil penelitian adalah …

A. menginformasikan untuk memperoleh ketenaran

B. menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan telah selesai

C. menginformasikan hasil penelitian kepada pihak lain

D. menggugurkan teori ilmuan lain

E. menginformasikan kepada orang lain agar mendapatkan penghargaan


Jawaban: C

11.   Langkah paling awal yang harus dilakukan oleh seorang peneliti dalam melaksanakan penelitian geografi adalah…

A.  Mengumpulkan data
B. Menentukan judul penelitian

C. Merumuskan masalah penelitian

D. Mengolah data
E. Membuat laporan

 

Jawaban cC

12. Fenomena geografi yang sesuai untuk objek penelitian fisik adalah ...

A. Persebaran penduduk yang tidak merata
B. Kebiasaan masyarakat di pesisir pantai
C. Adat-istiadat masyarakat di pedesaan
D. Penambang pasir ilegal
E. Sedimentasi di sekitar muara sungai

Jawaban : E

 

13.  Objek penelitian geografi yang sesuai dengan tema dampak abu vulkanik terhadap kondisi lahan di sekitar gunung api adalah ...

A. Batuan vulkanis dan hewan ternak
B. Kebiasaan masyarakat dan hewan ternak
C. Kondisi tanah dan udara
D. Masyarakat dan hewan ternak
E. Adat masyarakat dan sumber air

Jawaban : C

14.  Kondisi sungai di Jakarta semakin memprihatikan. Tema yang tepat sesuai dengan fenomena tersebut adalah ...

A. Penyebab banjir di Jakarta
B. Tingkat penggunaan air tanah di Jakarta
C. Pariwisata keliling sungai di Jakarta
D. Kualitas air sungai di Jakarta
E. Kualitas penduduk Jakarta

Jawaban : D

15. Arus komuter setiap hari semakin bertambah. Hal ini memerlukan perhatian dari pemerintah, khususnya pemerintah daerah. Tema penelitian yang tepat untuk peristiwa tersebut adalah

A. Penyebab kenaikan arus komuter setiap hari
B. Alasan komuter mendatangi Jakarta
C. Jumlah sarana transportasi
D. Minat komuter ke Jakarta
E. Jumlah komuter setiap tahun

Jawaban: A

16. . Penyusunan penelitian dilakukan secara sistematis, artinya sesuai dengan

A. Urutan prioritas
B. Kehendak peneliti
C. Langkag-langkah metode ilmiah
D. Pemikiran yang logis
E. Data-data ilmiah

Jawaban: C

17. Pertanyaan penelitian yang sesuai dengan penelitian geografi yang bertemakan dampak aktivitas gunung api adalah

 

A. Mengapa gunung api tersebut meletus?
B. Bagaimana ciri-ciri gunung api meletus/
C. Apa dampak letusan gunung api terhadap kehidupan penduduk?
D. Siapa yang menjadi korban letusan gunung apa tersebut?
E. Material apa yang dikeluarkan oleh gunung api tersebut?

Jawaban: C

18.  Metode yang digunakan untuk memperoleh data penelitian geografi yang berhubungan dengan kualitas air tanah adalah

A. Wawancara
B. Eksperimen
C. Observasi
D. Studi pustaka
E. Kuantitatif

Jawaban: C

19. . Metode observasi tidak dapat digunakan untuk penelitian geografi dengan objek penelitian ...

