Minggu, 25 Oktober 2026

LKPD SUMBER DAYA HUTAN, PERTAMBANGAN, KELAUTAN, PARIWISATA

A. MATERI AJAR GEOGRAFI 1. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu: 1. Mengidentifikasi potensi sumber daya alam kehutanan, pertambangan, kelautan, dan pariwisata di Indonesia. 2. Menganalisis persebaran, manfaat, dan faktor yang memengaruhi potensi setiap sumber daya alam. 3. Menganalisis masalah lingkungan dan sosial akibat pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan. 4. Merumuskan solusi pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan berdasarkan kondisi wilayah Indonesia. 5. Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli lingkungan, bekerja sama, dan bersyukur atas kekayaan alam Indonesia. 2. Pengertian dan Klasifikasi Sumber Daya Alam Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Indonesia memiliki potensi SDA yang besar karena terletak di wilayah tropis, berbentuk negara kepulauan, memiliki kondisi geologi yang kompleks, serta mempunyai keanekaragaman bentang alam dan budaya. Berdasarkan sifat ketersediaannya, SDA dapat dibedakan menjadi: - SDA terbarukan, yaitu sumber daya yang dapat pulih melalui proses alam apabila dikelola dengan baik, misalnya hutan, ikan, dan energi matahari. - SDA tidak terbarukan, yaitu sumber daya yang pembentukannya memerlukan waktu geologis sangat lama, misalnya minyak bumi, batu bara, nikel, dan tembaga. Sumber daya yang dapat diperbarui pun dapat mengalami kerusakan atau kelangkaan jika dieksploitasi melebihi kemampuan pemulihannya. Karena itu, pemanfaatan SDA harus mempertimbangkan kelestarian lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan kebutuhan generasi mendatang. 3. Potensi Sumber Daya Alam Kehutanan a. Potensi dan persebaran Indonesia memiliki berbagai tipe hutan, antara lain hutan hujan tropis, hutan musim, hutan mangrove, dan hutan pegunungan. Hutan hujan tropis banyak dijumpai di Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Hutan mangrove berkembang di sejumlah wilayah pesisir, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Potensi kehutanan meliputi: - Kayu: bahan bangunan, mebel, dan produk olahan. - Hasil hutan bukan kayu: rotan, damar, madu, bambu, dan berbagai tumbuhan bernilai ekonomi. - Jasa lingkungan: menyerap dan menyimpan karbon, mengatur tata air, menjaga kesuburan tanah, serta mendukung keanekaragaman hayati. - Ekowisata: wisata alam, pengamatan satwa, pendidikan lingkungan, dan penelitian. b. Manfaat kehutanan Hutan mempunyai fungsi ekonomi, ekologis, dan sosial. Secara ekonomi, hutan menyediakan bahan baku dan lapangan kerja. Secara ekologis, hutan menjadi habitat satwa, membantu mengurangi erosi, dan menyimpan karbon. Secara sosial, hutan dapat mendukung kehidupan masyarakat adat dan masyarakat sekitar hutan. c. Permasalahan dan pengelolaan Permasalahan kehutanan antara lain pembalakan liar, kebakaran hutan, alih fungsi lahan, kerusakan habitat, dan konflik pemanfaatan lahan. Upaya pengelolaannya meliputi reboisasi, rehabilitasi hutan dan lahan, perhutanan sosial, perlindungan kawasan konservasi, pencegahan kebakaran, serta pemanfaatan hasil hutan secara lestari. Contoh analisis: Jika hutan di daerah hulu sungai berkurang, air hujan lebih mudah mengalir di permukaan dan mengikis tanah. Akibatnya, risiko banjir, longsor, dan sedimentasi sungai dapat meningkat. 4. Potensi Sumber Daya Alam Pertambangan . Jenis dan persebaran Kondisi geologi Indonesia yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik mendukung terbentuknya beragam bahan tambang. Jenis bahan tambang Contoh wilayah potensi Pemanfaatan Minyak bumi dan gas alam Sumatra, Kalimantan, wilayah lepas pantai Bahan bakar dan bahan baku industri Batu bara Kalimantan dan Sumatra Pembangkit listrik dan industri Nikel Sulawesi dan Maluku Utara Bahan baja tahan karat dan baterai Tembaga dan emas Papua dan beberapa wilayah lain Elektronik, kabel, perhiasan, dan industri Timah Bangka Belitung Pelapis, solder, dan berbagai produk industri Bauksit Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau Bahan baku alumina dan aluminium Persebaran