A. Perbedaan jenis tanah di Pulau Jawa
B. Kelengkapan fasilitas jaringan jalan di kota besar
C. Pencemaran sungai oleh limbah pabrik
D. Pencemaran suara di sekitar bandara
E. Pengolahan limbah pabrik tahu

Jawaban: B

20.  Data yang dibutuhkan dalam penelitian geografi sosial dapat diperoleh dengan cara menyebarkan angket. Pengolahan data yang sesuai untuk hasil angket tersebut adalah

A. Kualitatif
B. Observatif
C. Kuatitatif
D. Eksperimen
E. Studi Pustaka

Jawaban: C

21. Pengambilan data untuk penelitian tingkat kesuburan tanah dapat dilakukan dengan cara

A. Menyusun angket
B. Melakukan wawancara
C. Melakukan observasi
D. Pengujian sampel tanah
E. Mengukur kedalaman tanah

Jawaban: D


Selasa, 28 Oktober 2025

TATA RUANG DESA

 


TATA RUANG DESA

Soal

1. Desa mempunyai kondisi lahan yang heterogen dan topografi beragam. Tata ruang di desa menyesuaikan kondisi alam di daerah tersebut. Oleh karena itu, ciri pola tata ruang desa secara umum yaitu...
a. Rumah dikelilingi pekarangan luas
b. Jarak antarrumah cukup rapat
c. Perencanaan ruang sangat teratur
d. Memiliki banyak tempat parkir
e. Terdapat banyak tempat rekreasi

Pembahasan

a. Rumah dikelilingi pekarangan luas


2. Gambar:


Penggambaran desa seperti pada gambar berpola...
a. Menyebar
b. Tersebar
c. Memusat
d. Mengelompok
e. Memanjang

Pembahasan

e. Memanjang

3. Perhatikan gambar berikut.

Pola permukiman desa seperti gambar dikenal dengan pola...
a. linier atau memanjang
b. memanjang mengikuti garis pantai
c. memusat
d. mengelilingi suatu fasilitas
e. menyebar

Pembahasan

c. memusat


4. Ciri permukiman desa menggerombol/mengelompok dan jarak tanah garapan untuk pertanian relatif jauh dari lokasi rumah penduduk merupakan pola persebaran desa dalam hubungannya dengan bentang alam yaitu pola...
a. Radial
b. Tersebar
c. Memanjang jalan raya
d. Linear
e. Memanjang

Pembahasan

a. Radial


5. Bentuk desa di wilayah pegunungan, dihuni oleh penduduk yang berasal dari satu keturunan yang sama sehingga umumnya semua warga masyarakat di daerah itu adalah keluarga atau kerabat. Bentuk desa itu berpotensi besar untuk berkembang secara luas. Pola permukiman penduduk di daerah itu adalah desa...
a. terpusat
b. linear
c. memanjang pantai
d. mengelilingi fasilitas tertentu
e. memanjang jalan raya

Pembahasan

a. terpusat


6. Sibolga merupakan daerah pesisir di bagian barat Provinsi Sumatera Utara. Banyak penduduk Sibolga tinggal di dekat pantai. Pola permukiman yang terbentuk di daerah pesisir Sibolga adalah...
a. memanjang, mendekati laut sebagai sumber kegiatan ekonomi nelayan.
b. memusat, pusat kegiatan pelabuhan di dekat pantai

c. melingkar, mengikuti pola aliran muara sungai
d. mengelompok, terpengaruh sistem kekerabatan
e. menyebar, terpisah oleh gumuk-gumuk pasir

Pembahasan

a. memanjang, mendekati laut sebagai sumber kegiatan ekonomi nelayan.


7. Pola permukiman penduduk erat kaitannya dengan kondisi wilayah. Permukiman penduduk memanjang terbentuk karena...
A. Mengelilingi sumber air
B. Sumber daya yang tersebar
C. Sumber daya yang tidak merata
D. Keterbatasan lahan yang tersedia
E. Mengikuti arah pengembangan jalan

Pembahasan

E. Mengikuti arah pengembangan jalan


8. Suatu daerah memiliki topografi berbukit dan berlereng terjal. Daerah tersebut berada di dekat kawasan gunungapi. Pola permukiman penduduk di daerah tersebut umumnya berpola...
A. Radial
B. Memusat
C. Menjalur
D. Menyebar
E. Mengelompok

Pembahasan

E. Mengelompok


9. Permukiman penduduk di daerah pegunungan berkembang dengan pla mengelompok. Faktor penyebab terbentuknya pola tersebut yaitu...

A. Dekat lahan pertanian
B. Dekat sumber air
C. Mengikuti bentuk sarana jalan
D. Hubungan kekeluargaan erat
E. Mengikuti bentuk topografi

Pembahasan

E. Mengikuti bentuk topografi


10. Perhatikan gambar berikut!


Bentuk permukiman desa dari kenampakan pada gambar adalah...
A. Mengelilingi fasilitas
B. Memanjang
C. Memusat
D. Menyebar
E. Tunggal

Pembahasan

A. Mengelilingi fasilitas


11. Perhatikan gambar pola permukiman berikut!


Terbentuknya pola permukiman pada gambar disebabkan oleh...
A. Keseragaman bentuk rumah
B. Ketersediaan lahan yang luas
C. Kemudahan akses ke luar daerah
D. Kedekatan dengan lahan pertanian

E. Hubungan kekerabatan penduduk kuat

Pembahasan

C. Kemudahan akses ke luar daerah


12. Pola permukiman memanjang dapat dilihat dari daerah transmigrasi. Faktor penyebab terbentuknya pola permukiman tersebut adalah...
A. Jarak antarrumah relatif sama
B. Daerah transmigrasi tertata baik
C. Rumah-rumah dibangun di pinggir jalan
D. Kemudahan transportasi ke luar daerah
E. Transmigran memiliki hubungan kekerabatan yang kuat

Pembahasan

C. Rumah-rumah dibangun di pinggir jalan


13. Perhatikan ilustrasi permukiman berikut!


Rumah-rumah pada ilustrasi tersebut membentuk pola permukiman...
A. Menjalur
B. Memusat
C. Menyebar
D. Memanjang
E. Mengelompok

Pembahasan

B. Memusat


14. Di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan terdapat daerah karst yang sulit dijumpai aliran sungai dan air tanah. Untuk memenuhi kebutuhan air, penduduk memanfaatkan telaga di daerah tersebut. Kondisi ini mempengaruhi pola permukimannya, yaitu...
A. Menyebar di daerah karst
B. Mengelompo di atas bukit
C. Memanjang mengikuti sungai
D. Menyebar di antara dua bukit
E. Mengelompok dekat telaga

Pembahasan

E. Mengelompok dekat telaga


15. Desa yang terletak di daerah pegunungan dan dihuni penduduk satu kerabat maka pola permukiman penduduk membentuk...
A. Perkampungan mengelompok
B. Perkampungan terpencar
C. Perkampungan tradisional
D. Perkampungan liner
E. Perkampungan radial

Pembahasan

A. Perkampungan mengelompok


16. Ciri pola keruangan desa ditinjau dari sesi segi sosial adalah...
A. Banyak dijumpai jalan setapak
B. Lokasi jauh dari pusat kota
C. Kawasan permukiman rapih dan teratur
D. Kehidupan masyarakat gotong royong
E. Jarak antarrumah saling berdekatan

Pembahasan

D. Kehidupan masyarakat gotong royong

 17.  . Pola keruangan desa, dimana rumah penduduk berderet dikanan atau dikiri jalan/sungai dan pertanian terletak di belakang rumah penduduk, termasuk pola..

a. Menyebar
b. Mengelompok
c. Memanjang *
d. Memancar
e. Pasar

18. Faktor utama penyebab permukiman di daerah karst dengan pola menyebar adalah..
a. Dekat sumber air *
b. Mengikuti bentuk jalan
c. Mengikuti bentuk topografi
d. Nasih ada hubungan keluarga
e. Dekat dengan sumber kehidupan

19. Permukiman penduduk di dataran tinggi akan membentuk pola..

a. Radial *
b. Terpusat
c. Menyebar
d. Memanjang
e. Mengelompok


Permukiman penduduk di dataran tinggi akan membentuk pola..
a. Radial *
b. Terpusat
c. Menyebar
d. Memanjang
e. Mengelompok

LANGKAH –LANGKAH PENELITIAN ILMU GEOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN PETA

 

A.         KOMPOTENSI DASAR

KD 3: KD 3.3 Memahami langkah-langkah penelitian ilmu geografi dengan menggunakan peta

KD 4: 4.3 Menyajikan hasil observasi lapangan dalam bentuk makalah yang dilengkapi dengan peta, bagan, gambar, tabel, grafik, foto dan atau video.