tersebut merupakan contoh wilayah potensi, bukan berarti seluruh daerah di provinsi terkait mempunyai cadangan yang sama. b. Manfaat pertambangan Kegiatan pertambangan dapat memberikan pendapatan negara dan daerah, menyediakan bahan baku industri, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pembangunan infrastruktur. Pengolahan hasil tambang di dalam negeri juga dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi. c. Dampak dan pengelolaan Pertambangan yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kerusakan lahan, pencemaran air, debu, konflik lahan, hilangnya habitat, serta peningkatan emisi gas rumah kaca, terutama dari penggunaan bahan bakar fosil. Upaya pengelolaan meliputi kajian lingkungan, penerapan teknologi yang lebih bersih, pengendalian limbah dan air tambang, keselamatan kerja, reklamasi lahan, dan pascatambang. Reklamasi perlu direncanakan sejak awal kegiatan pertambangan, bukan hanya setelah tambang ditutup. Contoh analisis: Tambang nikel dapat membuka lapangan kerja dan mendukung industri baterai. Namun, manfaat tersebut perlu dibandingkan dengan risiko kerusakan hutan, sedimentasi sungai, dan pencemaran pesisir. Keberhasilan pengelolaan diukur dari manfaat ekonomi sekaligus pengendalian dampak lingkungannya. 5. Potensi Sumber Daya Alam Kelautan a. Potensi kelautan Indonesia Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah laut luas. Kondisi ini memberikan potensi sumber daya hayati, nonhayati, dan jasa kelautan yang besar. Potensi sumber daya kelautan meliputi: 1. Perikanan tangkap: ikan tuna, cakalang, tongkol, kembung, dan berbagai jenis ikan lainnya. 2. Perikanan budi daya: ikan bandeng, udang, kerang, dan rumput laut. 3. Ekosistem pesisir: terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove. 4. Sumber daya nonhayati: minyak dan gas lepas pantai, garam, serta potensi energi gelombang, arus, dan angin laut. 5. Jasa kelautan: transportasi laut, pelabuhan, wisata bahari, dan penelitian kelautan. Wilayah potensial kelautan antara lain perairan Maluku, Sulawesi, Laut Banda, Laut Arafura, serta berbagai perairan pesisir Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Papua. b. Manfaat sumber daya kelautan Sektor kelautan berperan dalam penyediaan pangan, lapangan kerja nelayan, pengembangan industri pengolahan ikan, perdagangan, transportasi, dan pariwisata. Rumput laut juga dapat diolah menjadi bahan pangan, kosmetik, serta bahan baku industri. c. Permasalahan dan solusi Permasalahan yang dihadapi meliputi penangkapan ikan berlebihan, penggunaan alat tangkap merusak, pencemaran plastik, kerusakan terumbu karang, abrasi, dan perubahan iklim. Upaya pelestariannya antara lain: - Mengembangkan perikanan berkelanjutan dan mematuhi ketentuan penangkapan ikan. - Melindungi kawasan konservasi laut. - Mengurangi sampah plastik dan pencemaran pesisir. - Merehabilitasi mangrove dan terumbu karang dengan metode yang sesuai. - Meningkatkan teknologi penyimpanan dan pengolahan hasil laut. - Melibatkan masyarakat pesisir dalam pengawasan dan pengelolaan sumber daya. Contoh analisis di Sulawesi Tengah: Potensi perikanan dan rumput laut dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Namun, kegiatan tersebut harus memperhatikan kualitas air, daya dukung perairan, dan kesehatan ekosistem agar produktivitas tetap terjaga. 6. Potensi Sumber Daya Alam Pariwisata a. Pengertian dan jenis pariwisata Pariwisata adalah kegiatan perjalanan seseorang atau kelompok ke suatu tempat di luar lingkungan rutinnya untuk tujuan rekreasi, pendidikan, budaya, atau keperluan lain yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Potensi pariwisata Indonesia dapat dikelompokkan menjadi: - Wisata alam: gunung, danau, air terjun, hutan, pantai, dan taman nasional. - Wisata bahari: menyelam, snorkeling, wisata pulau, dan pengamatan biota laut. - Wisata budaya: adat istiadat, rumah tradisional, upacara adat, seni, dan kerajinan. - Wisata sejarah: candi, museum, benteng, situs arkeologi, dan bangunan bersejarah. - Wisata buatan: taman rekreasi, pusat edukasi, dan objek wisata hasil