B.      MATERI

A.      A. PENGERTIAN PENELITIAN GEOGRAFI

 Penelitian adalah kegiatan menyelidiki, mengembangkan, dan menguji kebenaran secara mendalam untuk memecahkan suatu permasalahan. Adapun penelitian geografi adalah kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk menguji kebenaran dan memecahkan permasalahan geografi (gejala alam) secara sistematis sebagai objek penelitian. Ciri khas penelitian geografi adalah menggunakan pendekatan keruangan, ekologi dan kompleks wilayahdalam mendapatkan masalah penelitian dan memecahkan masalah tersebut. Ciri khas yang khusus dalam penelitian geografi adalah sebagai berikut:

1. Pembutan dan penggunaan peta. Digunakan untuk melihat keterkaitan antar gejala geosfer. 2. Observasi lapangan.

3. Penentuan model dari hasil analisis penelitian. Model penelitian geografi dapat berupa pola persebaran, gambar, grafik dan diagram.

B.      MENGAMATI FENOMENA GEOGRAFIS

Sebuah fenomena adalah fakta, kejadian, atau keadaan di alam yang diamati atau diobservasi. Pada fenomena ini terdapat dua pertanyaan utama, yakni apa atau mengapa fenomena bisa terjadi dan dimana fenomena itu terjadi. Fenomena yang dipelajari dalam geografi adalah fenomena geosfer. Fenomena geosfer terdiri dari alam dan manusia serta keterkaitan keduanya di permukaan bumi. Fenomena geosfer meliputi hidrosfer, litosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer.

Pengamatan fenomena geografi ini merupakan pusat perhatian geografi untuk merepresentasikan kompleksitas dunia nyata secara akurat. Dua fenomena geografi yang utama adalah geografi sosial (manusia) dan geografi fisik (lingkungan alam).  Pengamatan fenomena geografi sosial berbeda dengan pengamatan fenomena geografi fisik.

Pada awal penelitian geografi, pengamatan yang dilakukan hendaknya pengamatan yang menuntut adanya penjelasan. Kita bertanya-tanya jika sesuatu yang kita amati merupakan pola umum atau kejadian kebetulan. Misalnya, fakta bahwa flora dan fauna di bagian barat Indonesia menyerupai flora dan fauna di Benua Asia, sedangkan flora dan fauna di bagian timur Indonesia cenderung menyerupai flora dan fauna di Benua Australia.

 Pengamatan atau observasi dalam pengertian yang paling umum melibatkan interaksi manusia dengan alam. Tujuannya adalah mendapatkan informasi struktur dan dinamika alam sehingga informasi ini dapat dibandingkan dengan ide-ide dan teori yang dipikirkan oleh manusia. Pengamatan tidak hanya dipandang sebagai informasi yang didapatkan melalui pancaindra, tetapi juga data yang dikumpulkan melalui proses yang melibatkan teknologi, seperti sensor pada pengindraan jauh. Perbandingan informasi hasil pengamatan dengan ide-ide teoritis merupakan inti dari penyelidikan ilmiah. Pengamatan juga proses awal menghasilkan pengetahuan ilmiah. Dalam geografi fisik, pendekatan terhadap pengamatan secara langsung melalui pengamatan lapangan atau secara tidak langsung melalui pengindraan jauh serta gabungan keduanya.

 

C.      PENENTUAN MASALAH GEOGRAFI

Setelah fenomena geografi diamati, selanjutnya adalah memilih masalah yang akan diteliti. Masalah adalah kesenjangan antara kondisi yang seharusnya dengan kondisi yang sebenarnya, antara teori dan praktik, antara aturan dan pelaksanaan, serta antara rencana dan pelaksanaan. Terdapat empat sumber eksplorasi kajian masalah geografi yaitu sebagai berikut:

 1.  Hasil penelitian orang lain Peneliti dapat dengan mudah menemukan permasalahan yang direkomendasikan oleh orang lain yang telah melakukan penelitian yang sejenis.

2.  Kepustakaan Sumber masalah kepustakaan memerlukan kemampuan dalam memadukan kajian teoritis dan sumber berita yang akurat.

3.  Lapangan Sumber permasalahan yang sering ditemui dari kenyataan di lapangan.

4.  Ketersediaan data, peta, dan grafik

Hasil penelitian atau survei yang mengandung permasalahan. Dalam hal ini, diperlukan kemampuan untuk menghubungkan data-data untuk menentukan variabel penelitian.

Telah diketahui pada bab sebelumnya (bab pengetahuan dasar geografi) bahwa yang membedakan Geografi dengan cabang ilmu lainnya dalam melihat masalah adalah menggunakan konsep, prinsip dan pendekatan Geografi, sehingga dalam penelitian geografi pun demikian, yaitu cara pandang seseorang saat melakukan penelitian ilmiah Geografi (menemukan masalah sampai memecahkan permasalahan) adalah menggunakan konsep, prinsip dan pendekatan Geografi.


Sumber : Palu Hari Ini: Tanggapan Walhi Sulteng Terkait Penanganan Sampah di Palu - Tribunpalu.com


 

Berdasarkan gambar tersebut terlihat jelas adanya tumpukan sampah di salah satu Daerah Kota Palu yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti bau tidak sedap, timbulnya benih-benih penyakit dan sebagainya. Masalah tersebut termasuk dalam masalah geografi karena dapat dilihat dari pendekatan geografi yaitu pendekatan ekologi dengan prinsip interelasi (keterkaitan). Termasuk dalam pendekatan ekologi dengan prinsip interelasi karena masalah tersebut terjadi akibat interaksi antara manusia dengan lingkunganya itu manusia yang membuang sampah yang lama-lama menumpuk banyak menimbulkan bau tidak sedap, pemandangan tidak enak, timbulnya bibit-bibit penyakit dan lain sebagainya. Konsep geografi yang digunakan untuk melihat masalah tersebut adalah konsep lokasi dan interaksi karena masalah tersebut berlokasi di Kota Palu dan merupakan hasil interaksi manusia dengan lingkungan.

1.       Pengertian Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah salah satu tahapan mendasar dari beberapa tahapan penelitian yang mempunyai kedudukan sangat penting dalam kegiatan penelitian. Penjabaran dari mengidentifikasi suatu masalah yang ingin kita capai penyelesainnya itulah yang dinamakan rumusan masalah. Sehingga tanpa adanya rumusan masalah di dalam kegiatan penelitian akan membuat penelitian tersebut menjadi sia-sia tidak membuahkan hasil.

 Rumusan masalah yang baik adalah rumusan masalah yang bisa terjawab setengah atau semua pertanyaan yang ada pada rumusan masalah tersebut. Rumusan masalah yang sudah dirumuskan secara baik dan benar bisa membantu kita untuk memusatkan pikiran secara fokus dengan mengarahkan pikiran kita saat melakukan penelitian. Ciri-ciri rumusan masalah yang baik dan benar di antaranya adalah sebagai berikut:

a.       Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya

b.      Jelas, padat, dan tidak bertele-tele

c.       Dapat memberikan petunjuk atau sebagai titik sentral dalam sebuah proses penelitian agar memungkinkan menampung data guna menjawab pertanyaan.

d.      Mampu mengarahkan cara berfikir kita terhadap suatu permasalahan. e. Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian.

e.      Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian.

f.        Masalah yang dipilih harus memiliki fisibilitas.

g.       Masalah yang dipilih harus sesuai dengan kualifikasi peneliti.