pengembangan manusia. b. Persebaran potensi pariwisata Wilayah Contoh potensi wisata Daya tarik Bali Pantai dan budaya Alam, seni, dan tradisi Jawa Timur Gunung Bromo Bentang alam vulkanik Sulawesi Utara Taman Nasional Bunaken Keanekaragaman hayati laut Papua Barat Daya Raja Ampat Terumbu karang dan pulau karst Sulawesi Selatan Tana Toraja Budaya dan lanskap Sulawesi Tengah Kepulauan Togean dan kawasan Lore Lindu Wisata bahari, alam, dan keanekaragaman hayati c. Manfaat pariwisata Pariwisata dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas pasar produk lokal, mendorong pembangunan infrastruktur, serta membantu pelestarian budaya. Manfaat tersebut akan lebih besar apabila masyarakat setempat ikut memiliki dan mengelola kegiatan pariwisata. d. Permasalahan dan pengelolaan Permasalahan pariwisata dapat berupa sampah, kerusakan ekosistem, kepadatan pengunjung, tekanan terhadap air bersih, perubahan budaya, dan ketimpangan pembagian keuntungan. Solusinya adalah menerapkan pariwisata berkelanjutan melalui pengaturan jumlah pengunjung sesuai daya dukung, pengelolaan sampah, perlindungan habitat, edukasi wisatawan, pelibatan masyarakat lokal, serta pengembangan usaha kecil setempat. Contoh analisis: Jika jumlah wisatawan di suatu pulau meningkat tanpa pengelolaan sampah dan air limbah, kualitas lingkungan dapat menurun. Oleh karena itu, peningkatan jumlah pengunjung perlu disertai perbaikan fasilitas sanitasi, pembatasan aktivitas yang merusak, dan pengawasan lingkungan. 7. Analisis Perbandingan Keempat Sumber Daya Aspek Kehutanan Pertambangan Kelautan Pariwisata Modal utama Hutan dan keanekaragaman hayati Cadangan mineral dan energi Ekosistem dan sumber daya laut Daya tarik alam dan budaya Manfaat ekonomi Kayu, hasil hutan, ekowisata Mineral, energi, industri Pangan, perikanan, transportasi Jasa, perdagangan, lapangan kerja Risiko utama Deforestasi dan kebakaran Kerusakan lahan dan pencemaran Penangkapan berlebihan dan pencemaran Sampah dan tekanan pengunjung Strategi berkelanjutan Rehabilitasi dan perlindungan hutan Reklamasi dan pengendalian dampak Konservasi dan perikanan berkelanjutan Pengelolaan daya dukung dan partisipasi warga Analisis potensi SDA tidak cukup hanya dengan mengidentifikasi kekayaan alam. Peserta didik juga perlu mempertimbangkan aksesibilitas, teknologi, kualitas sumber daya manusia, pasar, infrastruktur, kondisi sosial, risiko bencana, dan daya dukung lingkungan. 8. Penguatan Karakter dan Nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Dalam pembelajaran ini, nilai KBC dapat diwujudkan melalui: - Cinta kepada Tuhan: mensyukuri kekayaan alam sebagai amanah yang harus dijaga. - Cinta kepada diri dan sesama: memahami bahwa kerusakan lingkungan dapat mengganggu kesehatan dan penghidupan masyarakat. - Cinta kepada lingkungan: mengurangi sampah, menjaga air, melindungi hutan, dan menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab. - Cinta kepada bangsa: mendukung pemanfaatan SDA yang adil, produktif, dan berkelanjutan. - Gotong royong dan tanggung jawab: bekerja sama menyusun solusi berdasarkan data dan kondisi wilayah. Nilai-nilai tersebut diterapkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar hafalan, seperti observasi lingkungan, diskusi berbasis bukti, dan penyusunan rencana aksi konservasi. 9. Kesimpulan Materi Indonesia memiliki potensi besar di sektor kehutanan, pertambangan, kelautan, dan pariwisata. Keempat sektor tersebut berkontribusi terhadap perekonomian, tetapi juga menghadapi tantangan lingkungan dan sosial. Pemanfaatan SDA yang baik harus menggabungkan manfaat ekonomi, keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan bagi generasi mendatang. Sebagai contoh data kontekstual, Kementerian Kehutanan melaporkan bahwa luas lahan berhutan Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 95,5 juta hektare, sementara deforestasi netto tercatat sekitar 175,4 ribu hektare. Angka tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan hutan berbasis data dan evaluasi berkelanjutan. B. LKPD LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Potensi Sumber Daya Alam Kehutanan, Pertambangan, Kelautan, dan Pariwisata di Indonesia Satuan Pendidikan: MAN 1 Kota Palu Mata Pelajaran: Geografi Kelas: XI Alokasi Waktu: 2 × 45 menit Model Pembelajaran: Problem Based Learning dan diskusi kelompok Nama Peserta Didik: ........................................ Kelas/Kelompok: ........................................ Tanggal: ........................................ Kegiatan 1. Identifikasi potensi sumber daya alam Petunjuk: Lengkapilah tabel berikut berdasarkan materi ajar dan sumber informasi yang relevan. No. Jenis SDA Contoh potensi Persebaran wilayah Manfaat ekonomi 1 Kehutanan ................ ................ ................ 2 Pertambangan ................ ................ ................ 3 Kelautan ................ ................ ................ 4 Pariwisata ................ ................ ................ Kegiatan 2. Analisis masalah lingkungan Bacalah kasus berikut. Kasus 1 — Kehutanan Sebuah wilayah hulu sungai mengalami pengurangan tutupan hutan akibat pembukaan lahan. Pada musim hujan, wilayah hilir semakin sering mengalami banjir dan sungai menjadi keruh. Pertanyaan: 1. Apa potensi sumber daya alam yang terdapat pada wilayah tersebut? 2. Jelaskan hubungan antara pengurangan tutupan hutan dan peningkatan risiko banjir. 3. Sebutkan tiga upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kasus 2 — Pertambangan Suatu daerah memiliki tambang nikel yang menyediakan lapangan pekerjaan. Namun, kegiatan pembukaan lahan dan pengelolaan limbah yang kurang baik dikhawatirkan mengganggu sungai dan wilayah pesisir. Pertanyaan: 1. Mengapa nikel memiliki nilai ekonomi bagi Indonesia? 2. Apa saja dampak lingkungan yang mungkin timbul? 3. Bagaimana cara menyeimbangkan manfaat ekonomi dan perlindungan lingkungan? Kasus 3 — Kelautan Masyarakat pesisir bergantung pada hasil tangkapan ikan. Dalam beberapa tahun terakhir, nelayan mengeluhkan penurunan hasil tangkapan dan peningkatan sampah plastik di laut. Pertanyaan: 1. Identifikasikan potensi sumber daya alam pada kasus tersebut. 2. Apa faktor yang dapat menyebabkan penurunan hasil tangkapan ikan? 3. Buatlah tiga rekomendasi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Kasus 4 — Pariwisata Sebuah objek wisata pantai semakin ramai dikunjungi. Pendapatan pedagang lokal meningkat, tetapi sampah bertambah dan beberapa bagian vegetasi pesisir rusak. Pertanyaan: 1. Jelaskan manfaat pariwisata bagi masyarakat setempat. 2. Identifikasikan masalah yang muncul akibat peningkatan jumlah pengunjung. 3. Susunlah strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kegiatan 3. Analisis potensi SDA di Sulawesi Tengah Pilih satu sumber daya alam di Sulawesi Tengah, misalnya hutan, nikel, perikanan, rumput laut, atau wisata alam. Lengkapi lembar analisis berikut. Komponen analisis Hasil pengamatan atau kajian Nama potensi SDA ................................ Lokasi ................................ Faktor pendukung ................................ Manfaat bagi masyarakat ................................ Permasalahan yang dihadapi ................................ Dampak terhadap lingkungan ................................ Solusi pemanfaatan berkelanjutan ................................ Tugas kelompok: Buatlah poster atau infografis berjudul “Pemanfaatan Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah secara Berkelanjutan”. Cantumkan satu masalah, tiga solusi, dan ajakan menjaga lingkungan. Kegiatan 4. Refleksi peserta didik Jawablah secara jujur berdasarkan pemahaman Anda. 1. Pengetahuan baru apa yang Anda peroleh dari pembelajaran ini? 2. Mengapa kekayaan SDA perlu dikelola secara bertanggung jawab? 3. Tindakan nyata apa yang dapat Anda lakukan untuk menjaga lingkungan madrasah dan sekitarnya? 4. Bagaimana nilai cinta kepada Tuhan, sesama, dan lingkungan dapat diterapkan dalam pemanfaatan SDA?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LKPD SUMBER DAYA HUTAN, PERTAMBANGAN, KELAUTAN, PARIWISATA

A. MATERI AJAR GEOGRAFI 1. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu: 1. Mengidentifikasi potensi ...