 

Menurut Sutrisno Hadi (1973), masalah adalah kejadian yang menimbulkan pertanyaan kenapa dan kenapa. Oleh karena rumusan masalah berisi tentang masalah-masalah yang hendak dipecahkan melalui penelitian, maka masalah-masalah yang dihasilkan itu tidak lepas dari latar belakang masalah yang dikemukakan pada bagian pendahuluan.

2.       Menentukan dan Merumuskan Masalah

Dalam menentukan dan merumuskan masalah yang akan diteliti, carilah masalah yang menarik utnuk diteliti karena masalah yang kita pilih menentukan antusias/intensitas kerja kita dalam menjalankannya.

a.       Sumber Masalah

Masalah penelitian dapat diperoleh dari beberapa sumber. Berikut beberapa sumber masalah dalam kajian geografi yang dapat dipilih.

 b. Hasil Penelitian Orang Lain

Hasil penelitisn orang lain dapat dijadikan sebagai sumber identifikasi masalah. Dari hasil penelitian orang lain, kita dapat mengembangkan lebih luas masalah yang dikaji dengan mengambil subjek yang berbeda.

Sebagai contoh, seseorang telah meneliti tentang penyebab banjir di Bandung. Hasilnya ditemukan penyebabnya adalah penggundulan hutan di daerah hulu. Sementara, penelitian baru mempertimbangkan kurangnya ruang terbuka hijau di Bandung sebagai penyebab banjir. Contoh lain, seseorang meneliti tentang “Peran penugasan terhadap motivasi belajar geografi siswa kelas X”, sedangkan peneliti lain mengembangkannya menjadi “Kecakapan mengajar guru terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X”.

c.       Lapangan

Sumber permasalahan dari kenyataan di lapangan, baik melalui observasi maupun berdasarkan kemampuan calon peneliti dalam menyikapi dan menangkapnya sebagai suatu permasalahan yang faktual.

Permasalahan penelitian dapat berupa aspek fisik maupun sosial. Masalah fisik misalnya longsor, banjir, pencemaran, pertanian, dan lain lain. Masalah sosial misalnya, mengenai tanggapan masyarakat, kondisi sosial, kondisi ekonomi, dan lain-lain.

d.      Sajian Data Mentah, Peta, dan Grafik

Merupakan dokumentasi yang memuat data hasil penelitian atau survei atau pencacahan yang memiliki atau mengandung permasalahan. Calon peneliti hendaknya memiliki kemampuan untuk menghubungkan antardata sehingga memudahkan dalam menentukan variabel penelitian (variabel bebas dan variabel terikat). Sebagai contoh, kita ingin membuat peta daerah rawan banjir. Berarti data yang diperlukan adalah peta lokasi daerah yang terkena banjir dan data lapangan. Dari peta tersebut, dapat dibuat peta baru yaitu peta daerah rawan banjir dengan menggunakan analisis buffering.

3.       Petunjuk Penentuan Masalah

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penentuan masalah penelitian adalah merumuskan dan membatasi masalah. Rumusan masalah adalah tulisan singkat berupa pertanyaan yang biasanya terletak di awal laporan atau proposal dan terletak setelah latar belakang. Masalah penelitian dapat dibatasi melalui perumusan masalah yang jelas dan tegas.

 Dalam perumusan masalah, peneliti membuat pertanyaan yang merupakan rincian dari judul penelitian. Pertanyaan tersebut dapat berfungsi sebagai pengarah dalam melakukan penelitian. Melalui perumusan masalah tersebut, kita dapat melakukan penelitian dan menentukan metode dalam pengumpulan datanya. Contoh metode yang dapat digunakan adalah metode observasi dan wawancara.


SIKLUS HIDROLOGI

  HIDROLOGI DAN SIKLUS HIDROLOGI   Bumi merupakan  planet di tata surya  yang mana permukaannya terdiri dari dua bentuk, yakni daratan d...